LABURA, Sumutpos.jawapos.com– MTsN 2 Labuhanbatu Utara (Labura) mengawali Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menggelar psikotes bagi seluruh peserta didik baru sebagai langkah strategis untuk memetakan potensi, minat, bakat, hingga karakter setiap siswa. Program ini menjadi fondasi awal bagi madrasah dalam merancang proses pembelajaran yang lebih personal, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (20/7/2026) itu diikuti seluruh siswa baru dengan antusias. Mereka mengikuti serangkaian instrumen tes yang dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir, gaya belajar, minat, bakat, serta karakter kepribadian. Seluruh data yang diperoleh akan menjadi pijakan bagi guru dalam memberikan layanan pendidikan yang lebih terarah.
Kepala MTsN 2 Labuhanbatu Utara, Dra. Nurhabibah Harahap, S.Pd., menegaskan bahwa psikotes bukanlah alat untuk mengelompokkan siswa berdasarkan tingkat kecerdasan, melainkan sarana mengenali kekuatan dan karakter unik yang dimiliki setiap individu.
"Psikotes ini bukan untuk menentukan siapa yang pintar atau kurang pintar. Tujuannya adalah mengenali potensi setiap peserta didik sehingga guru dapat memberikan layanan pembelajaran, bimbingan, dan pendampingan yang sesuai dengan karakteristik mereka," ujar Nurhabibah.
Baca Juga: Gempa Tektonik Aceh Terasa hingga Medan dan Deliserdang
Menurutnya, setiap anak memiliki kemampuan dan cara belajar yang berbeda. Karena itu, pendekatan pendidikan juga harus disesuaikan agar potensi yang dimiliki dapat berkembang secara optimal.
Hasil psikotes nantinya akan dimanfaatkan oleh guru mata pelajaran, wali kelas, hingga guru Bimbingan dan Konseling (BK) sebagai dasar dalam menyusun strategi pembelajaran maupun program pembinaan. Dengan pemetaan tersebut, proses belajar mengajar diharapkan lebih efektif karena berangkat dari kebutuhan nyata setiap peserta didik.
Nurhabibah menjelaskan, pemetaan sejak awal tidak hanya berfokus pada aspek akademik. Madrasah juga ingin mengidentifikasi berbagai potensi lain seperti kepemimpinan, kemampuan sosial, kreativitas, minat, bakat, hingga gaya belajar yang paling sesuai bagi masing-masing siswa.
"Melalui pemetaan ini, guru memiliki gambaran yang lebih utuh tentang peserta didik. Dengan demikian, pembinaan yang diberikan tidak bersifat umum, tetapi benar-benar disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan mereka," katanya.
Ia menambahkan, MTsN 2 Labuhanbatu Utara terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai program yang mendorong perkembangan peserta didik secara menyeluruh. Madrasah tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keagamaan, membangun karakter, menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta membentuk akhlakul karimah.
Baca Juga: Pakar Teknik Sipil: Getaran Ledakan di Grand Polonia Mirip Cara Kerja Dinamit Merobohkan Bangunan
Nurhabibah berharap hasil psikotes menjadi titik awal bagi siswa untuk mengenali kemampuan terbaik yang mereka miliki sekaligus menjadi bekal bagi madrasah dalam memberikan pendampingan yang lebih optimal.
"Harapan kami, seluruh peserta didik baru mampu mengenali kelebihan yang dimiliki, memiliki semangat belajar yang tinggi, serta terus mengembangkan seluruh potensinya. Madrasah akan mendampingi mereka agar tumbuh menjadi generasi yang berilmu, beriman, berakhlak mulia, mandiri, kreatif, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat," pungkasnya. (mag-10/han)
Editor : Johan Panjaitan