Sumutpos.jawapos.com-Penguatan Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan global yang dikaitkan dengan keberadaan Komunitas Blogger menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana urgensi dan relevansi keterlibatan blogger dalam pencapaian SDGs?
Terlebih lagi, inisiatif penguatan tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang menjadi wadah nyata untuk mengintegrasikan peran blogger dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.
PKM ini diselenggarakan Iin Prasetyo, mahasiswa S2 Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara dengan pembimbing Dr Isnaini Harahap MAg dan Dr Muhammad Arfan Harahap MEI. PKM dilaksanakan Ahad (9/11) di Jalan Teratai Nomor 26 Hamdan Medan ini terasa inspiratif dan penuh diskusi hangat.
Mengapa harus blogger? Ya, karena blogger bisa menjadi media dalam menyuarakan tujuan pembangunan berkelanjutan. PKM ini menjadi momen yang strategis dalam upaya menguatkan literasi masyarakat. Terlebih pada era digital saat ini, blogger tidak lagi sekadar penulis di dunia maya, melainkan agen perubahan yang nyata.
Melalui untaian kata yang bernas dan menggugah, mereka mampu membangkitkan kesadaran, menyentuh hati nurani, serta mengarahkan masyarakat menuju pemahaman baru tentang pentingnya sistem keuangan yang beretika dan berkeadilan.
Sejalan dengan semangat SDGs dan asta cita, para blogger berperan sebagai penghubung antara kebijakan pembangunan dan kehidupan sehari-hari umat. Menyuarakan nilai-nilai keadilan sosial, menyebarkan literasi keuangan syariah dan membuka peluang bagi masyarakat kecil agar tidak tersisih dari dinamika ekonomi modern.
Setiap karya tulis yang mereka hasilkan bukan hanya sekadar informasi, tetapi juga wujud nyata kontribusi bagi bangsa dan umat Dengan membuat konten yang inspiratif dan berbasis nilai, blogger dapat menjadi cahaya yang menuntun masyarakat menuju kemandirian finansial dan keberlanjutan hidup yang lebih berarti.
"Dengan menyebarluaskankan edukasi tentang literasi dan inklusi keuangan syariah, blogger ikut membangun generasi yang sadar akan pentingnya keadilan ekonomi dan tanggung jawab sosial. Apalagi literasi keuangan syariah ini masih sangat membutuhkan penguatan khususnya melalui langkah alternatif seperti PKM yang dimotori Iin Prasetyo," tutur Dr Muhammad Arfan Harahap MEI saat membuka acara melalui zoom.
Ia menambahkan dalam sinergi antara pena digital, visi SDGs dan semangat asta cita, para blogger memiliki kekuatan untuk menulis sejarah baru. Sejarah tentang Indonesia yang tidak hanya maju secara ekonomi. Tetapi juga bermartabat, berkeadilan dan penuh nilai kemanusiaan.
Iin Prasetyo sebagai Gen Z yang tengah membangun kapabilitas dirinya di Magister Ekonomi Syariah FEBI UIN Sumatera Utara mengatakan bahwa kontribusi blogger terhadap penguatan SDGs bukanlah suatu hal yang lebay (berlebihan) di tengah ekonomi dan sosial pada sebagian orang masih terasa banyak keterbatasan.
Justru, sebagai orang ataupun komunitas yang memiliki waktu, tenaga, pikiran dan pendidikan yang lebih baik diantara yang lain menjadi urgen bagaimana membuahkan pemikiran dan implementasi agar keterbatasan dan ketimpangan bagi sebagian orang ini tidak lagi ia rasakan.
Sebagai insan akademik, lanjutnya, tentu berkewajiban baik secara etik maupun praktik menyuarakan pembangunan berkelanjutan. PKM ini mendapat arahan dan bimbingan Dr Isnaini Harahap MAg dan Dr Muhammad Arfan Harahap MEI berkolaborasi dengan komunitas Blogger Sumatera Utara dipimpin oleh Desy Zulfiani.
PKM dalam menguatkan peran dan kontribusi terhadap pencapaian SDGs. Adapun isu-isu yang diutarakan yaitu SDGs, asta cita dengan fokus literasi-inklusi keuangan syariah.
"Apa hubungan di antara ketiganya dan apa pentingnya bagi Blogger? Tentunya blogger memiliki kontribusi yang sangat strategis dalam mendukung pencapaian SDGs dan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Khususnya dalam aspek penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah," kata Iin Prasetyo.
Melalui kekuatan digital dan kemampuan komunikasi yang luas, kata Iin Prasetyo, blogger menjadi agen edukasi, advokasi dan kolaborasi sosial yang mampu menjembatani kebijakan pemerintah dengan masyarakat. (dmp)
Editor : Johan Panjaitan