Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Lulusan UMA Diminta Membawa Dampak Positif bagi Masyarakat

Johan Panjaitan • Rabu, 26 November 2025 | 08:30 WIB
LULUSAN UMA: Wisuda lulusan Universitas Medan Area. (Deddi Mulia Purba/Sumut Pos)
LULUSAN UMA: Wisuda lulusan Universitas Medan Area. (Deddi Mulia Purba/Sumut Pos)

Sumutpos.jawapos.com-Rektor Universitas Medan Area (UMA) Prof Dr Dadan Ramdan MEng MSc mewisuda 1.357 sarjana, magister dan doktor. Wisuda periode II tahun 2025 diadakan di Gelanggang Mahasiswa Kampus I Jalan Kolam Medan Estate, akhir pekan lalu.

Wisuda mengusung tema 'UMA Graduates: Empowering Communities Through Digital Technology, Integrity and Collaboration' ini dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim (YPHAS) M Erwin Siregar SE MBA, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Prof Saiful Anwar Matondang MA PhD dan undangan lainnya.

Rektor menegaskan bahwa tema wisuda UMA bukan sekadar slogan. Ini merupakan langkah strategis UMA dalam menghadapi transformasi zaman dan pembangunan kampus menuju green digital university. Saat penetrasi teknologi digital, big data dan kecerdasan buatan, kata rektor, seorang lulusan tidak cukup hanya cerdas.

"Tetapi juga harus berintegritas, adaptif, serta mampu berkolaborasi lintas disiplin. Era digital menuntut bukan hanya kompetensi, tetapi karakter. Dunia membutuhkan lulusan yang tidak sekadar ingin sukses, tetapi ingin memberi dampak," tegas Prof Dr Dadan Ramdan MEng MSc.

Dalam kesempatan ini, rektor memaparkan sejumlah pencapaian institusi. Diantaranya meraih Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) unggul. Terdapat sepuluh program studi sarjana hingga doktor juga meraih akreditasi unggul.

Selain itu jumlah lulusan meningkat signifikan, mencapai 2.447 orang pada tahun akademik 2024/2025. Lulusan Tepat Waktu (LTW) mencapai 52,2 persen dan Efektivitas Studi (ES) meningkat menjadi 65,8 persen.

UMA memiliki 308 dosen, dengan 254 dosen telah tersertifikasi dan 118 bergelar doktor. Prestasi mahasiswa juga meningkatkan secara signifikan. UMA lolos debat Bahasa Inggris tingkat nasional pada 2024/2025.

Rektor juga mengutarakan bahwa publikasi Scopus meningkat 66 persen dengan total 442 dokumen. Hibah penelitian naik dari 4 (2022) menjadi 35 hibah penelitian dan 5 hibah PKM pada 2025. Penguatan transformasi digital melalui aplikasi SAIS, SWAMP-D, SILIMA, SILAKAN, SIYOBI, SIKUMA dan SIKEMAK.

Dalam rekognisi nasional, UMA meraih sejumlah penghargaan SPMI, MBKM hingga akreditasi perpustakaan dan klinik pratama. Untuk rekognisi internasional seperti Impact Ranking (peringkat 61 nasional), Webometrics (PTS Peringkat 1 Sumut), QS Asian University Ranking (peringkat 169 Asia Tenggara) dan UI Green Metric (peringkat 18 nasional).

Prof Dr Dadan Ramdan MEng MSc menjelaskan pilar keberhasilan kepada lulusan. "Terus belajar karena pengetahuan cepat berubah dan adaptif adalah kunci. Jaga integritas karena kejujuran adalah nilai tertinggi dalam dunia profesional," jelasnya.

Rektor UMA juga mengingatkan jangan berhenti belajar dan perkokoh integritas diri. Selain itu tidak pernah merasa puas dalam berkarya dan memperdalam ilmu pengetahuan. Dunia berubah dengan begitu cepat.

Pemenang masa depan, kata rektor, adalah mereka yang terus belajar. Teknologi bisa meniru kecerdasan, tetapi tak bisa mengganti kejujuran.

Rektor menegaskan bahwa ilmu yang sudah didapat harus dimanfaatkan dan digunakan untuk membangun masyarakat. UMA ingin melahirkan lulusan yang tidak hanya sukses. Tetapi membawa dampak positif bagi masyarakat.

Sementara itu Ketua Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim M Erwin Siregar SE MBA mengatakan bahwa perguruan tinggi dituntut berstandar internasional. UMA menunjukkan kemajuan signifikan dalam penguatan akademik, penelitian dan infrastruktur digital.

Kepala LLDikti Wilayah I, Prof Saiful Anwar Matondang MA PhD menyebutkan bahwa gelar sarjana merupakan tonggak sejarah yang membawa tanggung jawab membangun bangsa melalui ilmu yang dimiliki dengan bekerja membangun bangsa dengan bekal etika dan integritas. (dmp)

Editor : Johan Panjaitan
#uma #rektor #wisuda