DPRD Sumut Desak Kemensos Tindalanjuti Kekurangan Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat di Medan

Juli Rambe • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 11:42 WIB
Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara (Sumut), Dameria Pangaribuan. (Dok: Dameria Pangaribuan)
Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara (Sumut), Dameria Pangaribuan. (Dok: Dameria Pangaribuan)

 

MEDAN, SUMUT POS- Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara (Sumut), Dameria Pangaribuan, mendesak Kementerian Sosial untuk memperhatikan kualitas pendidikan pada program Sekolah Rakyat (SR) yang berada di Kota Medan secara optimal.

Hal itu dikatakan Dameria terkait keluhan Kepala SD dan SMA pada Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Medan, Syahripal Putra yang mengeluhkan kekurangan tenaga pengajar kepada Deputi 3 Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Kurnia Ramadhana.

“Menyikapi keluhan itu, kita mendesak Kementerian Sosial untuk dapat mengatensi keterbatasan tenaga pendidik di sekolah rakyat ini. Apalagi, salah satu minimnya tenaga pendidik itu guru agama,” ucap Dameria Pangaribuan kepada Sumut Pos, Selasa (29/9/2026).

Baca Juga: Amri Syahnawi dan Nita Violina Sumbang Perak di Asian Games 2026

Ia menegaskan, program prioritas Presiden Prabowo, yakni Sekolah Rakyat merupakan program yang baik, mulia, dan patut diapresiasi. Namun, ia mengingatkan agar kehadiran program tersebut jangan sampai tidak terlaksana secara maksimal.

“Kemaksimalan pelaksanaan SR ini harus dapat dilakukan. Baik dari sisi kualitas mutu pendidikan, kesehatan, hingga sektor lainnya. Apalagi kita ketahui, para pelajar di sekolah ini merupakan masyarakat yang berada pada kondisi ekonomi menengah ke bawah (miskin ekstrem,” tegas Wakil Ketua PDI Perjuangan Bidang Kebijakan Publik itu.

Menurutnya, keterbasan tenaga pendidik dapat menghambat proses pembelajaran dan pencapaian tujuan program pendidikan tersebut. Bahkan kata dia, persoalan tersebut harus dapat ditindaklanjuti secara terintegrasi dari pemerintah pusat hingga kepada pemerintah daerah.

“Persoalan kekurangan tenaga pendidik harus segera dicarikan solusi melalui koordinasi antara Kemensos, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya. Dan yang paling penting, ketersediaan guru tidak hanya menyangkut jumlah, tetapi juga pada kualitas dan berkelanjutan tenaga pengajar,” ucapnya.

Lebih jauh, Dameria berharap kualitas dan kompetensi tenaga pendidik juga harus digaransi. Pasalnya, kebutuhan mutu pendidikan harus dipastikan terpenuhi secara bertahap dan tepat sasaran.

Seperti diketahui, Salah satu masalah yang diangkat berkaitan dengan kekurangan guru sekolah dasar. Saat ini, hanya ada dua guru untuk mengajar 540 siswa sekolah dasar. Pasalnya, tenaga pengajar saat memakai rintisan, sementara terdapat 17 guru untuk tingkat SMA, dan 2 guru untuk tingkat SD. (map/ram)

Editor : Juli Rambe
guru sekolah rakyat dameria pangaribuan Sekolah Rakyat dprd sumut