Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Liga Champions Jadi Beban Carrick

Johan Panjaitan • Kamis, 15 Januari 2026 | 07:00 WIB

Michael Carrick, dipercaya sebagai pelatih Manchester United. (monitortoday)
Michael Carrick, dipercaya sebagai pelatih Manchester United. (monitortoday)

MANCHESTER, Sumutpos.jawapos.com-Michael Carrick langsung memikul beban besar setelah ditunjuk menangani Manchester United hingga akhir musim 2025–2026. Manajemen menargetkan satu misi krusial: mengantar Setan Merah kembali ke Liga Champions.

Target itu berarti Carrick—akrab disapa Carras—harus membawa United finis di empat besar Premier League. Tantangan tersebut bukan perkara mudah, namun juga tidak mustahil. Hingga matchweek ke-21, United berada di peringkat ketujuh dengan 32 poin, hanya terpaut tiga angka dari posisi keempat yang ditempati Liverpool FC.

Namun, jalan Carrick langsung terjal. Dua laga awal yang harus dihadapi berlabel big match dan berpotensi menentukan arah musim.

Langsung Hadapi Dua Raksasa

Manchester United dijadwalkan menjamu Manchester City dalam derby Manchester di Old Trafford, akhir pekan ini (17/1), sebelum bertandang ke markas pemuncak klasemen Arsenal di Stadion Emirates, London, pekan depan (25/1). City saat ini berada di posisi kedua klasemen.

Situasi klasemen yang ketat membuat setiap hasil menjadi krusial. United hanya unggul enam poin dari peringkat ke-15 AFC Bournemouth. Skenario terburuk, jika gagal meraih poin dari dua laga tersebut, Bruno Fernandes dkk berisiko terperosok ke papan bawah.

“Michael Carrick adalah pelatih luar biasa dan memahami betul apa yang dibutuhkan untuk menang bersama Manchester United. Kami berharap dia bisa membawa tim ini finis di posisi terbaik musim ini,” ujar Direktur Sepak Bola United Jason Wilcox kepada MUTV.

Rekam Jejak Apik di Laga Besar

Optimisme terhadap Carrick bukan tanpa dasar. Mantan gelandang timnas Inggris itu pernah menjabat sebagai pelatih karteker United pada 2021 dan mencatatkan rekor tak terkalahkan dalam tiga pertandingan Premier League—dua kemenangan dan satu hasil imbang.

Menariknya, dua laga terakhirnya kala itu merupakan partai besar. United mampu menahan Chelsea 1-1 di Stamford Bridge sebelum menundukkan Arsenal 3-2 di Old Trafford.

“Aku percaya dengan kemampuan dan potensi tim yang ada untuk bersaing musim ini,” ujar Carrick di laman resmi klub.

Duet Holland–Woodgate di Pinggir Lapangan

Dalam perkenalan resminya di Trafford Training Centre, Carrington, Selasa (14/1), Carrick juga memperkenalkan jajaran staf kepelatihannya. Ia didampingi Steve Holland dan Jonathan Woodgate.

Holland dikenal sarat pengalaman, pernah menjadi pelatih karteker Chelsea, tactician timnas Inggris U-21, serta staf kepelatihan timnas Inggris. Sementara Woodgate memiliki rekam jejak melatih AFC Bournemouth dan Middlesbrough—klub terakhir yang juga pernah ditangani Carrick.

“Steve membawa pengalaman besar dari Chelsea. Jonathan punya pemahaman taktik tinggi dan selalu memotivasiku dalam tiga musim terakhir,” ujar Carrick, seperti dikutip Daily Mail.

Keduanya akan bergabung dengan dua asisten pilihan klub, Travis Binnion dan Jonny Evans.

Fletcher Kembali ke Akademi

Darren Fletcher sejatinya ditawari Carrick untuk masuk dalam staf kepelatihan tim utama. Namun, mantan gelandang Skotlandia itu memilih kembali menangani Manchester United U-18.

“Saya peduli dengan klub ini dan para pemain muda. Masih ada yang harus diperjuangkan bersama tim U-18,” kata Fletcher kepada Manchester Evening News.

Kini, waktu menjadi tantangan terbesar Carrick. Di tengah persaingan papan atas yang semakin padat, dua laga awal kontra City dan Arsenal akan menjadi tolok ukur sejauh mana Manchester United masih layak bermimpi kembali ke panggung Liga Champions.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#target #liga champions #Carrick #manchester united #michael #Finis