MEDAN, SUMUTPOS.CO - Ikan Teri Medan atau yang lebih sering disebut Teri Medan, sangat dikenal hingga ke pelosok nusantara. Teri Medan yang tersohor kelezatannya tersebut bahkan telah lama menjadi ikon kuliner Kota Medan.
Oleh sebab itu, sejak dahulu tidak sedikit wisatawan yang datang ke Kota Medan menjadikan Teri Medan sebagai oleh-oleh yang sayang untuk dilewatkan.
Hal ini pun menjadi perhatian bagi pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan nomor urut 2, Prof Ridha Dharmajaya - Abdul Rani (Ridha-Rani). Pasangan yang dikenal dengan jargon Medan BERANI (Bersama Ridha-Rani) tersebut mengatakan bahwa Teri Medan merupakan salah satu dari sekian banyak potensi wisata kuliner bernilai ekonomi tinggi yang dimiliki Kota Medan.
"Teri Medan ini sudah terkenal sejak lama, makanya Teri Medan ini sering dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan. Bukan cuma wisatawan dalam negara, tetapi juga sering dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan dari negara-negara tetangga. Teri Medan ini salah satu ikon kuliner Kota Medan bernilai ekonomi tinggi," ucap Abdul Rani, Selasa (8/10/2024).
Namun, kata Abdul Rani, saat ini banyak pedagang Teri Medan di pasar-pasar tradisional yang mengeluhkan sepinya pembeli. Salah satu contoh, adanya keluhan yang diterima Abdul Rani dari para pedagang Teri Medan di Pasar Pringgan baru-baru ini.
"Setelah kami perhatikan masalahnya memang cukup kompleks. Pertama, kondisi sejumlah pasar-pasar tradisional kita memang sepi pengunjung, dan ini sudah berlangsung cukup lama. Kedua, para pedagang Teri Medan konvensional kita juga tidak berkembang secara segmen pasar," ujar mantan Anggota DPRD Kota Medan tiga periode tersebut.
Oleh sebab itu, kata Abdul Rani, pemerintah harus hadir untuk mengembangkan potensi Teri Medan sebagai salah satu komoditas bernilai ekonomi tinggi. Dengan begitu, setiap pedagang Teri Medan akan meningkat kesejahteraannya.
"Teri Medan banyak dijual di pasar-pasar tradisional kita. Untuk itu kondisi pasar-pasar tradisional di Kota Medan harus dibenahi, penataan pasar harus dimaksimalkan, termasuk penataan para pedagang Teri Medan dan pedagang-pedagang lainnya" kata Ketua DPC PPP Kota Medan tersebut.
Selanjutnya, sambung Abdul Rani, pemerintah juga harus berupaya untuk memperluas segmen pasar Teri Medan. Sehingga, Teri Medan tidak hanya sebagai komoditi yang menjangkau warga Kota Medan dan sekitarnya, tetapi juga menjadi komoditi yang menjangkau pasar secara lebih luas.
Rani juga menegaskan, bahwa Teri Medan sebagai oleh-oleh khas Kota Medan harus bisa dikembangkan. Pemasaran Teri Medan lewat penggunaan teknologi juga harus dimanfaatkan secara maksimal.
"Bahkan kita berharap, kedepan Teri Medan bisa menjadi komoditi ekspor dengan jangkauan yang lebih luas. InsyaAllah, Prof Ridha Dharmajaya dan Abdul Rani siap mengembangkan potensi Teri Medan sebagai ikon kuliner Kota Medan bernilai ekonomi tinggi," pungkasnya. (map/han)
Editor : Redaksi