Sumutpos.jawapos.com-Keputusan Dick Advocaat mundur dari kursi pelatih Timnas Curacao pada Februari lalu ternyata belum menjadi akhir dari perjalanannya bersama The Blue Wave. Pelatih asal Belanda itu resmi kembali menangani Curacao mulai 12 Mei 2026, hanya beberapa bulan setelah menyatakan mundur usai membawa tim tersebut lolos ke Piala Dunia 2026.
Kembalinya Advocaat terjadi setelah penerusnya, Fred Rutten, memilih mengundurkan diri. Situasi itu membuat Federasi Sepak Bola Curacao bergerak cepat untuk membujuk Advocaat kembali memimpin tim nasional.
Presiden Federasi Sepak Bola Curacao (FFK), Gilbert Martina mengatakan keputusan memulangkan Advocaat bukan hanya didorong federasi, tetapi juga keinginan para pemain serta permintaan sponsor tim.
Baca Juga: Polres Labuhanbatu Amankan Pengedar Sabu di Labura, 7 Paket Disita
“Pengambilan keputusan untuk menarik kembali Dick Advocaat berdasar keinginan para pemain timnas serta permintaan pihak sponsor,” ujar Martina seperti dikutip Voetbal International.
Selain faktor tersebut, kondisi kesehatan putri Advocaat yang disebut semakin membaik ikut memengaruhi keputusan sang pelatih untuk kembali ke dunia kepelatihan internasional.
Kehadiran Advocaat kembali membawa harapan besar bagi Curacao yang tengah bersiap menghadapi debut bersejarah di panggung FIFA World Cup 2026. Pengalaman panjang pelatih veteran itu dinilai menjadi modal penting untuk menghadapi tekanan di level tertinggi sepak bola dunia.
Di usia 78 tahun, Advocaat juga berpeluang mencatat sejarah baru sebagai pelatih tertua yang pernah tampil di Piala Dunia. Rekor sebelumnya dipegang Otto Rehhagel yang berusia 72 tahun saat menangani Yunani pada Piala Dunia 2010.
Bagi Advocaat, comeback ini menjadi bukti bahwa gairahnya terhadap sepak bola belum benar-benar padam. Setelah puluhan tahun melatih di berbagai negara dan kompetisi elite, ia kini bersiap menulis babak baru bersama Curacao di panggung terbesar dunia.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan