MEDAN, SUMUT POS- Wakil Ketua DPRD Kota Medan, H. Zulkarnaen S.K.M, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk menjadikan kondisi udara di Kota Medan yang semakin tidak sehat menjadi bahan pertimbangan untuk menghentikan sementara Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi siswa di sekolah.
Dan mengalihkannya menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar daring di rumah masing-masing.
Apalagi diketahui, kualitas udara Kota Medan yang masuk dalam kategori 'Tidak Sehat' pada Rabu (14/10/2026) telah meningkat menjadi 'Sangat Tidak Sehat' pada Kamis (15/10/2026).
Baca Juga: Bertambah, Tiga Maskapai Penerbangan di KNO Dibatalkan
"Sejak kemarin kualitas udara Kota Medan masuk dalam kategori Tidak Sehat. Bahkan infonya, hari ini kualitas udara Kota Medan menjadi Sangat Tidak Sehat. Saya fikir ini perlu untuk di antisipasi, Pemko Medan harus mempertimbangkan kondisi ini dengan menghentikan sementara PTM dan mengalihkannya menjadi belajar daring. Ini untuk sementara waktu, menunggu kondisi kualitas udara Kota Medan kembali membaik," ucap Zulkarnaen kepada Sumut Pos, Kamis (15/10/2026).
Dikatakan Zulkarnaen, Dinas Kesehatan Kota Medan telah menegaskan bahwa terdapat sejumlah kelompok yang rentan terserang ISPA atas kondisi sebaran asap seperti saat ini.
Adapun diantaranya, yakni mereka yang masuk dalam kategori anak-anak, lansia, dan orang-orang dengan penyakit bawaan (komorbid).
"Karena anak-anak masuk dalam kelompok rentan, maka sangat wajar apabila mereka mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Salah satunya dengan menghentikan sementara PTM di sekolah dan menggantinya dengan sistem belajar daring," ujar Pimpinan DPRD Kota Medan dari Fraksi Gerindra itu.
Zulkarnaen menilai, Surat Edaran (SE) Disdikbud Kota Medan agar siswa menggunakan masker di sekolah merupakan langkah awal yang tepat untuk dilakukan. Namun apabila kondisi sebaran asap semakin parah, maka Pemko Medan perlu melakukan evaluasi dan mengambil langkah pencegahan yang lebih jauh.
"Surat Edaran Disdikbud soal imbauan menggunakan masker itu sudah baik, tetapi itu perlu dievaluasi apabila kondisinya berubah. Bila kondisi udara memburuk, sangat layak siswa untuk tidak mengikuti PTM di sekolah dan beralih ke sistem daring untuk sementara waktu," tegasnya.
Selanjutnya, Zulkarnaen juga meminta masyarakat, khususnya orangtua untuk memperhatikan kondisi kesehatan keluarga dengan menerapkan protokol kesehatan yang telah disampaikan oleh pemerintah seperti membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker bila berada di luar ruangan, mengkonsumsi air dalam jumlah yang cukup, mengkonsumsi makanan bergizi, mengkonsumsi vitamin, hingga istirahat yang cukup.
"Pastikan seluruh anggota keluarga minum air putih yang cukup, tidak beraktivitas di luar ruangan bila tidak dalam kondisi mendesak, dan pakai masker bila terpaksa berada di luar ruangan," tutupnya. (map/ram)
Editor : Juli Rambe