Oknum Guru di Binjai Diduga Aniaya Siswa Ngaku Keluarga Polisi, Tegaskan Tak Lakukan Kekerasan

Juli Rambe • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 13:04 WIB
Markas Komando Polres Binjai di Jalan Sultan Hasanuddin. (Dok: Teddy Akbari/Sumut Pos)
Markas Komando Polres Binjai di Jalan Sultan Hasanuddin. (Dok: Teddy Akbari/Sumut Pos)

 

BINJAI, SUMUT POS- Dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum guru Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Binjai atas nama Yudhi Setiawan, masih bergulir di Polres Binjai.

Namun demikian, oknum guru olahraga sekaligus Pembantu Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan itu hingga kini belum diambil keterangannya oleh penyidik Unit PPA Polres Binjai.

Kepala SMA Negeri 2 Binjai, Juliana br Sitepu menghadirkan sejumlah guru saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, akhir pekan kemarin.

Baca Juga: Guruh Sukarno Putra Wafat, Sutarto : Beliau Budayawan Hebat dan Sukarnois Sejati

Bahkan, Juliana juga langsung panggil Yudhi yang tercatat sebagai terlapor di Polres Binjai, sebagaimana laporan polisi nomor: LP/B/510/IX/2026/SPKT/Polres Binjai/Polda Sumatera Utara.

Kepada wartawan, Yudhi mengaku sebagai keluarga polisi. Dia juga mengaku, belum pernah diperiksa penyidik.

"Kebetulan keluarga saya polisi semua, seharusnya kalau ada surat (laporan) polisi saya dipanggil," kata Yudhi.

Dia mengungkapkan asal dari keluarga besar Polri karena tak terima atas laporan dugaan penganiayaan tersebut. Yudhi dengan tegas membantah tudingan itu.

"Tidak ada penganiayaan, kalau saya mau dikroscek sama polisi saya pun berani," kata Yudhi.

Saat peristiwa itu terjadi pada Rabu (16/9/2026), Yudhi juga mengaku tidak masuk karena sakit. "Hari Rabu, 16 September 2026 saya tidak masuk ke sekolah. Saya sakit dua minggu, dan ini baru selesai operasi gigi," kata Yudhi.

"Saya pun gak terima juga dituduh gitu, sementara saya dua minggu gak masuk. Saya belum ada dapat surat panggilan," sambung Yudhi.

Yudhi yang tak terima atas dugaan penganiayaan hingga berujung laporan polisi, juga berencana akan menuntut balik. "Kalau saya tuntut balik boleh itu? Gak senang juga saya," kata Yudhi.

"Karena kan saya sudah dengar semua di kantor guru. Jujur saja karena institusi sekolah saya gak berani melapor atau menuntut balik. Bisa saja saya tuntut balik, namanya inikan pencemaran nama baik," bebernya.

Dia merasa, kondisi saat ini tidak ada pembelaan kepada guru ketika melakukan kesalahan. Berbanding terbalik ketika murid yang melakukan kesalahan.

"Ketika kami diginikan, gak ada yang melindungi kami, kesal juga jadinya. Maaf ya, anak sekarang gak bisa pelan (dikasih tau), tapi mungkin karena wajah saya guru olahraga kesiswaan tempramen, dikira saya yang mukul, saya gak terima juga," tambahnya.

Namun begitu, pandangan Yudhi, korban adalah sosok murid yang baik dan pendiam. Bahkan, guru di lingkungan SMA Negeri 2 Binjai juga tidak tanda dengan korban.

"Orangnya pendiam," kata Yudhi.

Menurut Yudhi, dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum guru di SMA Negeri 2 Binjai itu beredar cepat dan kencang di tengah masyarakat. "Semalam sore ada tukang gembung malam-malam bilang gini, ada guru SMA Negeri 2 mukul, guru olahraga badannya tegap tinggi. Saya mikir juga badan saya pendek cebol dan mana ada guru olahraga yang tinggi tegap, berartikan berasumsi itu jadi ambigu," kata dia.

Terpisah, Kasi Humas Polres Binjai, Iptu Mimpin Ginting hanya memberikan jawaban normatif saat disoal kendala penyidik belum periksa terlapor. Kata mantan Kapolsek Tanjungpura ini, belum diperiksanya telapor itu namanya proses hukum.

"Itu namanya proses hukum, semua ada tahapan dan mekanismenya. Lidik dulu baru sidik, kita tunggu proses hukumnya ya, equality before the law," pungkasnya.

Dugaan penganiayaan yang menimpa korban diduga terjadi di lingkungan sekolah, Kecamatan Binjai, sekitar pukul 16.15 WIB. Belum diketahui persis, motif dugaan penganiayaan ini terjadi.

Namun akibatnya, korban sempat dilarikan ke rumah sakit atas dugaan penganiayaan tersebut. Korban merupakan siswa pindahan dari salah satu sekolah menengah atas negeri di Kota Medan dan masuk ke SMAN 2 Binjai saat duduk di bangku kelas XI. (ted/ram)

 

Editor : Juli Rambe
penganiayaan siswa SMAN 2 Binjai guru aniaya siswa