PEMATANGSIANTAR, Sumutpos.jawapos.com – PT PLN (Persero) UP3 Pematangsiantar terus memperkuat kualitas pelayanan kelistrikan dengan meningkatkan kompetensi sumber daya manusianya. Salah satu langkah yang dilakukan ialah menggelar Upskilling Petugas Pelayanan Teknik (Yantek) Tahun 2026, yang diikuti seluruh petugas Yantek dari 10 Unit Layanan Pelanggan (ULP) di wilayah kerja PLN UP3 Pematangsiantar.
Pelatihan tersebut dilaksanakan secara bertahap dalam tiga gelombang, yakni Batch I pada 22–23 Juli 2026, Batch II pada 29–30 Juli 2026, dan Batch III pada 5–6 Agustus 2026. Skema ini diterapkan agar seluruh petugas memperoleh pembekalan secara maksimal tanpa mengganggu pelayanan kepada pelanggan yang tetap harus berjalan optimal.
Kegiatan dibuka langsung oleh Manager PLN UP3 Pematangsiantar Ramses Manalu, yang menegaskan bahwa peningkatan kompetensi menjadi investasi penting dalam menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Baca Juga: Usai Tumbang Saat Latihan, Anggota Paskibraka Binjai Diduga Langsung Diganti
Menurut Ramses, petugas Yantek merupakan garda terdepan PLN yang setiap hari berhadapan langsung dengan pelanggan. Karena itu, kemampuan teknis, disiplin keselamatan kerja, hingga etika pelayanan harus terus diperbarui mengikuti perkembangan kebutuhan perusahaan dan masyarakat.
"Petugas Yantek memiliki peran yang sangat strategis karena mereka adalah ujung tombak perusahaan dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus menjadi representasi PLN di tengah masyarakat. Melalui upskilling ini, kami ingin memastikan seluruh petugas memiliki kompetensi teknis yang mumpuni, memahami aspek keselamatan kerja, mematuhi regulasi, serta mampu memberikan pelayanan prima melalui penerapan budaya PS4," ujar Ramses.
Ia optimistis peningkatan kualitas sumber daya manusia akan berdampak langsung terhadap meningkatnya keandalan jaringan listrik serta kepuasan pelanggan.
Perkuat Kompetensi Teknis dan Keselamatan
Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi yang dirancang untuk memperkuat kemampuan teknis maupun nonteknis.
Materi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) disampaikan oleh TL K3L PLN UP3 Pematangsiantar Erdiansyah, yang menekankan bahwa budaya keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas pekerjaan di lapangan.
Selain itu, Asisten Manager Jaringan dan Konstruksi Distribusi Herman Parlindungan Siahaan memberikan pembekalan mengenai regulasi hukum yang menjadi dasar pelaksanaan pekerjaan, sehingga setiap petugas memahami hak, kewajiban, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
Baca Juga: Anggaran Rp1 Miliar Dipertanyakan, DPRD Minta Pemkab Karo Buka Data FBB 2026
Dari sisi pelayanan pelanggan, Asisten Manager Niaga dan Pemasaran Reagen Saragih membekali peserta dengan penerapan budaya PS4 (Penampilan, Sikap, Senyum, Salam, dan Sapa) sebagai standar pelayanan yang wajib diterapkan ketika berinteraksi dengan masyarakat.
Dilengkapi Praktik Lapangan
Pelatihan tidak hanya berfokus pada penyampaian teori. Seluruh peserta juga mengikuti pembahasan mengenai operasi dan pemeliharaan gardu distribusi, praktik lapangan, hingga penyegaran kembali terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) pekerjaan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh petugas memiliki pemahaman yang seragam dalam menjalankan pekerjaan sesuai standar operasional perusahaan sekaligus mengedepankan prinsip keselamatan kerja.
Baca Juga: Jump City, Taman Bermain Harapan Anak Gaza
Melalui program ini, PLN UP3 Pematangsiantar berharap seluruh petugas Yantek semakin siap menghadapi berbagai tantangan di lapangan dengan tetap mengutamakan budaya Safety First, profesionalisme, dan pelayanan yang berorientasi pada kepuasan pelanggan.
Peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu strategi PLN dalam menghadirkan layanan kelistrikan yang semakin andal, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah kerja UP3 Pematangsiantar. (pra/han)
Editor : Johan Panjaitan