Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

SMK Swasta Pemda Rantauprapat: Pabrik SDM Andalan yang Mencetak Teknisi Siap Pakai untuk Industri Labuhanbatu

Johan Panjaitan • Senin, 20 April 2026 | 20:46 WIB
SMK Swasta Pemda Labuhanbatu di Jalan KH Dewantara, Rantauprapat mencetak tenaga kerja siap pakai. (Fajar/Sumut Pos)
SMK Swasta Pemda Labuhanbatu di Jalan KH Dewantara, Rantauprapat mencetak tenaga kerja siap pakai. (Fajar/Sumut Pos)

 

LABUHANBATU, Sumutpos.jawapos.com- Di sudut kota Rantauprapat, tepatnya di Jalan K.H. Dewantara, eksis berdiri sebuah institusi pendidikan formal yang selama lebih dari dua dekade menjadi tulang punggung penyedia tenaga kerja terampil di Kabupaten Labuhanbatu. Bukan sekadar sekolah biasa, sekolah menengah kejuruan (SMK) Swasta Pemda Rantauprapat adalah "mesin produksi" SDM yang dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan industri otomotif, manufaktur, teknologi, dan energi.

Dengan total peserta didik tercatat mencapai 720 siswa, sekolah ini menjadi kawah candradimuka bagi calon tenaga kerja handal dan dipercaya sebagai lembaga pendidikan vokasi tertua dan terakreditasi A di wilayah ini.

SMK Swasta Pemda Labuhanbatu dikenal memiliki beragam konsentrasi keahlian yang lengkap dalam mengakomodasi minat siswa. 
Dengan program studi yang sangat masif—terutama enam rombongan belajar (Rombel) Teknik Kendaraan Ringan (TKR) otomotif. Kemudian lima rombel Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM): Mencakup 2 Kelas.

Lalu, Teknik Pemesinan/Produksi: Meliputi keahlian bubut, las, dengan total tiga Rombel. Dan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL): satu Rombel.—SMK ini bukan hanya mencetak lulusan, melainkan memproduksi teknisi-teknisi yang sudah "siap pakai" dan langsung diserap oleh industri.

Baca Juga: Ini Jadwal Keberangkatan Haji Asal Sumatera Utara

Eksistensinya sebagai lembaga pendidikan yang adaptif terhadap teknologi dan kebutuhan industri. Saat ini memasuki babak baru dengan pergantian kepemimpinan serta komitmen kuat dalam menjalin kerjasama dengan dunia usaha dan industri (DUDI).

Memasuki pertengahan April 2026, terjadi pergantian tongkat estafet kepemimpinan. Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Pemerintah Daerah Kabupaten Labuhanbatu,  Wan Juma Sari Dewi Jamri, secara resmi melantik Manor Ritonga sebagai Kepala Sekolah yang baru menggantikan periode sebelumnya.

Dalam sambutannya, Wan Juma Sari menekankan Kepala Sekolah baru harus mampu menghadirkan inovasi dan membangun sinergi antara guru, orang tua, serta masyarakat. "Investasi di sektor pendidikan merupakan kunci utama dalam mendorong kemajuan daerah," tegasnya.

Di ruang kerjanya, Matnoor Ritonga mengaku sebagai Kasek SMK Swasta akan berupaya untuk menjaga kualitas pendidikannya, SMK ini di bawah kendalinya aktif melakukan Kerjasama (MoU) dengan banyak kalangan dalam meningkatkan kualitas para peserta didik.

"Kerjasama yang akan dilakukan ke berbagai pihak memungkinkan siswa untuk meningkatkan ilmu lifeskill-nya," ujar Matnoor, Senin 20 April 2026. 

Misalnya untuk tehnik jaringan komputer dan tehnik permesinan melakukan Praktik Kerja Industri (Prakerin) serta uji kompetensi langsung dengan penguji eksternal dari dunia industri.

Baca Juga: Bantuan Tak Merata, Ratusan Korban Banjir Langkat Tumbangkan Gerbang Kantor Bupati

Sedangkan untuk mengasah ilmu Industri Otomotif: Rombel Tehnik kenderaan ringan  dan tehnik bisnis sepedamotor, para siswa akan mengasah ilmu Perbengkelan Mobil dan otomotif ke sejumlah tempat yang serius membantu mencetak mekanik profesional.

"Kita akan adakan kerjasama dengan pelaksanaan praktek kerja nyata siswa ke lokasi perbengkelan yang memiliki mekanik handal. Siswa tidak hanya menghafal teori mesin, tetapi dibiasakan dengan dunia perbengkelan roda dua dan empat modern," papar mantan anggota DPRD Labuhanbatu ini.

Demikian juga untuk sektor industri saat ini yang sangat membutuhkan tenaga di bidang energi dan produksi. SMK Pemda merespon kebutuhan tersebut dengan membuka program Teknik Instalasi Tenaga Listrik  dan Teknik Pemesinan (Mesin Produksi: Bubut, Las, Teknologi B). 

Namun, menjadi tantangan kedepannya untuk dapat semakin melengkapi sejumlah fasilitas pendukung dengan tetap mempertahankan kurikulum vokasi berbanding 60 - 40 dengan Kurikulum akademik.

"Akan lebih banyak praktek dibanding di dalam kelas. Yakni 60-40," paparnya.


SMK Pemkab Labuhanbatu sejak awal sudah mempu mempersiapkan tenaga-tenaga terampil dalam mengisi permintaan lowongan pekerjaan di daerah itu. Didampingi Wakasek Kesiswaan Azhar Rambe dan Sabyan BW diketahui bahwa setiap tahun, sekolah ini telah banyak bekerja di Instansi Pemkab Labuhanbatu, Perusahaan BUMN dan Swasta. Ini adalah bukti konkret bahwa lulusan dari sini tidak hanya menganggur, tetapi langsung "diserbu" oleh dunia kerja.

SMK Swasta Pemda Rantauprapat bukanlah sekolah pinggiran. Dengan akreditasi A, dukungan penuh Pemerintah Kabupaten, dan kurikulum yang mengedepankan 6 bulan Prakerin di dunia nyata, sekolah ini telah membuktikan diri sebagai "Pabrik SDM" terbesar di wilayah selatan Sumatera Utara. (fdh/han) 

Editor : Johan Panjaitan
#vokasi unggulan #Tekanan #SMK Swasta Arjuna #pemda #kurikulum