FK USU Hadirkan Digitalisasi Sistem Informasi Kepatuhan Minum Obat TB di Kota Medan

Juli Rambe • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 14:50 WIB
DIGITALISASI: Tim Pengmas FK USU saat menggelar kegiatan Digitalisasi Sistem Informasi Kepatuhan Minum Obat TB, di Ruang Rapat Lantai I FK USU. (Dok: FK USU)
DIGITALISASI: Tim Pengmas FK USU saat menggelar kegiatan Digitalisasi Sistem Informasi Kepatuhan Minum Obat TB, di Ruang Rapat Lantai I FK USU. (Dok: FK USU)

 

MEDAN, SUMUT POS- Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) melalui tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) USU melaksanakan kegiatan 'Digitalisasi Sistem Informasi Kepatuhan Minum Obat TB (Tuberkulosis) di Kota Medan'.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi FK USU dalam mendukung penguatan pengendalian tuberkulosis melalui pemanfaatan teknologi digital di bidang kesehatan.

Kegiatan Pengmas ini dilaksanakan pada 28 Agustus dan 3 September 2026, dengan melibatkan tim FK USU serta para petugas TB dari Puskesmas di Kota Medan sebagai peserta kegiatan.

Baca Juga: Komisi D Minta Peningkatan Jalan Kabupaten menjadi Jalan Provinsi Rampung Sebelum Pengesahan R-APBD

Pada Kamis (3/9), kegiatan dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai I FK USU. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Pengmas yang secara khusus bertujuan untuk mensosialisasikan aplikasi Kepatuhan Minum Obat TB di Kota Medan kepada para petugas TB di Puskesmas.

Dalam kegiatan tersebut, tim Pengmas FK USU memperkenalkan penggunaan aplikasi yang dikembangkan untuk mendukung proses pemantauan kepatuhan pasien TB dalam mengonsumsi obat secara teratur. Sosialisasi dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman para petugas TB mengenai pemanfaatan sistem digital dalam mendukung pemantauan pengobatan pasien di wilayah kerja masing-masing Puskesmas.

Melalui digitalisasi pemantauan kepatuhan minum obat, FK USU berupaya memberikan dukungan terhadap penguatan pelayanan kesehatan serta pengendalian penyakit menular, termasuk tuberkulosis, di Kota Medan.

Kegiatan ini diketuai oleh Dr dr Sake Juli Martina SpFK MHKes FISQua, yang memimpin pelaksanaan kegiatan Pengmas sekaligus mengkoordinasikan pengembangan dan sosialisasi program digitalisasi sistem informasi kepatuhan minum obat TB. Tim Pengmas juga melibatkan Dr rer medic dr M Ichwan MSc SpKKLP SubspFOMC dan Dr dr Isti Ilmiati Fujiati MSc SpKKLP SubspCOPC sebagai anggota. Ketiganya bersama sama berperan dalam pelaksanaan kegiatan, mulai dari penyusunan program, pemaparan materi, sosialisasi aplikasi, hingga diskusi dengan para petugas TB Puskesmas.

Melalui kegiatan ini, FK USU berharap pemanfaatan aplikasi Kepatuhan Minum Obat TB dapat membantu petugas kesehatan dalam melakukan pemantauan pengobatan secara lebih efektif dan terintegrasi. Digitalisasi tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan serta membantu memperkuat upaya pengendalian TB di Kota Medan.

Kolaborasi antara FK USU dan para petugas TB di Puskesmas Kota Medan turut mencerminkan semangat SDG 17 (Partnerships for the Goals). Sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi bagian penting dalam membangun kerja sama yang berkelanjutan untuk menghasilkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta memperkuat upaya pengendalian tuberkulosis di tingkat daerah.

Pengobatan TB membutuhkan disiplin tinggi dengan jangka waktu minimal enam bulan tanpa terputus. Putus obat atau ketidakpatuhan pasien menjadi salah satu pemicu utama munculnya kasus Resistan Obat (TB-RO) yang jauh lebih sulit ditangani.

Melalui sistem informasi digital yang dikembangkan FK USU ini, tenaga kesehatan maupun Pengawas Menelan Obat (PMO) dapat memantau kedisiplinan pasien secara presisi, memberikan pengingat otomatis, serta mencatat perkembangan klinis pasien secara efisien.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FK USU, Dr dr Sake Juli Martina SpFK MHKes FISQua menjelaskan, bahwa pendekatan farmakologi klinis dan kedokteran modern harus berjalan berdampingan dengan pemanfaatan teknologi informasi untuk memastikan terapi obat dapat berjalan efektif hingga tuntas. 

"Tantangan terbesar dalam pengobatan TB bukanlah ketersediaan obat, melainkan konsistensi dan kepatuhan pasien dalam mengonsumsinya secara teratur. Melalui sistem informasi yang terdigitalisasi ini, kita dapat melakukan pemantauan ketat secara real time, meminimalkan risiko lupa atau lalai, serta memberikan intervensi dini jika terjadi kendala pengobatan pada pasien," ungkapnya kepada Sumut Pos di Medan, Kamis (3/9) sore.

Sejalan dengan hal tersebut, Pakar Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer FK USU Dr rer medic dr M Ichwan MSc SpKKLP SubspFOMC menyoroti pentingnya integrasi teknologi dalam penguatan layanan kesehatan berbasis keluarga dan komunitas. 

"Pengendalian TB tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan medis klinis di fasilitas kesehatan, tetapi harus menyentuh ranah keluarga dan komunitas di tingkat layanan primer. Kehadiran sistem informasi digital ini memperkuat peran Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer (KKLP) dalam membangun koordinasi yang lebih dekat antara dokter, kader kesehatan, dan lingkungan keluarga pasien. Pemantauan efek samping obat serta kepatuhan berobat menjadi jauh lebih responsif dan humanis," jelasnya.

Sementara itu, pakar Kedokteran Berorientasi Komunitas (Community-Oriented Primary Care), Dr dr Isti Ilmiati Fujiati MSc SpKKLP SubspCOPC menekankan, pentingnya pendekatan berbasis masyarakat (community-based approach) dalam keberlanjutan program digitalisasi ini.

"Digitalisasi sistem informasi ini bukan sekadar alat bantu pencatatan teknis, melainkan instrumen pemberdayaan masyarakat. Melalui konsep Community-Oriented Primary Care. Kita mendorong partisipasi aktif kader kesehatan dan komunitas lokal sebagai benteng utama pengawasan pengobatan. Ketika masyarakat merasa memiliki dan terlibat dalam sistem pemantauan ini, tingkat kepatuhan pasien TB akan meningkat secara signifikan karena mereka merasa didampingi oleh lingkungan sekitarnya," tegasnya. (dwi/ram)

Editor : Juli Rambe
digitalisasi pemantau pasien tbc pasien tbc pengabdian masyarakat FK USU tbc