Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Unpri dan Kementerian P2MI Bangun Ekosistem Pekerja Migran Profesional dan Terlindungi

Johan Panjaitan • Kamis, 7 Mei 2026 | 16:30 WIB
KERJA SAMA: Prof. Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes (kanan) bersama Drs. H. Mukhtarudin saat MoU Unpri dengan Kementerian P2MI. (Istimewa/Sumut Pos)
KERJA SAMA: Prof. Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes (kanan) bersama Drs. H. Mukhtarudin saat MoU Unpri dengan Kementerian P2MI. (Istimewa/Sumut Pos)

 

Sumutpos.jawapos.com-Universitas Prima Indonesia (Unpri) Medan menjalin kerja sama strategis dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Jakarta. Kerja sama ditandatangani Menteri P2MI Drs. H. Mukhtarudin dengan Rektor Unpri Prof. Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes, belum lama ini. 

Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi untuk membangun sistem penempatan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang lebih modern, terintegrasi dan berdaya saing global.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat Kementerian P2MI. Diantaranya Komjen Pol. Dr. Dwiyono (sekretaris jenderal), Ilham Akbar Mustafa (staf khusus bidang transformasi digital), Harold Hamonangan (kepala BP3MI Sumut) dan Dr. Arman Muis (kepala BP3MI DKI Jakarta). Sedangkan Prof. Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes  didampingi Dr. dr. Ali Napiah Nasution, MKT, MKM, Sp KKLP(K), COPC (wakil rektor IV).

Salah satu poin utama kerja sama ini adalah pengembangan Migran Centre di kampus UNPRI sebagai pusat layanan terpadu (one stop service). Fasilitas ini akan melayani berbagai kebutuhan calon pekerja migran. Mulai dari pelatihan keterampilan, edukasi prosedur penempatan hingga pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan.

Baca Juga: Pasca Dipanggil Kejari, PUD Pasar Kota Medan Segera Laporkan Pengelola Pasar, Anggia : Bertahun-tahun Rugikan Negara

"Dengan dukungan lima rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang dimiliki, Unpri dinilai memiliki keunggulan dalam menyediakan layanan medical check-up yang terintegrasi dengan pelatihan berbasis kompetensi. Hal ini diharapkan mampu melahirkan tenaga migran dengan keterampilan menengah hingga tinggi yang siap bersaing di pasar global," kata menteri P2MI.

Rektor Unpri Prof. Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes mengatakan bahwa kerja sama memperkuat konsep link and match antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri internasional. Unpri mendorong penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja global, termasuk peningkatan kemampuan bahasa, keterampilan teknis, dan literasi global.

"Inisiatif ini sejalan dengan visi Sociotechnopreneurship Unpri yang menggabungkan ilmu pengetahuan, teknologi dan kewirausahaan sosial. Mahasiswa tidak hanya disiapkan sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai talenta adaptif yang mampu menciptakan peluang di tingkat internasional," katanya.

Baca Juga: Dirampok di Jembatan Lau Renun, Wandaniel Girsang Kritis dan Kehilangan Uang Puluhan Juta

Ke depan, lanjut Prof. Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes, sinergi ini diharapkan mampu mempercepat transformasi pekerja migran Indonesia menjadi tenaga profesional yang kompeten, berdaya saing, dan terlindungi secara hukum.

Dengan sistem yang terintegrasi sejak bangku kuliah, lanjut rektor, lulusan Unpri diharapkan siap bekerja sekaligus bersaing di tingkat global. (dmp)

Editor : Johan Panjaitan
#unpri #P2MI #ekosistem #kementerian