MEDAN, SUMUT POS- Ratusan siswa SMP Santo Thomas 1 Medan mendapat pengalaman belajar yang berbeda melalui kegiatan Kemenkeu Mengajar 10, Senin (10/11/2025).
Sebanyak 190 relawan dari Kementerian Keuangan Sumatera Utara turun langsung ke sekolah-sekolah untuk mengenalkan pentingnya literasi keuangan negara dan peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam kehidupan sehari-hari.
Program tahunan yang kini memasuki dekade pertama ini mengusung tema “Mengenal Uang Kita, Membangun Masa Depan”, dengan fokus membangun kesadaran generasi muda tentang pengelolaan keuangan negara sejak dini.
“Investasi terbaik yang bisa kita berikan kepada negara adalah mendidik generasi muda. Ketika mereka memahami bagaimana APBN dikelola, untuk apa pajak digunakan, dan bagaimana uang negara bekerja bagi kesejahteraan rakyat, mereka akan tumbuh menjadi warga negara yang bertanggung jawab,” ujar Nofiansyah, Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Sumatera Utara.
Dalam kegiatan tersebut, para relawan mengajar siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman mereka. Untuk siswa SD, materi berfokus pada konsep dasar menabung dan pengenalan sederhana tentang APBN sebagai #UangKita. Sementara siswa SMP dan SMA diajak memahami lebih dalam mengenai struktur APBN, alokasi anggaran untuk sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan program sosial.
“Kami tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga memberikan contoh nyata. Misalnya, kami jelaskan bahwa sekolah mereka, program Kartu Indonesia Pintar, beasiswa, hingga jalan yang mereka lalui setiap hari semuanya dibiayai oleh APBN. Dengan begitu, materi menjadi lebih relevan dan mudah dipahami,” jelas Nofiansyah.
Selain memperkenalkan literasi keuangan negara, Kemenkeu Mengajar 10 juga membuka wawasan siswa mengenai berbagai profesi di lingkungan Kementerian Keuangan. Siswa SMA, khususnya, mendapat informasi tentang jalur masuk Politeknik Keuangan Negara STAN serta peluang karir sebagai pegawai di Kementerian Keuangan.
“Kami ingin menanamkan mimpi kepada anak-anak muda bahwa mereka bisa menjadi bagian dari institusi yang mengelola keuangan negara. Mereka juga bisa berkontribusi langsung dalam pembangunan Indonesia melalui profesi di Kementerian Keuangan,” tambah Nofiansyah.
Selain di SMP Santo Thomas 1 Medan Ada juga sekolah-sekolah yang menjadi lokasi kegiatan Kemenkeu Mengajar 10 di Medan antara lain:
SD Batari School Medan Sei Serayu
SMP Batari School Sei Serayu
SMA Negeri 6 Medan
SD Batari School Medan CBD
SMA Batari Sei Serayu
SMP Negeri 2 Medan
Madrasah Ibtidaiyah Swasta Al Hidayah CK Medan
Sekolah Rakyat Menengah Pertama 2 Medan
Kegiatan yang dikemas secara interaktif ini mendapat respons positif dari para siswa dan pihak sekolah. Pembelajaran dilakukan melalui presentasi, permainan edukatif, simulasi peran, hingga sesi tanya jawab yang berlangsung antusias. Para relawan juga berbagi cerita inspiratif dan pengalaman mereka selama bekerja di lingkungan Kementerian Keuangan.
“Harapan kami, setelah mengikuti Kemenkeu Mengajar, siswa tidak hanya memahami APBN, tetapi juga termotivasi untuk belajar lebih giat, meraih cita-cita, dan kelak berkontribusi membangun negeri ini, apapun profesi yang mereka pilih,” pungkas Nofiansyah.
Program Kemenkeu Mengajar merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Oeang Republik Indonesia dan menjadi wujud nyata pengabdian pegawai Kementerian Keuangan kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda Indonesia. (san/ram)
Editor : Juli Rambe