Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Rektor UIN Sumatera Utara Bersama Tokoh dari Sumbar, Aceh dan Sumut Telusuri Peradaban Islam dan Budaya Tiongkok

Johan Panjaitan • Minggu, 17 Mei 2026 | 13:00 WIB
TIONGKOK: Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag (9 kiri) bersama delegasi tokoh dari Sumatera berkunjung di Tiongkok. (Dok UIN SUmatera Utara/Sumut Pos)
TIONGKOK: Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag (9 kiri) bersama delegasi tokoh dari Sumatera berkunjung di Tiongkok. (Dok UIN SUmatera Utara/Sumut Pos)

 

Sumutpos.jawapos.com-Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag dan sejumlah tokoh agama, akademisi dan perwakilan organisasi kemasyarakatan dari Sumatera mengunjungi Xinjiang, Kashgar dan Beijing untuk menelusuri peradaban Islam dan budaya Tiongkok pada 10-18 Mei 2026.

Kunjungan Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag. bersama para tokoh dari Sumut, Sumbar dan Aceh tersebut atas undangan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok melalui Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Medan Huang He dan Ketua Perhimpunan INTI dr Indra Wahidin.

Dalam kunjungan yang bertujuan mempererat hubungan persahabatan, memperkuat dialog budaya dan keagamaan serta memperluas wawasan tentang kehidupan masyarakat muslim di Tiongkok, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag didampingi Kepala Biro AUPK UIN Sumatera Utara Dr. H. Ibnu Sa’dan. 

Delegasi juga diikuti pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut. Diantaranya Dr. H. Maratua Simanjuntak (ketua umum), Prof. Dr. H.M. Jamil (wakil ketua umum) dan Prof. Dr. Agussani, M.AP (ketua dewan pertimbangan)
serta Ketua MUI Medan Dr. H. Hasan Matsum. Ikut serta tokoh masyarakat serta perwakilan organisasi kemasyarakatan dan perguruan tinggi dari Sumbar dan Provinsi Aceh.

Rombongan berangkat dari Medan menuju Beijing melalui Singapura pada 10 Mei dan selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Urumqi, ibu kota Daerah Otonomi Xinjiang Uyghur. 
Selanjutnya ke Kashgar, kota bersejarah di Jalur Sutra yang dikenal sebagai salah satu pusat peradaban Islam di kawasan Asia Tengah. 

Baca Juga: Menjaga Bara Persaudaraan di Tepian Toba, Perjalanan Akur Bienam Menemukan Makna Kebersamaan di Paropo

Di kota ini, delegasi mengunjungi Masjid Id Kah, kawasan kerajinan tangan Xiangfei Garden dan kawasan perdagangan Kashgar Comprehensive Bonded Zone. Pada 15 Mei, delegasi ke Beijing untuk menyaksikan pertunjukan seni budaya di Lao She Teahouse.

Diibukota Tiongkok ini, dikunjungi lokasi bersejarah seperti Museum of the Communist Party of China, Summer Palace, Kota Terlarang (Forbidden City) dan Tembok Besar Mutianyu.

Rektor UIN Sumatera Utara menilai kunjungan ke Xinjiang memiliki makna penting karena wilayah itu dikenal sebagai salah satu pusat komunitas muslim terbesar di Tiongkok. Lebih dari separuh penduduk Xinjiang, lanjut rektor, beragama Islam dengan mayoritas berasal dari etnis Uyghur yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan peradaban Islam di kawasan Asia Tengah dan Tiongkok bagian Barat.

"Xinjiang memperlihatkan karakter peradaban Islam yang sangat khas. Nuansa keislaman tampak kuat dalam kehidupan masyarakat. Mulai dari budaya, tradisi, kuliner halal hingga arsitektur bangunan-bangunan megah yang dihiasi ornamen kaligrafi Arab," ungkapnya.

Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag mengatakan bahwa keberadaan masjid-masjid besar menjadi bagian penting dari identitas masyarakat muslim di wilayah tersebut. Salah satunya adalah masjid Erdaoqiao di Urumqi yang dikenal sebagai salah satu masjid terbesar dan tertua di Tiongkok yang menjadi pusat aktivitas keagamaan dan budaya masyarakat Uyghur.

Baca Juga: Polres Sergai Panen Raya Jagung, Tegaskan Komitmen Polri Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Identitas Islam di Xinjiang juga terlihat dalam berbagai fasilitas publik. Di Bandara Internasional Urumqi Diwopu misalnya, sejumlah papan informasi dan rambu petunjuk selain menggunakan bahasa Mandarin dan Inggris juga dilengkapi dengan aksara Arab.

Rektor menegaskan bahwa kunjungan ini memberi manfaat penting bagi pengembangan perguruan tinggi Islam. Khususnya bagi UIN Sumatera Utara dalam memperluas wawasan internasional, memperkuat jejaring akademik dan budaya serta memperkaya perspektif tentang peradaban Islam dunia dan masyarakat Muslim multikultural.

Selama berada di Xinjiang, delegasi mengikuti berbagai agenda budaya, kunjungan ke lembaga keagamaan serta dialog mengenai kehidupan masyarakat Muslim setempat. Delegasi juga mengunjungi Pasar Internasional Grand Bazaar Urumqi yang menjadi pusat perdagangan dan budaya masyarakat Muslim Xinjiang. 

Rombongan juga melakukan kunjungan ke Xinjiang Islamic Institute yang merupakan lembaga pendidikan Islam terkemuka di wilayah tersebut. Kunjungan ini untuk memperoleh gambaran mengenai sejarah, sistem pendidikan dan perkembangan Islam di Xinjiang selama lebih dari tujuh dekade.

Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag dengan delegasi berdialog dengan Muhatiremu (president of Xinjiang Islamic Institute) beserta jajaran pimpinan kampus lainnya.

Pertemuan membahas perkembangan Xinjiang Islamic Institute sebagai salah satu institusi pendidikan Islam terbesar di Urumqi dam kontribusinya dalam mendukung kemajuan masyarakat Tiongkok. Khususnya dalam penguatan kerukunan, pendidikan keagamaan, dan harmonisasi sosial di tengah masyarakat multietnis.

Kunjungan tersebut, kata Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag diharapkan menjadi jembatan penguatan hubungan persahabatan dan kerja sama di bidang pendidikan, sosial, budaya dan keagamaan antara masyarakat Indonesia dan Tiongkok. (dmp)

Editor : Johan Panjaitan
#UIN Sumatera Utara #peradaban #aceh #Tokoh #sumbar