ATLANTA, Sumutpos.jawapos.com– Timnas Spanyol memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan status salah satu kandidat kuat juara. Namun, di balik perbedaan kualitas yang mencolok, laga pembuka Grup H melawan Tanjung Verde di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Senin (15/6) malam WIB, menyimpan cerita menarik tentang pertemuan dua tim yang datang dengan misi berbeda.
Bagi Spanyol, pertandingan ini adalah langkah awal dalam perburuan trofi dunia kedua setelah keberhasilan mereka pada 2010. Sementara bagi Tanjung Verde, tampil di putaran final Piala Dunia merupakan sejarah baru yang ingin mereka rayakan dengan memberikan kejutan di panggung terbesar sepak bola.
La Roja datang dengan kepercayaan diri tinggi. Di bawah arahan Luis de la Fuente, Spanyol tetap mempertahankan identitas permainan berbasis penguasaan bola, kreativitas lini tengah, serta kemampuan mengontrol tempo pertandingan yang selama ini menjadi ciri khas mereka.
Meski persiapan menuju turnamen tidak sepenuhnya mulus setelah sempat ditahan imbang Mesir dan Irak dalam laga uji coba, kemenangan 3-1 atas Peru menjadi sinyal bahwa Spanyol mulai menemukan ritme terbaiknya menjelang laga kompetitif.
Baca Juga: Iran vs Selandia Baru: Adu Ketajaman Taremi dan Ketangguhan Chris Wood
Kekuatan terbesar Spanyol tetap berada di sektor tengah. Kehadiran Rodri, Pedri, dan Fabian Ruiz memberikan kombinasi ideal antara kreativitas, distribusi bola, dan keseimbangan permainan. Trio tersebut diperkirakan menjadi kunci dalam membongkar pertahanan rapat Tanjung Verde yang kemungkinan akan bermain lebih defensif.
Di lini depan, Mikel Oyarzabal berpotensi menjadi ujung tombak utama. Penyerang berusia 29 tahun itu tampil konsisten dalam beberapa pertandingan terakhir dan akan mendapat dukungan dari Ferran Torres serta Alex Baena yang memiliki kemampuan menciptakan peluang dari berbagai situasi.
Kabar positif juga datang dari Lamine Yamal dan Nico Williams yang telah kembali berlatih penuh. Namun, keduanya diperkirakan belum akan dimainkan sejak menit awal demi menjaga kondisi fisik untuk pertandingan-pertandingan berikutnya.
Di sisi lain, Tanjung Verde datang tanpa beban. Status debutan membuat mereka tidak dibayangi ekspektasi tinggi, tetapi justru memberi ruang untuk bermain lebih lepas.
Keberhasilan lolos ke putaran final Piala Dunia telah menjadi pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola negara kepulauan di lepas pantai Afrika Barat tersebut. Namun, skuad asuhan Bubista tidak ingin hanya menjadi pelengkap kompetisi.
Mereka membawa modal positif setelah meraih dua kemenangan beruntun dengan skor identik 3-0 dalam laga persahabatan terakhir. Hasil tersebut menjadi suntikan moral sekaligus bukti bahwa Tanjung Verde memiliki kualitas untuk memberikan perlawanan.
Baca Juga: Lepas Kafilah MTQ Sumut ke-40, Wali Kota Tebingtinggi Titipkan Misi Syiar Islam dan Prestasi
Perhatian utama tertuju kepada Ryan Mendes. Penyerang senior yang menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional itu masih menjadi sosok sentral dalam skema permainan Tanjung Verde. Pengalaman dan ketenangannya di depan gawang bisa menjadi ancaman jika Spanyol kehilangan konsentrasi.
Selain Mendes, kehadiran Logan Costa di jantung pertahanan dan Dailon Livramento di lini depan menambah daya saing skuad yang kini semakin banyak diperkuat pemain berpengalaman di kompetisi Eropa.
Meski demikian, perbedaan kualitas tetap menjadi faktor yang sulit diabaikan. Spanyol unggul hampir di seluruh aspek, mulai dari pengalaman turnamen besar, kualitas individu pemain, kedalaman skuad, hingga kematangan taktik.
Tanjung Verde kemungkinan akan mengandalkan pertahanan berlapis dan serangan balik cepat untuk meredam dominasi penguasaan bola Spanyol. Strategi itu mungkin efektif pada fase awal pertandingan, tetapi mempertahankan konsentrasi selama 90 menit menghadapi tekanan tanpa henti La Roja menjadi tantangan yang jauh lebih berat.
Baca Juga: Muslim Minta Kepolisian Tindak Tegas Aksi Begal dan Geng Motor di Medan Utara
Jika mampu bermain sesuai standar terbaiknya, Spanyol diperkirakan akan mengendalikan pertandingan sejak awal dan perlahan memaksa pertahanan lawan melakukan kesalahan. Kesabaran dalam membangun serangan serta kualitas pemain yang lebih merata menjadi modal utama untuk mengamankan tiga poin pertama.
Bagi Tanjung Verde, pertandingan ini adalah kesempatan langka untuk menunjukkan bahwa mereka layak berada di panggung dunia. Sementara bagi Spanyol, kemenangan menjadi harga mati untuk membuka jalan menuju fase gugur. (jpc/han)
Editor : Johan Panjaitan