SUMUTPOS.CO - Hasil Tim Verifikator PT Liga Indonesia Baru (LIB) menyebutkan, penerangan Stadion Teladan masih 500 lux. Sementara, berdasarkan regulasi Asian Football Confederation (AFC), penerangan stadion harus mencapai 800 lux. Kendala ini menjadi satu-satunya catatan tim verifikator terhadap stadion yang beroperasi sejak 1953 dan memiliki daya tampung sekitar 20.000 penonton itu.
"Kemarin itu memang ada ditemukan soal keseimbangan cahaya. Makanya langkah awal kita membetuli tata letaknya dulu. Karena kalau lampu itu salah letak, maka terjadi ketidakseimbangan cahaya," kata Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan M Husni kepada Sumut Pos, Jumat (2/3).
Dijelaskan, fokus saat ini pihaknya melakukan pembenahan di empat titik lokasi yang jadi sorotan soal penerangan stadion. Kemudian DKP akan segera menambah LED dari tribun timur dan barat guna membuat penerangan stadion lebih maksimal lagi. "Konsep lampu (penerangan) dulunya itu kan segi empat. Tapi dengan aturan sekarang, semuanya harus merata. Makanya penguatan itu sedang kita maksimalkan," terangnya.
Diakui Husni, saat pemasangan lampu beberapa waktu lalu, ada ditemukan kekuatan daya lampu 400 watt dan 800 watt. Pihaknya optimis, kekurangan 300 lux lagi penerangan untuk Stadion Teladan akan terpenuhi sebelum kompetisi Liga 1 2018 bergulir.
"Sebelumnya hal ini sudah terpenuhi. Karenakan beda-beda itu dayanya. Cuma karena tata letaknya tidak kita perhatikan, makanya dianggap masih kurang," ujar mantan Kadispenda Medan itu.
Guna memaksimalkan daya penerangan stadion, maka DKP berencana menambah 10 LED lagi dalam waktu dekat. "Biar full power-lah dan memang APBD Medan untuk pembenahan Stadion Teladan tidak tanggung-tanggung. Karena dari 15 item penilaian, tinggal 1 lagi yang belum terpenuhi. Itu pun kan tinggal tambah karena ada kekurangan," katanya.
Mengenai pemasangan 10 LED itu, Husni berjanji paling lama dua minggu ini akan rampung dilakukan. Pihaknya optimis sebelum kick off, PSMS bisa menggunakan Stadion Teladan sebagai homebase. "Barangnya kan inden, jadi sudah kita pesan sebelumnya. Paling lama (dipasang) dua minggu inilah. Insya Allah stadion sudah bisa dipergunakan sebelum kompetisi berlangsung," pungkasnya seraya menyebut untuk persoalan rumput dan sarana lain sudah tidak ada kendala.
Paska menerima hasil verifikasi yang menyatakan Stadion Teladan laik sebagai markas PSMS menggelar pertandingan Liga 1, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin melakukan tinjauan lagi ke stadion tersebut, Selasa (27/2) kemarin.
Wali kota mengaku puas dan senang melihat progres renovasi Stadion Teladan. Namun ada satu hal lagi yang ia instruksikan, yakni soal pedagang kaki lima (PKL) yang berada di seputaran stadion. Eldin lantas meminta Camat Medan Kota, Edi Mulia Matondang untuk menindaklanjuti hal tersebut. Eldin menginginkan kelancaran arus lalu lintas menuju Stadion Teladan tidak terganggu, dikarenakan kehadiran PKL di seputaran kawasan dimaksud.
"Betul, memang ada instruksi pak wali soal PKL. Ini kami sedang bangun koordinasi dengan Satpol PP lagi untuk menertibkan mereka," kata Edi saat dikonfirmasi Sumut Pos, kemarin.
Ia mengaku, kalau sekadar penertiban bukanlah masalah untuk dilakukan pihaknya bersama Satpol PP. Namun setelah penertiban itu perlu dipertimbangkan upaya pembinaan terhadap PKL, termasuk soal relokasi mereka akan ditampung ke mana.
"Kita kan tahu bahwa PKL di Kota Medan sangat banyak. Kemarin kita sudah bersihkan yang berada di area Taman Teladan. Karena memang taman itu mau dikembalikan fungsinya. Untuk penertiban sendiri bisa saja dilakukan dua jam, tapi setelah itu apakah kita bisa menjamin bahwa mereka tidak kembali berjualan," terangnya.
Pihaknya, lanjut Edi, juga tengah mencari lokasi yang pas bagi PKL dimana tidak terlalu jauh dari tempat mereka berjualan sebelumnya. "Saat ini mereka kita pindahkan sementara di belakang (arah ke Jl. Pelajar). Masih kita carilah ini tempat relokasinya. Masalah PKL ini juga tetap menjadi prioritas kami. Sebab itu merupakan perintah langsung pak wali kota," pungkasnya.
Diberitakan, kelaikan Stadion Teladan disampaikan Tim Verifikator PT LIB usai melakukan verfikasi kedua selama empat jam di stadion kebanggaan warga Kota Medan tersebut, Senin (26/2). Meski dinyatakan laik namun diikuti catatan yang harus segera dipenuhi. Dari 15 item yang menjadi penilaian, 14 item mendapat penilaian baik.
Adapun 14 item penilaian itu meliputi ruang wasit, ruang pers, ruang home team, ruang away team, ruang VIP, toilet, ruang P3K, ruang tes urine, ruang match comisioner, akses pemain, scoring board, lapangan, genset serta akses ambulans. Tinggal 1 item lagi yang harus segera dipenuhi yakni masalah penerangan. (prn/ila) Editor : Admin-1 Sumut Pos