GUNUNGSITOLI, Sumutpos.jawapos.com– Persoalan biaya kuliah yang membuat sejumlah mahasiswa kesulitan melanjutkan pendidikan mendapat perhatian serius Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution.
Saat mengunjungi Program Studi D-3 Keperawatan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Medan di Gunungsitoli, Iraonogeba, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Minggu (9/8/2026), Bobby merespons langsung keluhan mahasiswa yang terkendala biaya pendidikan.
Kunjungan tersebut awalnya merupakan agenda untuk melihat kondisi kampus sekaligus meninjau fasilitas pendidikan tenaga kesehatan di Kepulauan Nias. Bobby disambut Direktur Poltekkes Kemenkes Medan Tengku Sri Wahyuni, S.SiT., M.Keb, bersama jajaran pimpinan dan civitas akademika Prodi D-3 Keperawatan Gunungsitoli.
Baca Juga: Semarakkan HUT ke-81 RI, dr Dimas Ajak Warga Medan Kibarkan Merah Putih di Setiap Rumah
Namun, di tengah peninjauan fasilitas kampus, perhatian Bobby tertuju pada persoalan yang jauh lebih mendasar: mahasiswa yang harus menghentikan sementara perkuliahan karena tidak mampu membayar biaya pendidikan.
Mahasiswa Cuti karena Tak Mampu Bayar Kuliah
Seorang mahasiswa yang sedang mengambil cuti karena menunggak biaya kuliah bahkan langsung menemui Bobby untuk menyampaikan kondisi yang dialaminya.
Bobby merespons persoalan tersebut dengan memberikan bantuan biaya pendidikan. Tidak hanya satu mahasiswa, pemerintah provinsi juga menyiapkan skema beasiswa bagi sejumlah mahasiswa Poltekkes yang mengalami kendala ekonomi.
Menurut Bobby, persoalan tersebut bukan sekadar menyangkut keberlangsungan pendidikan seorang mahasiswa. Jika dibiarkan, dampaknya dapat meluas terhadap ketersediaan tenaga kesehatan di Kepulauan Nias.
Bobby mengungkapkan adanya kondisi yang cukup memprihatinkan. Berdasarkan data yang dihimpun dari pihak Poltekkes Medan, dari 66 mahasiswa yang diterima pada semester pertama, hanya 23 orang yang dapat mengikuti perkuliahan. Sementara 43 lainnya disebut terkendala biaya.
Baca Juga: Dampak Proyek Bendung Dalu-Dalu Disorot, Yadhi Khoir Minta Solusi agar Masyarakat Tak Dirugikan
"Ini kan menjadi persoalan juga, baik untuk tenaga kesehatan yang ada di Kepulauan Nias dan juga anak-anak kita mendapat lapangan pekerjaan," ujar Bobby.
Pemprov Sumut Siapkan Skema Beasiswa
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov Sumut akan membangun kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota dan pihak terkait guna menyiapkan beasiswa.
Bobby mengatakan jumlah penerima beasiswa akan dihitung berdasarkan kebutuhan, termasuk mahasiswa Poltekkes Medan yang menempuh pendidikan di Gunungsitoli.
"Nanti kami kerja sama memberikan beasiswa. Nanti jumlahnya akan coba kami hitung berapa, dari jumlah Poltekkes Medan termasuk mahasiswa Poltekkes Gunungsitoli akan mendapatkan beasiswa," katanya.
Ia juga menyebut pemerintah daerah akan berupaya agar dukungan pembiayaan dapat diberikan melalui kerja sama dengan rumah sakit.
"Kalau melalui rumah sakit, contohnya minimal 50 persen akan diberikan beasiswa," ujar Bobby.
Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh manfaat dari fasilitas pendidikan yang tersedia, termasuk fasilitas pendidikan kesehatan milik Kementerian Kesehatan.
Pendidikan Tenaga Kesehatan Jadi Perhatian
Bobby menegaskan bahwa persoalan sarana dan prasarana kampus Poltekkes Medan merupakan kewenangan Kementerian Kesehatan.
Namun, pemerintah daerah tidak ingin lepas tangan terhadap persoalan mahasiswa yang merupakan bagian dari masyarakat Sumatera Utara.
"Kami sebagai pemerintah daerah yang punya masyarakatnya, kami memberikan kepada masyarakat agar bisa menikmati fasilitas dari kementerian ini secara free. Tadi target kita 50 persen, mudah-mudahan kita kasih melalui beasiswa," katanya.
Ia berharap akses pendidikan bagi calon tenaga kesehatan di Kepulauan Nias semakin terbuka. Menurutnya, keberadaan tenaga kesehatan lokal sangat penting untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan.
"Poltekkes Medan harus banyak beasiswanya," tegas Bobby.
Direktur Poltekkes Kemenkes Medan, Tengku Sri Wahyuni, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian Bobby terhadap mahasiswa di Gunungsitoli.
Baca Juga: Kisruh Air Panas Doulu Memanas, Warga Blokir Jalan hingga Wisatawan Terjebak
Menurutnya, kehadiran kepala daerah secara langsung di tengah mahasiswa memberikan dorongan moral sekaligus menunjukkan bahwa persoalan pendidikan mereka mendapat perhatian pemerintah.
"Anak-anaknya ketika dikunjungi pasti bahagia mendapatkan kesempatan, artinya mendapat perhatian," ujarnya.
Kunjungan Bobby juga menjadi momentum untuk melihat langsung kondisi fasilitas pendidikan dan kebutuhan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan keperawatan di Gunungsitoli.
Hadir dalam kunjungan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut H Muhammad Faisal Hasrimy, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Dikky Anugerah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut Alexander Sinulingga, serta Direktur Utama Perusahaan Daerah Aneka Industri dan Jasa Provinsi Sumatera Utara Swangro Lumban Batu.
Bagi Pemprov Sumut, persoalan biaya pendidikan tidak boleh menjadi alasan seorang calon tenaga kesehatan kehilangan kesempatan menyelesaikan studinya.
Sebab, membantu mahasiswa bertahan di bangku kuliah bukan hanya menyelamatkan masa depan individu, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia yang kelak dibutuhkan untuk memperkuat pelayanan kesehatan di Kepulauan Nias. (eri/han)
Editor : Johan Panjaitan