SEATTLE, Sumutpos.jawapos.com – Pertarungan menarik tersaji pada laga pembuka Grup G Piala Dunia 2026 saat Belgia menghadapi Mesir di Lumen Field, Seattle, Selasa (16/6) pukul 02.00 WIB. Di satu sisi, Belgia datang sebagai tim unggulan dengan kedalaman skuad dan kualitas individu yang mumpuni. Di sisi lain, Mesir membawa ambisi besar untuk membuktikan bahwa mereka mampu menjadi ancaman serius melalui kepemimpinan Mohamed Salah.
Pertandingan ini diprediksi menjadi salah satu duel paling kompetitif pada fase awal turnamen. Tiga poin pertama sangat penting untuk membuka jalan menuju babak gugur, terlebih Grup G dihuni sejumlah tim yang memiliki karakter permainan berbeda.
Belgia memasuki Piala Dunia dengan modal kepercayaan diri tinggi. Tim asuhan Rudi Garcia menunjukkan peningkatan performa yang signifikan sepanjang tahun 2026. Dalam lima pertandingan terakhir, Red Devils mencatatkan empat kemenangan dan satu hasil imbang.
Baca Juga: SpaceX Meledak di Bursa, Kekayaan Elon Musk Tembus USD 1,1 Triliun
Kemenangan telak 5-0 atas Tunisia menjadi bukti ketajaman lini depan Belgia. Sebelumnya, mereka juga mengalahkan Kroasia 2-0 dan Amerika Serikat 5-2, hasil yang menunjukkan keseimbangan antara produktivitas serangan dan soliditas permainan.
Meski sempat mengalami inkonsistensi pada fase kualifikasi, Belgia kini terlihat lebih matang. Kehadiran pemain-pemain berpengalaman seperti Kevin De Bruyne, Youri Tielemans, dan Thibaut Courtois masih menjadi fondasi utama tim yang pernah menghuni peringkat teratas FIFA tersebut.
Tambahan tenaga dari Jeremy Doku semakin memperkaya variasi serangan Belgia. Winger lincah milik Manchester City itu telah pulih sepenuhnya dari masalah kebugaran dan diperkirakan langsung tampil sejak menit pertama.
Kecepatan, kreativitas, dan kemampuan duel satu lawan satu Doku berpotensi menjadi senjata utama untuk membongkar pertahanan Mesir yang dikenal disiplin dan rapat.
Namun, Mesir bukan lawan yang mudah ditaklukkan. The Pharaohs datang dengan motivasi besar setelah kembali tampil di Piala Dunia usai absen pada edisi 2022.
Harapan jutaan pendukung Mesir kembali bertumpu pada Mohamed Salah. Kapten tim sekaligus ikon sepak bola Afrika itu masih menjadi pusat permainan dan sumber inspirasi utama bagi skuad asuhan Hossam Hassan.
Performa Mesir selama masa persiapan juga cukup menjanjikan. Mereka mencatat kemenangan meyakinkan 4-0 atas Arab Saudi dan menundukkan Rusia 1-0. Bahkan, Mesir mampu menahan Spanyol tanpa gol dalam laga uji coba yang menunjukkan kualitas organisasi pertahanan mereka.
Baca Juga: Spanyol vs Tanjung Verde: Duel Kandidat Juara dan Debutan Bersejarah
Meski kalah tipis 1-2 dari Brasil, penampilan Mesir tetap mendapat apresiasi karena mampu memberikan tekanan hingga menit-menit akhir pertandingan.
Selain Salah, Mesir kini memiliki Omar Marmoush yang berkembang menjadi salah satu penyerang paling berbahaya di Eropa. Kombinasi kecepatan Marmoush dan kreativitas Salah dapat menjadi ancaman nyata bagi lini belakang Belgia yang kehilangan Zeno Debast akibat cedera.
Secara taktik, Mesir kemungkinan akan bermain lebih pragmatis. Mereka diperkirakan menyerahkan penguasaan bola kepada Belgia sambil menunggu peluang melakukan serangan balik cepat yang menjadi salah satu kekuatan utama mereka.
Menariknya, catatan pertemuan justru berpihak kepada Mesir. Dari empat pertemuan terakhir, The Pharaohs mampu meraih tiga kemenangan. Pertemuan terbaru pada November 2022 bahkan berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Mesir.
Meski demikian, sejarah tidak selalu menjadi jaminan. Belgia saat ini datang dengan skuad yang lebih seimbang, lebih dalam, dan memiliki momentum positif menjelang turnamen.
Laga diperkirakan berlangsung ketat, terutama pada babak pertama. Mesir memiliki kemampuan untuk membuat Belgia frustrasi melalui organisasi pertahanan yang rapi. Namun seiring berjalannya pertandingan, kualitas individu yang dimiliki Red Devils diyakini akan menjadi faktor pembeda.
Baca Juga: Iran vs Selandia Baru: Adu Ketajaman Taremi dan Ketangguhan Chris Wood
Kevin De Bruyne diprediksi memainkan peran sentral dalam membuka ruang, sementara kecepatan Doku dan efektivitas Charles De Ketelaere berpotensi menjadi penentu hasil akhir.
Bagi Mesir, pertandingan ini menjadi panggung pembuktian bagi Mohamed Salah untuk menunjukkan bahwa dirinya masih mampu membawa negaranya bersaing di level tertinggi dunia. Namun bagi Belgia, kemenangan adalah target mutlak untuk menegaskan status mereka sebagai kandidat kuat lolos dari Grup G. (jpc/han)
Editor : Johan Panjaitan