Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Brasil U-17 vs Indonesia U-17: Berat, Tapi Bukan Tanpa Peluang Kejutan

Johan Panjaitan • Jumat, 7 November 2025 | 11:40 WIB
Timnas Indonesia U-17 saat mengikuti Piala Kemerdekaan 2025 di Stadion Utama Sumatera Utara. (Triadi Wibowo/ Sumut Pos)
Timnas Indonesia U-17 saat mengikuti Piala Kemerdekaan 2025 di Stadion Utama Sumatera Utara. (Triadi Wibowo/ Sumut Pos)

AL RAYYAN, Sumutpos.jawapos.com-Nama besar Brasil di pentas sepak bola dunia tak perlu diragukan. Dari level senior hingga kelompok usia muda, Negeri Samba dikenal selalu melahirkan talenta istimewa. Namun, bagi Indonesia U-17, laga melawan raksasa Amerika Selatan itu bukan sekadar pertandingan—ini adalah kesempatan bersejarah untuk menantang batas.

Lulinha, winger Madura United yang pernah membela Brasil U-17 di Piala Dunia 2007, memahami betul kerasnya persaingan di negaranya. “Bermain di timnas U-15 belum menjamin bisa menembus skuad U-17. Kompetisi di Brasil sangat ketat dari usia muda hingga senior,” ungkapnya kepada Jawa Pos (6/11).

Ia menilai, kekuatan Brasil tak hanya karena bakat alami, tetapi juga sistem pembinaan yang berjenjang dan berkelanjutan. “Brasil selalu punya stok pemain hebat di semua level. Jadi wajar kalau mereka selalu jadi unggulan, termasuk di Piala Dunia U-17,” katanya.

Meski demikian, Lulinha turut memberi semangat untuk Garuda Muda. “Ini langkah besar bagi sepak bola Indonesia. Pengalaman di ajang seperti ini sangat penting untuk perkembangan pemain muda,” ujarnya.

Hasil laga pembuka memang menunjukkan kontras. Indonesia U-17 harus mengakui keunggulan Zambia 1–3, sementara Brasil U-17 tampil menggila dengan kemenangan 7–0 atas Honduras. Tim Selecao Junior juga mendominasi permainan dengan penguasaan bola 71 persen dan 10 tembakan tepat sasaran dari total 20 percobaan.

Pelatih Indonesia U-17, Nova Arianto, menekankan pentingnya fokus dan kedisiplinan menghadapi laga berat ini. Ia menilai hal itu menjadi kekurangan utama saat menghadapi Zambia. “Kami sudah menyiapkan strategi khusus. Yang paling penting, pemain harus tetap fokus sepanjang laga,” katanya.

Nova mengapresiasi komitmen anak asuhnya yang disiplin, bahkan dalam hal sederhana seperti menjauhi media sosial selama turnamen. “Dari awal kami sudah tekankan itu, dan saya lihat mereka benar-benar patuh,” ujarnya.

Sementara itu, pelatih Persija Jakarta asal Brasil, Mauricio Souza, melihat peluang tetap ada bagi Garuda Muda. “Sepak bola bukan soal nama besar. Brasil bisa saja hebat, tapi yang menentukan adalah performa di lapangan. Indonesia tetap punya kans untuk membuat kejutan,” tegasnya.

Di kubu lawan, pelatih Brasil U-17 Dudu Patetuci mengingatkan timnya agar tidak jemawa. “Kami menghormati semua lawan, termasuk Indonesia. Tidak ada tempat untuk meremehkan siapa pun,” ujarnya.

Malam ini, Indonesia U-17 akan berhadapan dengan salah satu kekuatan muda terbaik dunia. Berat memang, tapi sejarah sering kali ditulis oleh mereka yang berani bermimpi—dan Garuda Muda masih punya kans untuk membuat kejutan.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#Piala Dunia U-17 #brasil u-17 #Garuda Muda #Timnas Indonesia U-17