Sumutpos.jawapos.com-Di antara empat klub debutan pada fase league Liga Champions musim ini, hanya satu yang berhasil menolak pulang lebih awal. Ketika FC Kairat Almaty, Pafos FC, dan Union Saint-Gilloise tersingkir, FK Bodø/Glimt justru melangkah mantap ke babak playoff fase gugur.
Pencapaian klub asal Norwegia itu terasa istimewa karena diraih lewat dua kejutan besar yang mengguncang peta kekuatan Eropa. Setelah menumbangkan Manchester City 3-1 di Aspmyra Stadion pada matchday ketujuh (21/1), Bodø/Glimt kembali menunjukkan taringnya dengan mempermalukan Atlético Madrid 2-1 di kandang mereka sendiri, Riyadh Air Metropolitano.
Kemenangan beruntun atas dua raksasa Eropa tersebut mengukuhkan reputasi Bodø/Glimt—yang dijuluki Superlaget—sebagai pembunuh tim-tim elite. Status itu berpotensi berlanjut di playoff fase knockout, mengingat lawan yang menanti adalah salah satu dari dua mantan juara Liga Champions: Real Madrid atau Inter Milan.
Pelatih Bodø/Glimt, Kjetil Knutsen, menegaskan bahwa timnya tidak gentar menghadapi siapa pun. “Kami telah menunjukkan bahwa kami mampu mencapai hal-hal besar dan mengalahkan tim papan atas,” ujar Knutsen, seperti dikutip Diario AS.
Namun, Knutsen enggan mengungkap resep khusus di balik performa impresif anak asuhnya, termasuk saat menaklukkan tekanan atmosfer Metropolitano. “Saya tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Saya hanya berusaha melakukan persiapan sebaik mungkin,” katanya singkat.
Satu hal yang pasti, Bodø/Glimt telah membuktikan bahwa kejutan di Liga Champions belum berakhir. Dan Superlaget tampaknya belum siap menghentikan langkahnya.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan