MEDAN, SUMUTPOS.CO - Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan nomor urut 2, Ridha Dharmajaya dan Abdul Rani (Ridha-Rani) bukan merupakan pasangan yang disiapkan oleh para penguasa di tingkat pusat. Ridha-Rani juga dipastikan bukan paslon 'pesanan' oligarki.
Sebaliknya, Ridha-Rani merupakan pasangan yang lahir dari 'akar rumput. Ridha-Rani merupakan pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan di Pilkada Medan 2024 yang menjadi representasi rakyat kecil di Kota Medan.
Hal itu ditegaskan Sekretaris Tim Pemenangan Medan BERANI (Bersama Ridha-Rani), Boydo H.K Panjaitan saat kegiatan Deklarasi IRC BERANI di Jalan Laboratorium, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Senin (30/9/2024) malam.
"Ridha-Rani bukan paslon 'pesanan' oligarki, Ridha-Rani lahir dari akar rumput. Ridha-Rani ini lahir dari keresahan masyarakat kecil seperti kita, rakyat kecil yang ingin mengambil tanggungjawab untuk perubahan besar bagi Kota Medan," ucap Boydo Panjaitan kepada ratusan masyarakat yang hadir dalam kegiatan deklarasi tersebut.
Dihadapan pasangan Ridha-Rani yang turut hadir pada kesempatan itu, Boydo menegaskan bahwa rakyat Kota Medan tidak pernah takut melawan kekuatan oligarki yang ingin 'menitipkan' orang-orangnya dalam pemilihan kepala daerah.
"Ini Kota Medan. Kita warga Kota Medan tidak pernah takut dengan kekuatan Oligarki. Lawan oligarki, kita akan lawan kekuatan-kekuatan itu. Tolak calon-calon pemimpin 'titipan', kita berhak memilih pemimpin yang merdeka, pemimpin yang berangkat dari akar rumput," ujar Bendahara DPC PDIP Kota Medan itu.
Ditegaskan Boydo, masyarakat harus terus memupuk semangat untuk melahirkan pemimpin yang merdeka. Merdeka untuk memimpin, merdeka untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat, dan merdeka untuk memprioritaskan kepentingan umun tanpa adanya intervensi dari pihak manapun.
"Sementara, pemimpin 'titipan' tidak mungkin bisa menjadi pemimpin yang merdeka. Kita harus berani melawan intervensi dan iming-iming yang akan terus datang kepada kita menjelang Pilkada Medan ini. Kita harus berani berjuang, berani menolak intervensi dari pihak manapun. Lawan oligarki, lawan politik dinasti. Mari kita bersama-sama melahirkan pemimpin yang mandiri, pemimpin yang siap memperjuangkan hak-hak warga Kota Medan," tutupnya.
(map)