Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Sekolah Gratis di Kepulauan Nias Dinilai Jadi Kunci Pembangunan Berkelanjutan

Juli Rambe • Jumat, 9 Januari 2026 | 16:25 WIB
Anggota Komisi E DPRD Sumut, Dameria Pangaribuan. (Dok: istimewa)
Anggota Komisi E DPRD Sumut, Dameria Pangaribuan. (Dok: istimewa)

 

MEDAN, SUMUT POS- Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara (Sumut), Dameria Pangaribuan, menilai program sekolah gratis di Kepulauan Nias berpotensi menjadi kunci pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Program yang mulai berjalan pada tahun 2026 ini diharapkan mampu meningkatkan minat dan partisipasi pendidikan masyarakat.

Menurut Dameria, selama ini masih banyak anak-anak di Kepulauan Nias yang terkendala biaya, sehingga memilih tidak melanjutkan pendidikan setelah lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Dengan adanya kebijakan sekolah gratis, ia optimistis hambatan tersebut dapat diminimalisir dan angka partisipasi pendidikan, khususnya di jenjang SMA dan SMK, dapat meningkat secara signifikan.

“Berjalannya sekolah gratis di Kepulauan Nias diharapkan berdampak positif. Jika semakin banyak yang melanjutkan pendidikan ke SMA/SMK, maka perbaikan infrastruktur pendidikan di Nias juga bisa semakin ditingkatkan melalui dana BOS yang diperoleh sekolah,” ujar Dameria saat memberikan keterangannya, Jumat (9/1/2026).

Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan, peningkatan jumlah siswa akan berbanding lurus dengan besarnya Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima sekolah.

Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tersebut, lanjutnya, dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang sarana dan prasarana pendidikan, sehingga kualitas pembelajaran di Kepulauan Nias dapat terus meningkat.

Selain membahas pendidikan di wilayah kepulauan, Dameria juga menyinggung kondisi sejumlah daerah di Sumatera Utara yang kerap terdampak bencana alam, seperti banjir dan longsor.

Ia menekankan pentingnya kesiapan fasilitas sekolah darurat agar kegiatan belajar mengajar tidak terhenti.

“Untuk daerah yang terdampak banjir, sekolah bisa disiapkan dengan fasilitas seadanya terlebih dahulu. Yang terpenting anak-anak bisa kembali belajar seperti biasa dan tetap produktif," ucapnya.

Lebih lanjut, Dameria juga mendorong Kementerian Pendidikan agar memberikan fleksibilitas kurikulum, khususnya bagi sekolah-sekolah di wilayah terdampak bencana.

Menurutnya, penyesuaian kurikulum sangat diperlukan agar proses pembelajaran tetap relevan dengan kondisi dan kebutuhan siswa di lapangan.

“Dengan perencanaan yang tepat, kami optimistis program sekolah gratis, baik di Nias maupun di daerah terdampak bencana, dapat tepat sasaran dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan serta pembangunan daerah secara berkelanjutan,” tuturnya. (rel/san/ram)

 

Editor : Juli Rambe
#Kepualauan Nias #dprd sumut #Sekolag gratis di Kepulauan Nias