Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Gyokeres dan Palmer Meledak di Tengah Kritik, Arsenal–Chelsea Berpesta di Pekan ke-25

Johan Panjaitan • Senin, 9 Februari 2026 | 09:00 WIB
Viktor Gyokeres. (justarsenal)
Viktor Gyokeres. (justarsenal)

LONDON, Sumutpos.jawapos.com-Saat sorotan tajam mengarah pada ketajaman mereka, Viktor Gyokeres dan Cole Palmer justru menjawabnya dengan cara paling lantang: gol. Keduanya tampil sebagai bintang kemenangan Arsenal dan Chelsea dalam matchweek ke-25 Premier League, Minggu (8/2), sekaligus membungkam kritik yang sempat mengiringi performa mereka musim ini.

Gyokeres menjadi pembeda saat Arsenal menaklukkan Sunderland AFC 3-0 di Stadion Emirates. Penyerang asal Swedia itu mencetak dua gol yang memastikan The Gunners meraih kemenangan meyakinkan di kandang sendiri.

Di saat yang sama, Cole Palmer tampil lebih spektakuler. Playmaker Chelsea itu mengukir hat-trick dalam kemenangan 3-1 atas Wolverhampton Wanderers di Stadion Molineux, menegaskan bahwa dirinya telah kembali ke performa terbaik setelah sempat terganggu cedera pangkal paha.

Bersinar di Tengah Tekanan

Musim ini tidak berjalan mudah bagi Gyokeres. Eks bomber Sporting CP itu sempat disorot karena belum menunjukkan ketajaman seperti saat masih bermain di Portugal. Situasinya makin menantang setelah Gabriel Jesus dan Kai Havertz pulih dari cedera, yang membuat menit bermainnya berkurang.

Dalam dua dari tiga laga terakhir Premier League, striker 27 tahun itu bahkan lebih sering memulai pertandingan dari bangku cadangan. Namun justru di tengah tekanan itulah Gyokeres menunjukkan karakter.

Sebelum mencetak dua gol ke gawang Sunderland, ia lebih dulu menyumbang satu gol saat Arsenal menghajar Leeds United 4-0 pada pekan sebelumnya. Total, Gyokeres kini mengoleksi lima gol dalam empat pertandingan terakhir.

“Itu karakter yang kami harapkan. Begitu mengenakan jersey, ada tanggung jawab besar dan ekspektasi tinggi,” ujar pelatih Arsenal Mikel Arteta seperti dikutip Football London.

Arteta juga memuji sikap profesional Gyokeres yang tetap fokus dan siap membantu tim dalam peran apa pun.

“Cara dia bersikap setiap hari, fokus pada apa yang harus dilakukan, dan keinginan tulus membantu tim, itu yang paling penting,” tambahnya.

Sementara itu di kubu Chelsea, Cole Palmer memberikan pertunjukan yang tak kalah memukau. Dua dari tiga golnya ke gawang Wolves tercipta hanya dalam rentang 25 menit, termasuk dua dari titik penalti.

Pencapaian itu membuat Palmer mencatatkan rekor unik: menjadi pemain pertama dalam sejarah Premier League yang mencetak tiga hat-trick di babak pertama. Dua hat-trick sebelumnya ia ciptakan saat menghadapi Everton (April 2024) dan Brighton (September 2024).

Namun yang paling menarik perhatian justru selebrasinya. Setelah mencetak gol pertama, Palmer tidak menampilkan selebrasi khas “Cold Palmer”. Ia berlari ke arah suporter Chelsea di tribun tandang, lalu menutup telinganya dengan kedua tangan — gestur yang seolah menjadi pesan untuk membungkam spekulasi tentang masa depannya di Stamford Bridge.

“Semua orang suka bicara hal yang tidak masuk akal, kan? Saya tidak terlalu memperhatikannya. Saya merasa berada di tim yang kuat, jadi saya tidak peduli,” ujarnya kepada BBC.

Nyaman di Era Baru Chelsea

Pemain berusia 23 tahun itu juga menegaskan bahwa dirinya menikmati bermain di bawah pelatih anyar Chelsea, Liam Rosenior. Kepercayaan yang diberikan sang pelatih disebutnya menjadi faktor penting dalam mengembalikan kepercayaan diri.

“Hidup bersama Liam Rosenior itu luar biasa. Dia memberi kami semua kepercayaan diri. Saya yakin ketika saya benar-benar fit, mereka akan melihat versi terbaik dari saya,” kata Palmer.

Di tengah kritik dan tekanan, Gyokeres dan Palmer justru menjawab dengan performa tajam. Satu dengan brace yang mengangkat Arsenal, satu lagi dengan hat-trick yang menghidupkan Chelsea. Keduanya membuktikan bahwa kualitas sejati selalu menemukan jalannya untuk bersinar.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#cole palmer #arsenal #Sunderland AFC #viktor gyokeres