SUMUT POS- Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 akan segera berlangsung. Saat ini, para siswa sedang disibukkan untuk memilih kampus yang menjadi incarannya.
Nah, bagi kamu yang sedang bersiap, yang pertama yang harus diperhatikan adalah data tahun 2025 yang bisa jadi rujukan!
Salah satu yang menonjol adalah menunjukkan bahwa Pilihan 1 saat menentukan prodi dan kampus bukan cuma pilihan utama di formulir, tapi benar-benar jadi penentu utama kelulusan.
Biasanya, hampir semua peserta punya dua pilihan kampus, tapi realitanya, hanya sebagian kecil yang benar-benar lolos lewat Pilihan 2. Angka-angka resminya membuka mata: kalau salah strategi, peluang bisa langsung anjlok.
Namun, daya tampung SNBP 2025 hanya 155.179 kursi. Ini berarti secara kasar, hanya sekitar satu dari lima pendaftar yang bisa diterima. Kondisi ini otomatis membuat sistem seleksi bekerja sangat ketat, terutama di tahap awal penilaian.
Angka Kelulusan Bicara: Pilihan 1 Jauh Lebih Menentukan
Dari total 150.547 siswa yang dinyatakan lolos SNBP 2025, fakta menarik langsung terlihat. Sebanyak 136.990 siswa diterima melalui Pilihan 1, sementara yang lolos lewat Pilihan 2 hanya 13.557 siswa.
Jika dihitung dengan rumus sederhana, peluang diterima lewat Pilihan 1 berada di angka sekitar 18,6 persen, sedangkan peluang dari Pilihan 2 hanya sekitar 2,3 persen. Selisih ini sangat jauh dan menegaskan bahwa Pilihan 2 bukan jaminan aman seperti yang sering dibayangkan.
Kenapa Pilihan 2 Sering Berujung “Zonk”?
Ada sistem seleksi di balik layar SNBP yang sering tidak disadari peserta. Pertama, panitia SNBP akan menyeleksi seluruh pendaftar Pilihan 1 terlebih dahulu. Selama kuota masih tersedia, proses akan terus berjalan di jalur ini.
Masalah muncul ketika kuota sudah penuh oleh pendaftar Pilihan 1. Dalam kondisi ini, pendaftar Pilihan 2 otomatis tidak diproses lebih lanjut, meskipun nilai akademiknya lebih tinggi. Jadi, nilai bagus saja tidak cukup jika kamu datang saat “pintunya” sudah tertutup.
Kampus “Tidak Mau Diduakan” Bukan Mitos
Fenomena kampus yang enggan menerima mahasiswa dari Pilihan 2 ternyata nyata. Banyak PTN besar seperti UI, ITB, UGM, dan kampus favorit lain hampir tidak pernah mengambil mahasiswa dari jalur Pilihan 2.
Bagi kampus-kampus ini, Pilihan 1 dianggap sebagai bentuk keseriusan dan komitmen calon mahasiswa. Mereka lebih menghargai peserta yang menjadikan jurusan tersebut sebagai tujuan utama, bukan sekadar alternatif cadangan.
Strategi Biar Lolos SNBP 2026
Pelajaran dari SNBP 2025 jelas: Pilihan 1 adalah harga mati. Seluruh strategi harus difokuskan ke pilihan ini, mulai dari pemetaan nilai rapor, prestasi, hingga riwayat kelulusan sekolah ke kampus tujuan.
Kalau tetap ingin mengisi Pilihan 2, lakukan dengan sangat rasional. Cari kampus yang secara historis masih menerima mahasiswa dari Pilihan 2, dan pastikan pilihan tersebut tidak saling “tabrakan” dengan Pilihan 1, baik dari sisi persaingan maupun kebijakan internal kampus.
SNBP bukan soal nekat atau sekadar berharap keajaiban. Data 2025 sudah jadi cermin jelas: siapa yang serius di Pilihan 1, dialah yang paling punya peluang lolos. (jpc/ram)
Editor : Juli Rambe