Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Atletico Mengamuk, Barcelona Dihajar 4-0 Tanpa Ampun

Johan Panjaitan • Jumat, 13 Februari 2026 | 11:37 WIB
Pemain Atletico Madrid mencoba merebut bola dari pemain Barcelona pada laga semifinal Copa del Rey 2026 di Riyadh Air Metropolitano. (liputan6)
Pemain Atletico Madrid mencoba merebut bola dari pemain Barcelona pada laga semifinal Copa del Rey 2026 di Riyadh Air Metropolitano. (liputan6)

Sumutpos.jawapos.com-Kejutan besar meledak di leg pertama semifinal Copa del Rey 2026. Atletico Madrid tampil brutal dan tanpa ampun saat membantai Barcelona dengan skor telak 4-0 di Riyadh Air Metropolitano, Jumat dini hari WIB.

Pasukan Diego Simeone bermain nyaris sempurna sejak menit pertama. Sementara tim tamu yang dipimpin Hans-Dieter Flick terlihat kehilangan arah, bahkan sebelum babak pertama berakhir. Hasil ini membuat Los Rojiblancos menaruh satu kaki di final, sementara Blaugrana menghadapi misi nyaris mustahil di leg kedua.

Petaka langsung datang cepat. Baru enam menit laga berjalan, bek Eric Garcia melakukan gol bunuh diri setelah berada di bawah tekanan tinggi lini depan tuan rumah. Gol itu menjadi awal mimpi buruk yang panjang bagi Barcelona.

Delapan menit kemudian, stadion kembali bergemuruh. Sundulan tajam Antoine Griezmann menggandakan keunggulan setelah menerima umpan matang dari sisi kanan. Atletico tampil jauh lebih lapar, agresif, dan efisien.

Dominasi belum berhenti. Pada menit ke-33, Ademola Lookman menambah luka Barcelona lewat tembakan keras hasil kerja sama cepat di lini depan. Sebelum turun minum, giliran Julián Álvarez menutup pesta gol menjadi 4-0 pada masa injury time babak pertama.

Empat gol dalam 45 menit membuat Barcelona terlihat lumpuh total. Untuk pertama kalinya dalam waktu lama, mereka tertinggal sejauh itu di paruh pertama laga penting.

Memasuki babak kedua, Barcelona mencoba bangkit. Mereka menguasai bola, menekan, dan sempat mencetak gol lewat Pau Cubarsi. Namun harapan itu langsung padam setelah VAR menganulir gol karena Robert Lewandowski dinilai berada dalam posisi offside.

Keputusan tersebut memicu frustrasi. Permainan Barcelona semakin tidak stabil, sementara Atletico mulai menurunkan tempo dan bermain lebih disiplin menjaga keunggulan.

Drama makin lengkap saat Eric Garcia kembali menjadi sorotan. Di menit ke-86, ia diganjar kartu merah setelah pelanggaran keras, membuat Barcelona harus menyelesaikan laga dengan 10 pemain.

Skor 4-0 pun bertahan hingga peluit akhir. Sebuah malam sempurna bagi Atletico, dan malam yang ingin segera dilupakan oleh Barcelona.


Secara angka, Barcelona sebenarnya dominan dengan penguasaan bola mencapai 66 persen. Mereka bahkan melepaskan lebih banyak tembakan. Namun Atletico jauh lebih efektif.

Dengan hanya 34 persen penguasaan bola, Atletico mampu menciptakan peluang yang benar-benar berbahaya dan mengonversinya menjadi gol. Serangan balik cepat, pertahanan rapat, dan disiplin taktik menjadi senjata utama Simeone.

Flick Kecewa, Tapi Masih Menyimpan Harapan

Usai laga, Flick tak menutupi kekecewaannya, terutama terhadap performa tim di babak pertama.

Ia mengakui jarak permainan antara kedua tim terlihat sangat besar dan timnya tidak bermain sebagai satu kesatuan. Namun ia menolak menyalahkan para pemainnya, menegaskan bahwa tim ini masih muda dan sedang dalam proses berkembang.

Kekesalan justru memuncak saat menyinggung keputusan VAR yang menganulir gol Barcelona. Menurutnya, proses pengecekan yang lama dan minimnya komunikasi membuat situasi terasa semakin kacau.

Meski tertinggal empat gol, Flick menegaskan Barcelona belum menyerah. Leg kedua di kandang sendiri akan menjadi pertaruhan besar, bukan hanya soal tiket final, tetapi juga soal harga diri.

Kini, satu hal menjadi jelas: Barcelona harus menciptakan keajaiban jika ingin membalikkan keadaan, sementara Atletico hanya perlu menjaga konsistensi untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.(bbs/han)

Editor : Johan Panjaitan
#semifinal #atletico madrid #barcelona #copa del rey