INGLEWOOD, Sumutpos.jawapos.com – Tim Nasional Iran memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan membawa beban sekaligus harapan besar. Di tengah situasi geopolitik yang membayangi persiapan tim, Team Melli tetap dijagokan meraih kemenangan saat menghadapi Selandia Baru pada laga pembuka Grup G di SoFi Stadium, Inglewood, Selasa (16/6) pukul 08.00 WIB.
Bagi Iran, pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin. Laga tersebut menjadi ujian pertama untuk membuktikan bahwa fokus dan kualitas mereka tidak tergerus oleh situasi yang berkembang di luar lapangan.
Persiapan skuad asuhan Amir Ghalenoei memang tidak berjalan ideal. Ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat membuat tim harus menyesuaikan agenda pemusatan latihan serta perjalanan menuju lokasi turnamen. Bahkan, Meksiko sempat dijadikan basis sementara sebelum mereka memasuki Amerika Serikat untuk menjalani fase grup.
Baca Juga: Grab dan Kemenpar Beri Grab Bintang 5 Awards 2026 untuk Merchant Kuliner Terbaik
Namun, pengalaman menghadapi tekanan selama babak kualifikasi membuat Iran tetap percaya diri.
"Kami telah melewati banyak tantangan selama proses kualifikasi," ujar Ghalenoei.
Kepercayaan diri itu bukan tanpa alasan. Iran datang ke turnamen ini sebagai salah satu kekuatan paling konsisten di Asia. Dalam lima pertandingan terakhir, mereka membukukan tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya sekali kalah. Salah satu hasil paling mencolok adalah kemenangan telak 5-0 atas Kosta Rika yang menunjukkan ketajaman lini serang mereka.
Di atas kertas, kualitas individu dan kedalaman skuad Iran masih berada di atas Selandia Baru. Pengalaman para pemain tampil di kompetisi elite Eropa menjadi modal berharga saat menghadapi tekanan turnamen terbesar dunia.
Sorotan utama tentu tertuju kepada Mehdi Taremi. Penyerang berusia 33 tahun itu tetap menjadi tumpuan utama Team Melli. Insting mencetak gol, kemampuan membaca ruang, serta pengalamannya di level internasional menjadikan Taremi ancaman terbesar bagi pertahanan lawan.
Taremi diperkirakan akan mendapat dukungan dari Saman Ghoddos dan Mehdi Ghayedi yang beroperasi di belakangnya dalam skema 3-4-2-1 andalan Ghalenoei.
Meski demikian, Selandia Baru bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Tim asuhan Darren Bazeley datang dengan status kuda hitam dan memiliki karakter permainan yang disiplin. Mereka dikenal sulit ditembus ketika menghadapi tim yang secara kualitas lebih unggul.
Hal itu terlihat saat hanya kalah tipis 0-1 dari Inggris dalam laga uji coba terakhir. Meski gagal meraih hasil positif, organisasi pertahanan Selandia Baru mendapat apresiasi karena mampu meredam serangan lawan dalam sebagian besar pertandingan.
Di lini depan, Chris Wood tetap menjadi harapan utama. Striker senior yang juga menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Selandia Baru itu masih memiliki kemampuan duel udara dan penyelesaian akhir yang dapat merepotkan pertahanan Iran.
Jika Iran mengandalkan kreativitas dan penguasaan bola, Selandia Baru kemungkinan memilih bertahan rapat sambil menunggu peluang melalui serangan balik dan situasi bola mati.
Catatan pertemuan juga berpihak kepada Iran. Dalam dua perjumpaan sebelumnya, Team Melli belum pernah kalah. Mereka bermain imbang tanpa gol pada 1973 sebelum menang meyakinkan 3-0 pada pertemuan berikutnya tahun 2003.
Dengan kualitas skuad yang lebih merata, pengalaman bertanding di level tertinggi, serta keberadaan pemain-pemain kunci yang sedang berada dalam performa baik, Iran layak difavoritkan untuk membuka turnamen dengan kemenangan.
Selandia Baru diperkirakan mampu memberikan perlawanan melalui disiplin bertahan, tetapi efektivitas lini depan Iran diyakini menjadi pembeda dalam pertandingan ini.(jpc/han)
Perkiraan Susunan Pemain:
Iran (3-4-2-1):
Beiranvand; Hardani, Khalilzadeh, Mohammadi; Rezaeian, Ezatolahi, Mohebi, Hajsafi; Ghoddos, Ghayedi; Taremi.
Pelatih: Amir Ghalenoei.
Selandia Baru (4-2-3-1):
Crocombe; Payne, Bindon, Boxall, Cacace; Bell, Stamenic; Garbett, Singh, Just; Wood.
Pelatih: Darren Bazeley.