Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Bukan Politik Identitas, Sofyan-Junaidi Usung Politik Perubahan Berasal dari Masyarakat

Laila Azizah • Jumat, 22 November 2024 | 21:45 WIB
DIABADIKAN: Pasangan Calon Bupati - Calon Wakil Bupati Deli Serdang nomor urut 1, Sofyan Nasution, SE – Junaidi Parapat, SE diabadikan saat pelaksanakan Debat Publik Ketiga.
DIABADIKAN: Pasangan Calon Bupati - Calon Wakil Bupati Deli Serdang nomor urut 1, Sofyan Nasution, SE – Junaidi Parapat, SE diabadikan saat pelaksanakan Debat Publik Ketiga.


DELISERDANG, SUMUTPOS.CO - Pasangan Calon Bupati - Calon Wakil Bupati Deliserdang nomor urut 1, Sofyan Nasution, SE – Junaidi Parapat, SE menegaskan bahwa dalam Pilkada 2024 ini Paslon 1 mengusung Politik Perubahan yang berasal dari aspirasi dan keinginan masyarakat, bukan tentang ‘putra daerah’ atau ‘tidak putra daerah’.

Hal ini dinyatakan Cabup Deliserdang nomor urut 1, Sofyan Nasution, SE saat Debat Publik Ketiga Calon Bupati dan Wakil Bupati Deliserdang Tahun 2024, Rabu (20/11/2024) lalu saat menjawab pertanyaan dari Cabup 3 Yusuf Ali Siregar terkait jargon ‘perubahan’ yang diusung Paslon Sofyan-Junaidi ini.

“Pembangunan dimanapun, di NKRI ini, ketika kita mau membangun, kita harus mempergunakan aturan-aturan seperti RTRW ini merupakan pembangunan kewilayahan di daerah, begitu juga di Kabupaten Deliserdang. Dikaitkan dengan jargon perubahan, karena 01 jargonnya perubahan yang bapak canangkan dengan cargon perubahan tadi,” ujar Cabup Yusuf Ali Siregar.

Meski pertanyaan tersebut belum dituntaskan oleh Yusuf, namun, Sofyan Nasution menjawab bahwa yang jelas Paslon Sofyan-Junaidi tidak mengusung politik identitas tapi politik perubahan. “Yang pasti, kami tidak mengusung politik identitas. Putra daerah itu politik identitas pak. Kami mengusung politik perubahan,” ujarnya.

Dirincinya, perubahan yang dimaksud merupakan hal-hal yang seringkali dikeluhkan masyarakat misalnya pengurusan administrasi kependudukan.

“Contohnya, perubahan standar, sudah banyak pengaduan tak ditanggapi, hari ini orang masih mengantre di Disdukcapil untuk KTP, cari KK dan segala macam. Itu juga perlu perubahaan pak. Ada mobil Dukcapip, tapi mobilnya tidak jalan, katanya sewaktu-waktu, dan itu contoh yang perlu perubahan pak. Lalu, tugu penanda masuk ke Kabupaten Deliserdang ini tidak ada juga. Jadi kalau saya pulang ke Deliserdang, itu selalu lihat Deli Serdang ini tidak ada perubahan ya,” katanya.

Selain itu, tagline Perubahan, merupakan aspirasi dan keinginan yang disampaikan oleh masyarakat Deliserdang. “Bukan cuma saya yang mengatakan soal perubahan itu, tapi banyak orang yang mengatakan itu. Kami mengambil tagline ini bukan keinginan kami, tapi keinginan dari bawah. Makanya politik kami adalah politik perubahan karena kami yakin masyarakat Deliserdang butuh perubahan untuk itu Paslon 1 mengusung perubahan, kami tak mengusung politik identitas,” jelasnya. (ila)

Editor : Redaksi
#pilkada delisedang