Sumutpos.jawapos.com-Universitas Samudra melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana Tahun 2026 kembali menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir di Aceh Tamiang. Kegiatan ini diketuai Dr. Rizki Damayanti, S.Si., M.Si., dosen Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Samudra bersama tiga mahasiswa program studi kimia yakni Annisa Rahma, Demi Serepina Ompusunggu dan Lolah Ramadhani.
Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada 15 Februari di Dusun Alur Nyamuk, Desa Matang Ara, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang. Dusun ini menjadi salah satu wilayah terdampak banjir cukup parah.
Pascabanjir, masyarakat tidak hanya mengalami kerugian material. Tetapi juga menghadapi persoalan kesehatan, khususnya penyakit kulit berupa gatal-gatal akibat paparan air dan lumpur yang tercemar.
Dr. Rizki Damayanti, S.Si., M.Si. menjelaskan bahwa kondisi lingkungan pascabanjir yang lembap dan kurang higienis memicu meningkatnya keluhan penyakit kulit di kalangan warga. Berdasarkan hasil survei tim di lapangan, kebutuhan mendesak masyarakat salah satunya adalah obat pereda gatal yang aman digunakan oleh berbagai kelompok usia.
Sebagai solusi, tim PKM menyalurkan minyak herbal komersial yang telah dikenal luas manfaatnya dalam membantu meredakan gatal, pegal linu serta berbagai keluhan ringan lainnya. Setiap kepala keluarga di Dusun Alur Nyamuk menerima satu botol minyak herbal untuk digunakan sesuai kebutuhan.
Kegiatan diawali dengan survei lokasi dan koordinasi bersama aparatur dusun setempat untuk memastikan jumlah penerima dan mekanisme distribusi berjalan tepat sasaran. Selanjutnya dilakukan penyerahan secara simbolis, pendistribusian langsung kepada warga serta edukasi singkat mengenai cara penggunaan minyak herbal yang aman dan efektif.
Melalui program ini, diharapkan masyarakat Dusun Alur Nyamuk dapat terbantu dalam mengatasi keluhan kesehatan kulit yang dialami serta merasakan kehadiran perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam penanganan dampak bencana.
Ia menyampaikan bahwa PKM merupakan bagian integral dari tridharma perguruan tinggi. “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan dukungan moral bagi masyarakat agar tetap kuat dan bangkit pascabencana,” ujar Dr. Rizki Damayanti, S.Si., M.Si.
Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu kimia dalam konteks nyata, khususnya terkait pemanfaatan produk berbasis bahan aktif alami untuk kesehatan masyarakat.
Kedepan, lanjutnya, tim berharap dapat terus berkontribusi dalam program-program pemberdayaan dan mitigasi kebencanaan, sehingga masyarakat memiliki kesiapsiagaan dan ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi bencana serupa. (dmp)
Editor : Johan Panjaitan