Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Udinese vs Fiorentina: La Viola Berjuang Kabur dari Ancaman Degradasi

Johan Panjaitan • Senin, 2 Maret 2026 | 10:17 WIB

Nicolo Zaniolo berambisi memutus tren negatif saat menjamu Fiorentina, Selasa (3/3) dini hari WIB. (tuttoudinese)
Nicolo Zaniolo berambisi memutus tren negatif saat menjamu Fiorentina, Selasa (3/3) dini hari WIB. (tuttoudinese)

Sumutpos.jawapos.com-Atmosfer panas dipastikan menyelimuti Stadio Friuli saat Udinese menjamu ACF Fiorentina dalam lanjutan Serie A, Selasa (3/3) pukul 02.45 WIB.

Laga ini bukan sekadar pertandingan biasa. Fiorentina datang dengan satu misi jelas: kabur dari ancaman zona merah, sementara Udinese ingin menghentikan tren buruk yang mulai membuat fans gelisah.

Skuad La Viola besutan Paolo Vanoli tiba di Udine dengan mental terangkat setelah melewati drama gila di kompetisi Eropa melawan Jagiellonia Białystok.

Fiorentina hampir saja membuang keunggulan tiga gol dari leg pertama. Namun di tengah ketegangan babak tambahan, Nicolò Fagioli muncul sebagai penyelamat lewat gol di menit ke-107 yang memastikan agregat 5-4. Gol itu bukan sekadar kemenangan, tetapi juga suntikan moral besar bagi Fiorentina yang tengah terpuruk di papan bawah Serie A.

Di sisi lain, tekanan justru menghantui kubu Udinese. Pelatih Kosta Runjaić sedang mencari cara menghentikan keterpurukan setelah timnya menelan tiga kekalahan beruntun, termasuk saat tumbang di markas Bologna FC.

Meski masih berada di papan tengah, situasi ini membuat publik Friuli mulai resah. Udinese butuh kemenangan untuk mengembalikan kepercayaan diri—dan menghidupkan kembali memori indah saat mereka pernah menumbangkan AS Roma dan Hellas Verona di awal musim.

Jika melihat sejarah pertemuan, duel kedua tim hampir selalu menghadirkan drama gol. Bahkan pada pertemuan terakhir, Fiorentina menghancurkan Udinese 5-1. Lebih menarik lagi, La Viola punya catatan tandang mengerikan di Friuli: tiga kemenangan dari empat kunjungan terakhir.

Namun Fiorentina juga membawa masalah. Luca Lezzerini dan Robin Gosens masih cedera, sementara Dodô harus absen karena skorsing.

Meski begitu, harapan tetap menyala lewat duet tajam Albert Gudmundsson dan Moise Kean di lini depan.

Udinese sendiri tidak akan tinggal diam. Kreativitas Jurgen Ekkelenkamp dan Jesper Karlström akan menjadi kunci untuk menyuplai bola kepada Nicolò Zaniolo, yang baru pulih dari cedera dan siap menjadi ancaman serius bagi pertahanan Fiorentina.

Dengan Fiorentina yang datang penuh semangat meski kelelahan, dan Udinese yang haus kemenangan di depan publik sendiri, satu hal hampir pasti: Friuli akan menjadi arena pertarungan sengit penuh emosi dan gol.

Dini hari nanti, hanya satu pertanyaan yang tersisa—apakah Fiorentina berhasil kabur dari bayang-bayang degradasi, atau justru Udinese yang bangkit dan menghentikan langkah La Viola?(smg/han)

PERKIRAAN PEMAIN:

UDINESE (3-5-2): Okoye; Kristensen, Kabasele, Bertola; Ehizibue, Ekkelenkamp, Karlstrom, Atta, Zemura; Zaniolo, Buksa. Pelatih: Kosta Runjaic

FIORENTINA (4-3-3): De Gea; Fortini, Comuzzo, Pongracic, Ranieri; Brescianini, Fagioli, Mandragora; Harrison, Kean, Gudmundsson. Pelatih: Paolo Vanoli\

 

Editor : Johan Panjaitan
#seri a #udinese #zona degradasi #ACF Fiorentina