Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Hari Kartini di STIKes Mitra Husada Medan: Jalin Kerja Sama dengan BKKBN Provsu dan Seminar

Johan Panjaitan • Rabu, 22 April 2026 | 07:45 WIB
HARI KARTINI: STIKes Mitra Husada Medan memperingati Hari Kartini di aula perguruan tinggi, Selasa (21/4). (Deddi Mulia Purba/Sumut Pos)
HARI KARTINI: STIKes Mitra Husada Medan memperingati Hari Kartini di aula perguruan tinggi, Selasa (21/4). (Deddi Mulia Purba/Sumut Pos)

 

Sumutpos.jawapos.com-Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Husada Medan mengelar seminar dan peringatan Hari Kartini dengan tema: Tranformasi Inovation Eco Kartini, Elevating Student Leadership Bertalenta Service Excellent for Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, Selasa (21/4).

Dalam kesempatan ini dilaksanakan penandatangan kerja sama yang dilakukan Ketua STIKes Mitra Husada Medan Dr. Siti Nurmawan Sinaga, M.Kes dengan Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Madya Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provsu Dra. Rabiatun Adawiyah, MPHR. Dilaksanakan juga upacara Hari Kartini, seminar, donor darah bersama tim Palang Merah Indonesia (PMI) Medan dipimpin dr Leila Yuli Sagala. Selanjutnya ada kegiatan penyampaian orasi, perlombaan dan hiburan.

Baca Juga: Bukan Sekadar Asap, Makan Makanan Ultra Proses Juga Bisa Picu Kanker Paru

Pemateri seminar yakni Dra. Rabiatun Adawiyah, MPHR dengan materi membangun mahasiswa yang inovatif dalam menghadapi bonus demografi. Pemateri lain adalah Dyanty Butarbutar, M.M dengan materi women emancipation for inovation dan Sri Muliana Putri Bakara, M.Keb dengan materi realitas kesenjangan, paradoks peran perempuan Indonesia.

Dra. Rabiatun Adawiyah, MPHR mengingatkan tentang visi Indonesia Emas tahun 2045 dengan terwujudnya generasi emas yang berdaulat, maju, adil dan makmur. 

"Sumber daya manusia unggul, Indonesia maju. SDM unggul, berbudaya serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Ekonomi yang maju dan berkelanjutan. Pembangunan yang merata dan inklusif. Negara yang demokratis, kuat dan bersih," katanya.

Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Madya BKKBN Provsu mengingatkan bahwa ketahanan keluarga yang baik merupakan modal dasar untuk mewujudkan ketahanan nasional. Bonus demografi adalah peluang emas yang tidak datang dua kali.

Baca Juga: Alasan Maia Estianty Masih Jualan Online, Jangan Jadi Pemalas!

"Mahasiswa sebagai generasi muda harus dipersiapkan menjadi individu yang inovatif dan berdaya saing. Sinergi antara pemerintah, akademisi dan masyarakat serta berlandaskan pada prinsip SDGs 2030, Indonesia dapat memaksimalkan potensi bonus demografi menuju pembangunan yang berkelanjutan," tegasnya.

Dr. Siti Nurmawan Sinaga, MKes didampingi Salju selaku ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIKes Mitra Husada Medan menegaskan tentang gold winner indikator kinerja utama perguruan tinggi dan akreditasi unggul. "Mahasiswa unggul bukan hanya dalam indeks prestasi. Tapi juga unggul dalam budaya," katanya. 

Di STIKes Mitra Husada Medan, lanjutnya, ada budaya PACER yakni Professional, Akuntabel, Collaborative, Empathy & Compassion dan Reliabel sehingga dihasilkan lulusan yang bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat. "Mahasiswa tidak boleh diam saja. Namun harus bisa berpikir dan bergerak agar Indonesia tidak ketinggalan," sebutnya.

Terkait Hari Kartini, Dr. Siti Nurmawan Sinaga, MKes mengutarakan suatu hal yang membanggakan. "Tanpa ada Kartini, barangkali kami tidak bisa berdiri disini. Mahasiswa seluruhnya antusias mengikuti peringatan Hari Kartini. Era industri 5.0 berdampak besar terhadap mahasiswa," imbuh tokoh pendidikan yang juga bendahara umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Sumut tersebut. (dmp)

Editor : Johan Panjaitan
#hari kartini #mahasiswa #Stikes Mitra Husada #bkkbn #inovatif