Manchester City Juara Piala FA 2025/2026, Dominasi Statistik Kukuhkan Keperkasaan The Citizens

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Minggu, 17 Mei 2026 | 09:08 WIB
JUARA: Manchester City juara FA Cup 2026.(The Guardian).
JUARA: Manchester City juara FA Cup 2026.(The Guardian).

 

Sumutpos.jawapos.com-Manchester City kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu kekuatan terbesar sepak bola Inggris. Di bawah sorotan lampu Wembley yang penuh tekanan, The Citizens sukses mengangkat trofi Piala FA 2025/2026 usai menundukkan Chelsea dengan skor tipis 1-0, Sabtu (16/5) malam WIB.

Kemenangan itu bukan sekadar soal skor akhir. Manchester City tampil lebih matang, lebih terorganisasi, dan lebih dominan hampir di seluruh aspek permainan.

Gol tunggal Antoine Semenyo pada menit ke-71 menjadi pembeda dalam laga final yang berlangsung ketat tersebut. Penyerang asal Ghana itu memanfaatkan celah di lini pertahanan Chelsea untuk memastikan trofi kedelapan Piala FA jatuh ke tangan klub asal Manchester tersebut.

Bagi City, gelar ini memperpanjang tradisi kejayaan mereka di kompetisi tertua sepak bola Inggris. Sebelumnya, The Citizens pernah menjadi kampiun pada musim 1903/1904, 1933/1934, 1955/1956, 1968/1969, 2010/2011, 2018/2019, dan 2022/2023.

Baca Juga: Butuh Perhatian, Ibu Stroke Tinggal Sendiri di Gubuk Tak Layak

Kesuksesan di Wembley juga kembali mengukuhkan sentuhan magis Pep Guardiola. Pelatih asal Spanyol itu kini mengoleksi tiga trofi Piala FA bersama Manchester City, sekaligus mempertegas era dominasi yang ia bangun sejak datang ke Etihad Stadium.

Secara permainan, City memang tampil lebih meyakinkan dibanding Chelsea. Statistik pertandingan menunjukkan bagaimana skuad Guardiola mengendalikan ritme laga sejak menit awal.

Manchester City mencatatkan 10 percobaan tembakan dengan empat di antaranya mengarah tepat ke gawang Chelsea. Sementara The Blues hanya mampu menghasilkan lima peluang dan dua yang benar-benar menguji lini pertahanan City.

Dominasi City juga terlihat dari penguasaan bola. Kevin De Bruyne dan kolega mengontrol pertandingan dengan 56 persen possession, memaksa Chelsea lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat.

Bukan hanya itu, kualitas distribusi bola City kembali menjadi pembeda utama. The Citizens mencatat akurasi umpan mencapai 90 persen, unggul atas Chelsea yang berada di angka 85 persen.

Baca Juga: Piala Dunia Tinggal Menghitung Hari, Iran Masih Dibayangi Ketidakpastian Visa AS

Jumlah operan pun menunjukkan jarak kualitas kedua tim di laga final tersebut. Manchester City membukukan 527 passing sepanjang pertandingan, sedangkan Chelsea hanya mampu mencatatkan 390 passing.

Keunggulan statistik itu menggambarkan satu hal penting: City tidak hanya menang karena momen, tetapi karena kontrol permainan yang mereka bangun secara konsisten sepanjang laga.

Chelsea sempat mencoba memberi tekanan melalui transisi cepat, namun disiplin lini tengah dan kokohnya pertahanan City membuat upaya The Blues sulit berkembang.

Pada akhirnya, Wembley kembali menjadi panggung kejayaan Manchester City. Di saat tim lain masih mencari keseimbangan, pasukan Pep Guardiola terus menunjukkan bahwa dominasi dibangun lewat detail, konsistensi, dan keberanian menguasai permainan.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
chelsea manchester city Citizens facebook