Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Orang Tua Ikut Wawancara Kerja Gen Z: Dukungan atau Sinyal Ketergantungan?

Redaksi • Senin, 22 Juni 2026 | 16:13 WIB
Ilustrasi. Survei McKinsey mengungkap bahwa sekitar 40% orang tua Gen Z turut hadir langsung dalam proses wawancara kerja anak mereka.(Instagram @pandemictalks)
Ilustrasi. Survei McKinsey mengungkap bahwa sekitar 40% orang tua Gen Z turut hadir langsung dalam proses wawancara kerja anak mereka.(Instagram @pandemictalks)

 

sumutpos.jawapos.com - Fenomena baru di dunia kerja mencuri perhatian setelah sebuah survei McKinsey mengungkap bahwa sekitar 40% orang tua Gen Z dilaporkan turut hadir langsung dalam proses wawancara kerja anak mereka. Kehadiran ini tidak hanya sebatas mendampingi di luar ruang rekrutmen, tetapi bahkan ikut terlibat dalam tahap penting seperti wawancara hingga negosiasi gaji dan benefit.

Melansir Instagram @pandemictalks, Senin 22/6/2026), tren ini muncul di tengah persaingan pasar kerja yang semakin ketat, terutama untuk posisi entry-level yang kini sering mensyaratkan pengalaman kerja tinggi serta melalui tahapan seleksi yang panjang dan kompleks. 

Dalam situasi tersebut, sebagian keluarga menilai keterlibatan orang tua sebagai bentuk dukungan emosional sekaligus strategi untuk membantu anak menghadapi proses rekrutmen yang dianggap menekan dan penuh ketidakpastian.

Baca Juga: Terima Suap Proyek Kereta Api, Hakim Perberat Vonis PPK BTP Medan 7,5 Tahun Penjara

Namun, di sisi lain, praktik ini menimbulkan perdebatan di kalangan perekrut dan pelaku industri. Sebagian HR menilai kehadiran orang tua dalam ruang profesional dapat menjadi indikasi bahwa kandidat belum sepenuhnya siap mengambil keputusan secara mandiri. 

Meski demikian, ada pula pandangan yang melihatnya sebagai cerminan perubahan pola pengasuhan generasi modern, di mana batas antara dukungan keluarga dan kemandirian individu semakin kabur di tengah dunia kerja yang terus berubah.

Fenomena ini juga ramai diperbincangkan di media sosial. Beragam komentar muncul, mulai dari yang mendukung hingga yang mengkritik keras.

“Kalau sampai orang tua ikut wawancara, berarti anaknya belum siap kerja. Dunia kerja itu keras, bukan tempat didampingi terus,” tulis seorang warganet.

Baca Juga: AKDA Kirim Surat ke DPRD Sumut, Desak RDP Segera Digelar Demi Penyelesaian Polemik di UDA Medan

Sebagian lain justru melihatnya dari sisi berbeda. “Sekarang cari kerja susah banget, wajar kalau orang tua ikut bantu. Itu bentuk dukungan, bukan berarti anaknya manja,” komentar netizen lainnya.

Ada juga yang menyoroti perubahan zaman. “Dulu orang tua cukup doakan dari rumah. Sekarang sampai masuk ruang interview. Dunia sudah berubah,” tulis akun lain.

Sementara itu, beberapa pengguna media sosial mencoba bersikap lebih netral. “Selama tidak mengganggu proses rekrutmen, mungkin masih bisa dimaklumi. Tapi tetap harus ada batas profesional,” tulis warganet lainnya.

Perdebatan ini menunjukkan bahwa fenomena keterlibatan orang tua dalam dunia kerja Gen Z bukan sekadar isu ringan, melainkan juga mencerminkan perubahan besar dalam cara generasi muda memasuki dunia profesional.(lin)

Editor : Redaksi
#Wawancara Kerja #orang tua #karier #dunia kerja #Gen Z