Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Villa di Ambang Semifinal, Bologna Dipaksa Menantang Takdir

Johan Panjaitan • Kamis, 16 April 2026 | 09:07 WIB
Harapan publik Villa Park akan tertumpu pada pundak Ollie Watkins saat menjamu Bologna dalam laga perebutan tiket semifinal Liga Eropa, Jumat (17/4) dini hari nanti. (chatGpt)
Harapan publik Villa Park akan tertumpu pada pundak Ollie Watkins saat menjamu Bologna dalam laga perebutan tiket semifinal Liga Eropa, Jumat (17/4) dini hari nanti. (chatGpt)

 

BIRMINGHAM, Sumutpos.jawapos.com-Malam besar menanti di Villa Park. Aston Villa berdiri di ambang sejarah saat menjamu Bologna dalam leg kedua perempat final UEFA Europa League 2025–2026, Jumat (17/4) dini hari WIB. Unggul agregat 3-1, wakil Inggris hanya selangkah lagi menuju semifinal. Namun, bagi tim tamu, ini bukan sekadar laga—ini adalah pertaruhan melawan logika.

Kepercayaan diri Villa tengah berada di titik tertinggi. Kemenangan meyakinkan di Renato Dall’Ara pekan lalu menjadi bukti ketangguhan mental mereka. Sempat berada di bawah tekanan, Villa menjawab dengan dingin—gol dari Ezri Konsa dan dwigol Ollie Watkins menjadi penegasan bahwa mereka bukan sekadar peserta, melainkan penantang serius.

Villa Park kini menjelma benteng yang nyaris tak tertembus. Lima belas kemenangan dari 17 laga kandang Eropa terakhir, termasuk delapan kemenangan beruntun, menjadi sinyal ancaman nyata. Sejak kekalahan mengejutkan dari Go Ahead Eagles, tim asuhan Unai Emery seperti mengalami transformasi—lebih matang, lebih klinis, dan lebih lapar.

“Agregat 3-1 hanyalah angka jika kami tidak menjaga intensitas,” tegas Emery. “Bologna tim berani. Kami harus tetap konsisten dan memanfaatkan atmosfer Villa Park untuk memastikan tiket semifinal.”

Baca Juga: Tak Sampai Satu Bulan, Indonesia Kumpulkan Dana Donasi Iran Capai Rp9 Miliar

Di sisi lain, Vincenzo Italiano datang dengan beban statistik yang nyaris mustahil. Hanya satu dari 67 tim dalam sejarah Liga Europa yang mampu bangkit setelah tertinggal dua gol di kandang pada leg pertama. Namun, Bologna menolak tunduk pada angka.

“I Rossoblu” membawa modal tak kalah mentereng: rekor tandang sempurna musim ini dengan lima kemenangan beruntun. “Sepak bola selalu menyimpan ruang kejutan. Kami datang tanpa beban, mencoba mencetak gol cepat, dan bertarung sampai akhir,” ujar Italiano.

Kedua tim juga dihantui persoalan klasik: absennya pemain kunci. Di kubu tuan rumah, kondisi Emiliano Martínez masih meragukan. Jika sang juara dunia absen, tanggung jawab akan jatuh ke tangan Marco Bizot. Tanpa Boubacar Kamara, Jadon Sancho, dan Ross Barkley, kreativitas lini tengah kemungkinan bertumpu pada Douglas Luiz atau Emi Buendia.

Baca Juga: Bahan Baku Plastik Langka, Indonesia Cari Pemasok dari 6 Negara

Bologna tak kalah pusing. Skorsing Jhon Lucumí melemahkan lini belakang, sementara cedera Łukasz Skorupski memaksa opsi darurat di bawah mistar—Federico Ravaglia atau Massimo Pessina.

Pada akhirnya, sorotan akan mengarah pada dua figur kunci Villa: Ollie Watkins dan John McGinn. Keduanya telah mencetak tiga gol di Liga Europa musim ini—kombinasi kecepatan dan determinasi yang bisa menjadi palu terakhir bagi ambisi comeback Bologna.(bbs/han)

Perkiraan Pemain:

ASTON VILLA (4-2-3-1):
Bizot; Cash, Konsa, Torres,
Digne; Onana, Tielemans;
McGinn, Buendia, Rogers;
Watkins
Pelatih: Unai Emer

BOLOGNA (4-2-3-1):
Ravaglia; Mario, Vitik,
Heggem, Miranda; Moro,
Freuler; Bernardeschi,
Ferguson, Rowe; Castro
Pelatih: Vincenzo Italiano

Editor : Johan Panjaitan
#liga europa #bologna #leg kedua #aston villa