MEDAN, SUMUT POS - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Medan, di Jalan Pertahanan, Kecamatan Patumbak, Deliserdang mulai berbenah diri dibawah kepemimpinan Dr H Burhanuddin M.Pd. Ia yang baru sebulan menjabat, bertekad membenahi MAN 3 Medan kearah yang lebih baik.
Burhanuddin mengatakan, begitu ia duduk sebagai Kepala MAN 3 Medan, pada 2 Oktober 2025 lalu, ia melihat sekolah madrasah ini perlu sentuhan perbaikan fasilitas.
"Yang pertama saya langsung memperbaiki tiang hold (lapangan futsal) yang mulai keropos. Ini harus dibalut kalau enggak nanti bisa menimbulkan korban, aku yang kena," ujarnya kepada wartawan, Selasa (11/11).
Alhasil, kini hold itu dalam tahap pembangunan ulang yang bisa difungsikan sebagai pentas seni dan lapangan futsal. Kemudian, kata Burhanuddin, perbaikan fasilitas instalasi air.
"Yang ketiga, guru-guru sangat antusias dengan datangnya saya. Walaupun saya kesini datang pakai tongkat, mereka antusias sehingga saya semangat. Melihat guru-guru itu semua mau, sehingga saya launchingkan lah satu motto: Bersatu, Bersungguh-sungguh dan Berdoa," jelasnya.
Kemudian, lanjutnya, ia mendapatkan dukungan dari para siswa dengan membangun komunikasi yang baik.
"Saya bilang, kita harus bangun ini sekolah karna ini adalah kota Medan. Kita harus buktikan kepada orang tua, bahwa ini adalah sebuah icon," kata Burhanuddin, seraya bertekad membawa MAN 3 Medan seperti MAN 3 Malang.
Dengan pengalamannya menjadi Kepala MAN 1 dan MAN 2 Medan serta MAN Deliserdang, tekadnya bulat membawa MAN 3 Medan, menjadi salah satu madrasah favorit.
"Saya berobsesi bagaimana MAN 3 ini seperti senior higth school in singapure. Itu kemajuan, kalau bersaing di dalam negara ini, saya pikir negara memang harus bagus pendidikannya. Itu obesesi, itu pemikiran dan itu harapan. Jadi kondisi dan potensi disini harus kita manfaatkan," jelasnya.
Ia yakin dengan potensi yang ada, siswa MAN 3 bisa Go Intersional, dengan melanjutkan sekolah hingga keluar negeri.
"Ini sudah ada tawaran saya, siapa yang kuliah ke Mesir, Maroko sudah ada orangnya karna dulu kita buat itu," katanya.
Lebih lanjut, terangnya, khusus di MAN 3 ada program akselerasi dengan menamatkan pendidikan selama 2 tahun saja. Menurut Burhanuddin, program ini dengan pelibatan peran orangtua, yang telah berjalan ditahun kelima atau sejak 2021.
"Semua lulusan yang empat angkatan itu masuk ke perguruan tinggi negeri. Berartikan teruji," tambahnya.
Bahkan untuk membangun MAN 3 ini, ia menerapkan sistem transparansi kepada orang tua siswa dan masyarakat. Termasuk dana talangan pemerintah, untuk pembangunan madrasah.
Kemudian, adanya talangan mandiri yang bersumber dari sumbangan orangtua siswa tanpa adanya paksaan. Nantinya, kata dia, dana yang ada akan digunakan untuk memperbaiki akses jalan masuk lingkungan MAN 3, yang selama ini belum tersentuh perbaikan.
Tak hanya fokus pada perbaikan fisik saja, kedepan dalam penerimaan siswa tahun ajaran baru, Burhanuddin akan membuat gebrakan dengan mengundang calon siswa dari SMP atau Tsanawiyah, melalui jalur prestasi.
"Akan kita kasih jatah nanti tanpa melalui tes, tapi kita lihat raportnya. Nanti kita tes sesuai prestasi dan tes agamanya," ujarnya.
Terakhir, kata dia, untuk meningkatkan ketaqwaan siswa, ia akan menganggarkan program nginap 10 hari seperti mondok pesantren, dengan istilah intensif tahfizul quran.
"Jadi dia hanya mengaji, menghafal didatangkan hafiz dan hafizul 30 juz, itulah gurunya," pungkas Burhanuddin. (man/ram)
Editor : Juli Rambe