MEDAN, SUMUTPOS.CO - Bakal Calon Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap SE, menjawab keluhan masyarakat terkait semakin minimnya lahan perkuburan atau Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kota Medan. Sementara, TPU yang saat ini ada di Kota Medan banyak yang sudah penuh dan tidak dapat dipergunakan lagi.
"Saya sangat memahami kondisi minimnya TPU ini. Masalah ini bukan hanya dialami oleh Kota Medan, tapi juga kota-kota metropolitan lainnya," ucap Zakiyuddin saat menghadiri kegiatan Temu Ramah dengan warga Kelurahan Karang Berombak di Jalan Karsa Ujung (Lapangan Baru), Kecamatan Medan Barat, Senin (27/8/2024) sore.
Dalam kegiatan yang diinisiasi Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PAN, Abdul Rahman Nasution tersebut, Zakiyuddin pun menjelaskan bahwa layaknya kota-kota besar lainnya, saat ini memang cukup sulit untuk bisa menemukan lahan kosong di Kota Medan, khususnya yang berada di luar Medan Utara.
"Namun bukan berarti lahannya tidak ada. Pasti ada, asal kita memang serius untuk menyediakannya," ujarnya.
Oleh sebab itu, Zakiyuddin Harahap pun menegaskan komitmennya kepada warga Kota Medan untuk menjadikan masalah ketersediaan TPU sebagai salah satu yang harus direalisasikan saat nanti pasangan Rico Waas - Zakiyuddin Harahap (Rico-Zaki) telah terpilih sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan periode 2025-2030.
Sebagai langkah untuk merealisasikan ketersediaan lahan TPU itu, pasangan Rico-Zaki akan menyiapkan anggaran untuk pembebasan lahan guna dimanfaatkan sebagai TPU pada wilayah-wilayah Kota Medan yang kekurangan lahan perkuburan.
"Nantinya, kita akan berfokus untuk menambah anggaran pembebasan lahan di Dinas Perkim (PKPCKTR) Kota Medan. Sebab intinya memang disitu, kita harus siapkan anggaran yang cukup untuk pembebasan lahan. TPU ini sangat penting, hal ini merupakan fasilitas yang memang harus disiapkan pemerintah untuk kepentingan masyarakat umum," kata Zakiyuddin disambut tepuk tangan meriah dari warga yang hadir pada kesempatan itu.
Diterangkan Zakiyuddin, pembebasan lahan untuk TPU sejatinya juga mendukung peraturan yang ditegaskan Pemerintah Pusat melalui UU No.26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang yang mengatur proporsionalitas RTH sebanyak 30 persen, baik RTH publik maupun RTH privat. Sementara, Pemerintah Daerah merupakan pihak yang berkewajiban untuk memenuhi ketersediaan RTH tersebut.
Zakiyuddin pun bersyukur, dibawah kepemimpinan Wali Kota Medan, Bobby Nasution, pembebasan lahan untuk RTH terus dilakukan. Dan bila diberi kepercayaan oleh masyarakat untuk memimpin Kota Medan periodesasi 2025-2030, Rico-Zaki akan meningkatkan pembebasan lahan untuk RTH tersebut, salah satunya dengan menambah lahan TPU di Kota Medan.
"Hingga saat ini kawasan RTH di Kota Medan terus ditambah, namun memang belum mencapai 30 persen. Sementara, Pemko Medan punya kewajiban untuk menambah kawasan RTH nya. Jadi bisa dikatakan, pembebasan lahan untuk TPU ini memiliki banyak manfaat. Selain sebagai fasilitas lahan perkuburan, lahan TPU juga akan menambah kawasan RTH yang dimiliki Kota Medan. Ini dua hal yang sejalan," pungkasnya.
Sebelumnya, salah seorang tokoh masyarakat Kelurahan Karang Berombak, H. Musni, menyampaikan bahwa lahan perkuburan di wilayah tersebut sudah hampir penuh. Ia pun berharap, lahan TPU di kawasan itu dapat ditambah guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Lahan kuburan kami ini hampir penuh, sudah 80 persen terisi. Kami berharap, ada lahan perkuburan yang diberikan kepada kami disini," ungkapnya.
Pada kesempatan itu, H. Musni dan warga Karang Berombak lainnya juga turut mendoakan Zakiyuddin Harahap untuk dapat terpilih sebagai Wakil Wali Kota Medan di Pilkada Medan 2024.
"Semoga langkah Bapak Zakiyuddin diridhoi Allah SWT, semoga bapak menjadi Wakil Wali Kota Medan. Pak Zakiyuddin ini cucu seorang ulama, juga anak seorang ulama. Kami pun berharap Bapak Zakiyuddin bisa menjadi pemimpin Kota Medan yang berjiwa ulama, layaknya Ayahanda Pak H. Saleh Harahap yang pernah memimpin Tapanuli Selatan dengan jiwa ulama yang dimilikinya. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kami warga Karang Berombak mendukung Pak Zakiyuddin," pungkasnya.
(map/han)