Sumutpos.jawapos.com-Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah pelaksanaan workshop pengisian Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi Swasta (IKU PTS) tahun 2026 dilingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I.
Workshop digelar di Auditorium Udin Sjamsuddin-Djalaluddin Lubis UMN Al-Washliyah Jalan Gedung Arca Medan, Senin (26/1). Workshop dilaksanakan offline dan online ini diikuti para pimpinan PTS di Sumut.
Kegiatan dua hari ini dibuka Kepala LLDikti Wilayah I Prof. Saiful Anwar Matondang, M A, PhD didampingi Rektor UMN Al-Washliyah Prof. Dr. H. Firmansyah, M.Si. Peserta workshop antara lain berasal dari UMN Al-Washliyah, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Institut Teknologi Sawit Indonesia, Politeknik LP3I Medan, Politeknik Ganesha dan STIKes Mitra Husada Medan.
Prof. Saiful Anwar Matondang, M.A, PhD berharap kegiatan ini dapat memberi dampak terhadap peningkatan kualitas pendidikan yang dikelola PTS di Sumut. "IKU Diktisaintek Berdampak dimana perguruan tinggi sebagai lembaga ilmu, pengetahuan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
diharapkan mampu memberi dampak nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat," sebutnya.
Konsep Diktisaintek Berdampak menegaskan pentingnya sinergi antara talenta unggul, riset dan inovasi yang relevan, pengabdian yang berdaya guna, dan tata kelola berintegritas. Melalui keempat pilar ini, lanjut kepala LLDikti Wilayah I, IKU perguruan tinggi diarahkan untuk menghasilkan perubahan nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat dan bangsa.
Dalam workshop ini dipaparkan 11 IKU bagi perguruan tinggi dimana dua diantaranya dikhususkan pada perguruan tinggi negeri. Terdapat enam IKU wajib, dua IKU pilihan dan satu IKU ciri khas atau keunikan dari perguruan tinggi.
IKU 1 (angka efisiensi edukasi perguruan tinggi), IKU 2 (persentase lulusan pendidikan tinggi dan vokasi yang langsung bekerja/melanjutkan jenjang pendidikan berikutnya/ berwirausaha dalam jangka waktu 1 tahun setelah kelulusan) serta IKU 3 (persentase mahasiswa S1 dan D4/D3/D2/D1 berkegiatan/meraih prestasi diluar program studi).
IKU 4 (jumlah dosen perguruan tinggi yang mendapatkan rekognisi internasional), IKU 5 (rasio luaran hasil kerja sama antara perguruan tinggi dan start-up/industri/lembaga), IKU 6 (persentase publikasi bereputasi internasional Scopus/WoS).
IKU 7 berupa persentase keterlibatan perguruan tinggi dalam SDG 1 (tanpa kemiskinan), SDG 4 (pendidikan berkualitas), SDG 17 (kemitraan) dan dua SDGs lain sesuai keunggulan serta IKU 8 (jumlah SDM perguruan tinggi dosen/peneliti yang terlibat langsung dalam penyusunan kebijakan nasional/daerah/industri).
IKU 9 (persentase pendapatan non-pendidikan/UKT), IKU 10 (jumlah usulan zona integritas-Wilayah Bebas dari Korupsi dan/atau Wilayah Birokrasi Bersih Melayani) serta IKU 11 (opini WTP atas laporan keuangan perguruan tinggi). (dmp)
Editor : Johan Panjaitan