Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Institut Teknologi Del bersama Kelompok Tani Sitambiri Gelar PkM Penerapan Teknologi Tepat Guna Mesin Pemipil Jagung

Johan Panjaitan • Selasa, 25 November 2025 | 15:31 WIB
PEMIPIL JAGUNG: PkM Penerapan Teknologi Tepat Guna Mesin Pemipil Jagung oleh Institut Teknologi Del bersama Kelompok Tani Sitambiri. (Istimewa/Sumut Pos)
PEMIPIL JAGUNG: PkM Penerapan Teknologi Tepat Guna Mesin Pemipil Jagung oleh Institut Teknologi Del bersama Kelompok Tani Sitambiri. (Istimewa/Sumut Pos)

Sumutpos.jawapos.com-Institut Teknologi Del bersama Kelompok Tani Sitambiri menjalankan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui penerapan teknologi tepat guna berupa mesin pemipil jagung. PkM dilaksanakan di Desa Lumban Dolok, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba pada Juli-Desember 2025.

Tim PkM Institut Teknologi Del terdiri Muhammad Ilham Maulana, S.T., M.T, Wesly Mailander Siagian, S.Pt., M.M, Rizal Horas Manahan Sinaga, S.Si., M.T., Ph.D, Debora Indrawarsi Manullang dan Octaviana Simanjuntak. Sedangkan dari Kelompok Tani Sitambiri hadir Krisman Tampubolon dan sejumlah pengurus kelompok tani.

Muhammad Ilham Maulana, S.T., M.T mengatakan bahwa kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi jagung inti, tetapi juga mendorong peningkatan pendapatan petani Sitambiri.

"Penerapan mesin pemipil jagung ini menjadi penting karena proses pemipilan yang selama ini dilakukan secara manual membutuhkan waktu yang panjang, tenaga kerja yang besar dan menghasilkan kualitas pipilan yang tidak seragam," sebut Muhammad Ilham Maulana, S.T., M.T kepada Sumut Pos, Selasa (25/11).

Kondisi tersebut, kata dosen Institut Teknologi Del, membatasi kapasitas produksi dan membuat petani sulit memenuhi kebutuhan pasar secara optimal. "Kehadiran teknologi tepat guna ini diharapkan dapat mempercepat proses pascapanen, menekan biaya operasional dan meningkatkan kualitas hasil jagung," jelasnya.

Selain meningkatkan produktivitas, lanjutnya, program ini juga dirancang untuk memperkuat aspek pemasaran hasil pertanian. Dengan kualitas pipilan yang lebih baik dan volume produksi yang meningkat, petani memiliki peluang lebih besar untuk memasuki pasar yang lebih luas dan memperoleh harga jual yang lebih tinggi.

Pendekatan ini sejalan dengan upaya meningkatkan pendapatan petani melalui peningkatan nilai tambah produk, penguatan akses pasar dan strategi pemasaran yang lebih kompetitif.

Sebagai bagian dari upaya mendukung kebijakan Kemdiktisaintek dalam memperkuat hilirisasi inovasi dan penerapan teknologi tepat guna di masyarakat, Muhammad Ilham Maulana, S.T., M.T mengatakan bahwa program ini diinisiasi untuk menjawab kebutuhan petani akan solusi yang mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing pertanian lokal.

Melalui sinergi perguruan tinggi dan masyarakat, menurut Muhammad Ilham Maulana, S.T., M.T, PkM ini menjadi wujud nyata implementasi keilmuan dan teknologi yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani. (dmp)

Editor : Johan Panjaitan
#Institut Teknologi #Del #pemipil jagung #Kabupaten Toba #PKM