PADANG LAWAS UTARA, Sumut Pos – Jarak dari pusat kota dan keterbatasan fasilitas tak pernah menjadi alasan untuk berhenti bermimpi. Semangat itulah yang dibuktikan tiga siswa SMP Swasta Bina Artha Wacana UPT Desa Ujung Gading Jae, Kecamatan Simangambat, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Kabupaten Paluta.
Sekolah yang berada di tengah kawasan perkebunan kelapa sawit itu sukses mengantarkan tiga siswanya meraih gelar juara sekaligus mengamankan tiket menuju OSN tingkat Provinsi Sumatra Utara.
Tiga siswa berprestasi tersebut adalah:
- Vanecha Angel Silaban, siswi kelas VII, Juara Bidang Matematika.
- Audya Epivanya Rolis Siregar, siswi kelas VIII, Juara Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
- Erika Amelia Manalu, siswi kelas VIII, Juara Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Prestasi itu menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan tidak semata ditentukan oleh letak geografis sekolah. Dengan kerja keras, disiplin, dan pendampingan guru, siswa dari daerah terpencil pun mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lain.
Menembus Batas dari Tengah Perkebunan Sawit
SMP Swasta Bina Artha Wacana berdiri di kawasan perkebunan kelapa sawit PT Barumun Agro Sentosa (BAS) Kebun Aek Sigala-gala, lokasi yang cukup jauh dari pusat pemerintahan maupun fasilitas pendidikan yang lebih lengkap.
Namun kondisi tersebut justru menjadi pemantik semangat bagi para guru dan siswa untuk terus menunjukkan kemampuan terbaik.
Di tengah berbagai keterbatasan, sekolah ini mampu membuktikan bahwa anak-anak dari pelosok Padang Lawas Utara memiliki potensi besar untuk berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.
Baca Juga: Kirab Gunungan Sonomartani Diusulkan Jadi Agenda Wisata Budaya Tahunan Labura
Kepala SMP Swasta Bina Artha Wacana UPT, Rahim Iskandar, S.T.P, mengaku bangga atas pencapaian para siswanya. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras siswa, dedikasi para guru, serta dukungan penuh orang tua.
"Saya sangat senang, gembira, sekaligus bangga. Ini adalah bukti nyata bahwa lokasi yang terpencil bukan menjadi penghalang untuk berprestasi. Saya berharap para guru terus meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga prestasi seperti ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan," ujar Rahim, Jumat (10/7/2026).
Baca Juga: Argentina vs Swiss: Messi Hadapi Tembok Kukuh La Nati demi Tiket Semifinal
Meski berhasil menjadi yang terbaik di tingkat kabupaten, Rahim mengingatkan ketiga siswanya agar tidak cepat merasa puas. Menurutnya, persaingan di tingkat provinsi akan jauh lebih ketat sehingga diperlukan persiapan yang lebih matang.
"Perjalanan kalian masih panjang. Setelah tingkat kabupaten, masih ada tingkat provinsi dan mudah-mudahan bisa sampai tingkat nasional. Tetap rendah hati, jangan sombong, dan teruslah belajar agar menjadi lebih baik lagi," pesannya.
Saat ini, pihak sekolah bersama para guru telah menyiapkan pendampingan intensif sebagai bekal menghadapi OSN tingkat Provinsi Sumatra Utara. (mag-12/han)
Editor : Johan Panjaitan