Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Iraq vs Norwegia: Ujian Pertama Sang Fenomena Erling Haaland

Johan Panjaitan • Selasa, 16 Juni 2026 | 10:45 WIB
TUMPUAN GOL: Bomber Norwegia Erling Haaland (foto kiri) dan striker Iraq Aymen Hussein bakal beradu klinis dalam matchday pertama grup I Piala Dunia 2026 di Gillette Stadium, Foxborough, dini hari nanti (17/6). (bbc)
TUMPUAN GOL: Bomber Norwegia Erling Haaland (foto kiri) dan striker Iraq Aymen Hussein bakal beradu klinis dalam matchday pertama grup I Piala Dunia 2026 di Gillette Stadium, Foxborough, dini hari nanti (17/6). (bbc)

 

FOXBOROUGH, Sumutpos.jawapos.com– Tiga puluh dua tahun setelah sang ayah, Alf-Inge "Alfie" Haaland, mencicipi panggung Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat, kini giliran putranya, Erling Haaland, menorehkan babak sejarah baru. Dini hari nanti, penyerang paling mematikan milik Norwegia itu akan menjalani debut Piala Dunia saat menghadapi Iraq pada laga pembuka Grup I di Gillette Stadium, Foxborough (siaran langsung TVRI Sport pukul 05.00 WIB).

Namun, Erling datang dengan cerita yang berbeda. Jika Alfie hanyalah bagian dari skuad Norwegia era 1990-an, Erling hadir sebagai wajah utama kebangkitan sepak bola negaranya. Di pundaknya bertumpu harapan jutaan rakyat Norwegia yang akhirnya bisa kembali menikmati atmosfer Piala Dunia setelah penantian panjang selama 28 tahun.

Tak berlebihan jika ekspektasi terhadap striker Manchester City tersebut begitu tinggi. Selama fase kualifikasi, Haaland tampil luar biasa dengan mencetak 16 gol hanya dalam delapan pertandingan. Produktivitasnya menjadi motor yang membawa Norwegia menyapu bersih seluruh laga, membukukan 37 gol dan hanya lima kali kebobolan.

Tekanan besar pun mengiringi setiap langkahnya. Namun, pemain berusia 25 tahun itu justru menikmati situasi tersebut.

Baca Juga: Marshanda Gali Luka Lama untuk Menghidupkan Nadia di Saat Aku Bersuara

"Ada banyak tekanan terhadap saya, tetapi saya menyukai tekanan itu. Kalau saya bukan Erling Haaland, saya juga akan memberikan tekanan besar kepada Erling Haaland," ujarnya kepada Reuters.

Rumor Pribadi Tak Ganggu Fokus

Menjelang turnamen, sorotan tak hanya datang dari lapangan. Kehidupan pribadi Haaland ikut menjadi bahan perbincangan setelah muncul rumor yang menyebut hubungannya dengan sang kekasih, Isabel Haugseng Johansen, telah berakhir.

Meski demikian, kabar tersebut belum mendapat konfirmasi dari kedua pihak. Haaland sendiri memilih diam. Alih-alih merespons spekulasi, ia mengirim pesan tegas melalui media sosial dengan mengunggah foto bersama rekan-rekan setimnya.

"All focus on the World Cup."

Kalimat singkat itu seolah menjadi penegasan bahwa seluruh energinya kini hanya tertuju pada satu tujuan: membawa Norwegia melangkah sejauh mungkin di Amerika Serikat.

Sikap santainya juga terlihat beberapa hari sebelum pertandingan. Bersama sejumlah pemain Norwegia, Haaland menyempatkan diri menyaksikan laga playoff Stanley Cup NHL antara Carolina Hurricanes dan Vegas Golden Knights. Dikutip BBC Sport, ia tampak menikmati suasana, melambaikan tangan kepada penonton sambil mengenakan jersey Hurricanes bernomor sembilan.

Baca Juga: Catat! Jangan Masukan Barang Ini ke Mesin Cuci

Misi Sulit Iraq

Di sisi lain, Iraq datang sebagai tim yang juga membawa cerita emosional. Setelah terakhir kali tampil pada edisi 1986 di Meksiko, Lions of Mesopotamia akhirnya kembali merasakan panggung terbesar sepak bola dunia.

Tantangan pertama mereka langsung berat.

Pelatih Graham Arnold, yang sukses membawa Australia menembus babak 16 besar Piala Dunia 2022, harus menemukan cara menghentikan mesin gol Norwegia tersebut.

Dengan nada bercanda, tetapi penuh makna, pelatih berusia 62 tahun itu mengakui sulitnya tugas yang menanti anak asuhnya.

Baca Juga: Hipertensi Bukan Lagi Persoalan Usia Tua, Anak Muda Segara Periksa

"Kalau kami bisa menempatkan lima pemain untuk menjaga Erling Haaland, mungkin kami punya peluang," katanya kepada stasiun televisi Norwegia TV2.

Bagi Arnold, menghadapi salah satu striker terbaik dunia bukan sekadar tantangan taktis, melainkan kesempatan berharga bagi skuad Iraq untuk menguji kemampuan mereka di level tertinggi.

"Bagi pemain-pemain Iraq, merupakan sebuah kehormatan bisa berada di lapangan bersama pemain seperti dia," ujarnya.

Kini, seluruh mata akan tertuju kepada Haaland. Tiga dekade setelah sang ayah mengukir kisahnya di Piala Dunia, sang putra mendapat kesempatan menulis sejarah yang lebih besar. Dan jika Norwegia ingin mengakhiri penantian panjang mereka dengan perjalanan istimewa, semuanya hampir pasti akan dimulai dari kaki seorang Erling Haaland.(jpg/han)

Susunan Pemain:

IRAQ (4-4-2): 12-Hassan (g) (c); 3-Ali, 4-Tahseen, 2-Sulaka, 23-Doski; 8-Bayesh, 16-Al Ammari, 14-Iqbal, 17-Jasim; 9-Al-Hamadi, 18-Hussein
Pelatih: Graham Arnold
Jersey pemain: Putih
Jersey kiper: Hijau stabilo

NORWEGIA (4-3-3): 1-Nyland (g); 26-Ryerson, 3-Ajer, 17-Heggem, 5-Wolfe; 10-Odegaard (c), 8-Berge, 14-Aursnes; 7-Sorloth, 9-Haaland, 20-Nusa
Pelatih: Stale Solbakken
Jersey pemain: Merah
Jersey kiper: Kuning

Editor : Johan Panjaitan
#sejarah #piala dunia #irak #norwegia #Erling Haaland