MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Politik tidak semestinya menjadi ruang yang hanya diisi para elite. Generasi muda, khususnya mahasiswa, memiliki posisi strategis untuk ikut membaca, mengkritisi, sekaligus mendorong perubahan. Semangat itulah yang dibawa mahasiswa Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) melalui Gerak Antusias Politik (GASPOL).
Kegiatan yang menjadi bagian dari Pra-Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (Pra-PKKMB) Program Studi Ilmu Politik tersebut digelar di Higher Steps, Senin (10/8/2026). GASPOL dirancang sebagai ruang edukasi sekaligus pengenalan politik bagi mahasiswa baru angkatan 2026.
Mengusung tema “Young in Politics: Be The Change, Create The Future”, kegiatan ini menempatkan anak muda bukan sekadar sebagai penonton dalam dinamika politik, melainkan sebagai bagian penting dari proses perubahan.
Baca Juga: Sinergi Kades dan Anggota DPRD Labura Sukses Meriahkan Pesta Rakyat HUT RI di Kampung Pajak
Ketua Panitia GASPOL, Muhammad Afkar Jahfal Siregar, mengatakan tema tersebut dipilih untuk menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam kehidupan politik. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki keberanian untuk berpikir kritis, menyampaikan gagasan, serta mengambil peran dalam menghadirkan perubahan yang positif.
“Melalui tema ini, kami ingin mengajak generasi muda untuk tidak apatis, tetapi berani berpikir kritis, menyampaikan pendapat, dan berkontribusi menciptakan perubahan,” ujarnya.
Afkar berharap mahasiswa mampu tumbuh sebagai generasi yang aktif, kritis, dan berani menyuarakan gagasan. Bagi dia, keterlibatan anak muda dalam politik bukan semata tentang perebutan kekuasaan, tetapi juga bagaimana memahami persoalan publik dan ikut menentukan arah masa depan masyarakat serta bangsa.
Pesan tersebut diterjemahkan dalam sejumlah agenda yang dikemas secara interaktif. Forum diskusi dan kampanye kesadaran politik menjadi bagian utama kegiatan, dengan pembahasan seputar hak suara, literasi kebijakan publik, hingga posisi strategis pemuda dalam mengawal demokrasi.
Melalui forum tersebut, mahasiswa baru diajak memahami bahwa politik memiliki dampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari. Karena itu, sikap apatis dan sekadar menjadi penonton dinilai tidak lagi relevan bagi generasi yang kelak akan menentukan arah kehidupan demokrasi.
Baca Juga: Peralatan Dapur Rusak Bisa Jadi Risiko, Kenali Waktu Tepat Menggantinya
Antusiasme itu turut terlihat dari respons mahasiswa baru. Benaya, mahasiswa Program Studi Ilmu Politik angkatan 2026, mengaku mengikuti GASPOL karena ingin membuka pengalaman dan wawasan baru yang sebelumnya belum banyak ia eksplorasi.
Baginya, mengenal politik sejak dini penting agar pemahaman mengenai politik tidak berhenti pada opini atau perbincangan tanpa dasar.
“Saya ingin mengenal politik sejak muda, supaya ketika berbicara tentang politik tidak hanya berdasarkan omongan belaka, tetapi juga menggunakan data yang valid,” kata Benaya.
Ia juga menilai tema “Young in Politics” relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Menurutnya, anak muda memiliki perspektif yang beragam dan kapasitas pengetahuan politik yang terus berkembang.
Baca Juga: Rudiansyah, Superman Kecil dari Palangka Raya yang Lawan Api Karhutla
“Menurut saya, anak muda sekarang tidak bisa dianggap remeh dalam pengetahuan politiknya karena masih fresh dan punya banyak perspektif,” ujarnya.
Bagi Benaya, GASPOL tidak berhenti sebagai kegiatan penyambutan mahasiswa baru. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda berkelanjutan dengan konsep yang semakin kreatif dan relevan dengan karakter generasi muda.
“Saya berharap GASPOL bisa terus dilaksanakan ke depannya dan semakin banyak inovasi serta ide-ide kreatif yang membuat acaranya lebih unik dan menarik bagi mahasiswa baru,” harapnya.(rel/han)
Editor : Johan Panjaitan