MEDAN, Sumutpos.jawapos.com– Pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur. Kualitas sumber daya manusia (SDM), kemandirian ekonomi, dan ruang bagi generasi muda untuk berkarya juga menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan yang berkelanjutan.
Pandangan tersebut menjadi landasan Deden Prayoga SM, praktisi muda yang berpengalaman di bidang konstruksi dan pemasaran, dalam mendorong pemberdayaan masyarakat serta pengembangan ekonomi kreatif di Sumatera Utara.
Berbekal pendidikan S1 Manajemen dan pengalaman profesional di sektor industri strategis, Deden menilai pembangunan harus berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kapasitas masyarakat. Infrastruktur yang memadai, menurutnya, akan semakin bermakna apabila diikuti dengan peningkatan keterampilan, terbukanya peluang usaha, dan tumbuhnya kemandirian ekonomi warga.
Baca Juga: GSN di Langkat, Enam Orang Diamankan dari Rumah Dekat Lokasi Target
"Pembangunan infrastruktur yang megah akan menjadi lebih bermakna jika diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia yang andal. Bagi saya, inti dari pembangunan adalah menciptakan kesempatan, membuka ruang ikhtiar, dan memastikan setiap warga, khususnya pemuda, memiliki daya saing untuk berkembang," ujar Deden di Medan, Minggu (11/10/2026).
Koperatif Jadi Ruang Kolaborasi Anak Muda
Komitmen terhadap pemberdayaan generasi muda diwujudkan Deden melalui keterlibatannya dalam menginisiasi dan mendampingi pengembangan Koperatif, sebuah platform kolaboratif yang dirancang untuk menampung aspirasi serta mengembangkan potensi anak muda.
Wadah tersebut diarahkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk membangun jejaring, mengasah keterampilan berorganisasi, mengembangkan kemampuan berwirausaha, hingga melahirkan gerakan sosial yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Deden berharap, inisiatif semacam ini dapat mendorong lahirnya wirausahawan muda yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Tidak hanya mampu membaca peluang, generasi muda juga diharapkan berani menciptakan lapangan kerja secara mandiri dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca Juga: Kasus Influenza Tipe A Meningkat di Medan, dr Dimas Minta Warga Perkuat Pencegahan
"Anak muda adalah motor penggerak perubahan. Kita tidak bisa hanya menjadi penonton; generasi muda harus berani bergerak, berani berkarya, dan berkontribusi nyata. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten di sekitar kita," tegasnya.
Baginya, pemberdayaan pemuda bukan sekadar memberikan ruang untuk beraktivitas. Lebih dari itu, diperlukan ekosistem yang mendukung lahirnya gagasan, mempertemukan potensi, serta membuka akses terhadap peluang pengembangan usaha dan kegiatan sosial.
Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan Potensi Daerah
Deden juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengoptimalkan potensi daerah. Pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan generasi muda dinilai perlu membangun sinergi agar program pemberdayaan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Menurutnya, setiap sektor memiliki sumber daya, pengalaman, dan keahlian yang dapat saling melengkapi. Jika dikelola melalui kerja sama yang terarah, potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi program yang lebih terstruktur, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Pencinta Kopi Wajib Tahu! Arabika dan Robusta Ternyata Punya Karakter Berbeda
Pengalaman di bidang konstruksi serta keahlian manajemen pemasaran menjadi bekal yang ingin dimanfaatkannya untuk mendorong pendekatan pemberdayaan yang tidak hanya berorientasi pada gagasan, tetapi juga pada pelaksanaan dan hasil yang dapat dirasakan masyarakat.
"Membangun masa depan bukan sekadar wacana atau retorika belaka, melainkan tentang keberanian untuk memulai dan komitmen untuk bekerja bersama. Dengan kolaborasi yang solid, kita optimistis dapat memaksimalkan seluruh potensi daerah demi kesejahteraan bersama," ungkapnya.
Melalui upaya pemberdayaan masyarakat, penguatan kapasitas generasi muda, dan pengembangan ekonomi kreatif, Deden berharap semakin banyak anak muda di Sumatera Utara yang berani mengambil peran dalam pembangunan.
Baginya, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya proyek pembangunan, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat untuk tumbuh, berinovasi, dan menciptakan peluang secara mandiri. (dwi/han)
Editor : Johan Panjaitan