TURIN, Sumutpos.jawapos.com-Drama di Allianz Stadium kembali bergulir. Setelah 281 hari memimpin, Igor Tudor resmi didepak dari kursi allenatore Juventus, kemarin (28/10). Laga kontra Udinese pada giornata kesembilan Serie A dini hari nanti (siaran langsung Vidio, pukul 00.30 WIB) menjadi ujian pertama Bianconeri tanpa sang pelatih Kroasia itu.
Untuk sementara, tongkat komando dipercayakan kepada pelatih Next Gen Juve, Massimo Brambilla. Namun, atmosfer di Turin tetap panas. Pasalnya, delapan laga tanpa kemenangan di berbagai ajang – dengan catatan lima seri dan tiga kalah – membuat manajemen kehilangan kesabaran. Kekalahan beruntun dari Como 1907 (0-2, 19/10) dan SS Lazio (0-1, 27/10) menjadi titik nadir era Tudor.
“Igor punya DNA Juventus, tapi inilah risiko profesi kami. Saat tim bermain buruk, konsekuensinya pasti datang,” ujar Ivan Juric, pelatih Atalanta sekaligus sahabat Tudor, dikutip dari Calciomercato.
Analis sepak bola Italia, Massimo Pavan, menilai masalah utama Juve bukan semata pelatih. “Semua pemain harus bertanggung jawab. Mengganti pelatih terus-menerus bukan solusi,” tegasnya kepada Tutto Juve.
Memang, dalam lima musim terakhir, Juventus sudah empat kali berganti nakhoda — Andrea Pirlo, Massimiliano Allegri, Thiago Motta, dan Tudor. Hasilnya? Hanya dua trofi Coppa Italia (2020–2021 dan 2023–2024) yang mampu diraih La Vecchia Signora.
Spalletti di Ambang Gerbang Allianz
Nama Luciano Spalletti kini mencuat sebagai kandidat terkuat penerus Tudor. Selain Spalletti, eks pelatih Fiorentina Raffaele Palladino juga masuk radar. Namun, rekam jejak Spalletti yang sukses membawa Napoli meraih scudetto Serie A 2022–2023 membuatnya jauh lebih unggul.
Menurut laporan Tuttomercatoweb, Juventus sudah membuka negosiasi dengan Spalletti. Tawaran kontrak jangka pendek hingga akhir musim diajukan, dengan opsi perpanjangan jika Juve mampu menembus Liga Champions musim depan.
Mantan kapten Juve, Gianluigi Buffon, pun menyambut baik peluang itu. “Luciano punya profil yang ideal untuk klub besar dengan ambisi juara. Dia tahu bagaimana membangun mentalitas pemenang,” ucap Buffon.
Efek Domino di Bursa Saham
Pemecatan Tudor ternyata membawa efek positif di luar lapangan. Saham Juventus di bursa mengalami kenaikan 0,43 persen, naik ke level EUR 2,7860 (sekitar Rp53.828 per lembar), menurut laporan Financial Lounge. Investor menilai langkah cepat manajemen sebagai sinyal perbaikan strategis.
Apalagi, jika Spalletti resmi datang, kepercayaan publik terhadap Si Nyonya Tua diyakini akan semakin menguat — bukan hanya di lapangan, tapi juga di lantai bursa.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan