ZAPOPAN, Sumutpos.jawapos.com – Pertarungan memperebutkan status juara Grup A Piala Dunia 2026 akan tersaji di Estadio Guadalajara, Jumat pagi nanti. Tuan rumah Meksiko dan Korea Selatan sama-sama datang dengan modal kemenangan pada laga pembuka, namun kali ini tantangan yang dihadapi Taegeuk Warriors jauh lebih besar.
Bukan hanya karena kualitas permainan lawan, melainkan atmosfer intimidatif yang disiapkan puluhan ribu pendukung El Tri di tribun stadion.
Afrika Selatan sudah lebih dulu merasakannya. Saat Meksiko menang 2-0 pada laga pembuka, sebanyak 80.824 penonton memadati stadion dan menciptakan suasana yang nyaris tanpa kompromi bagi tim tamu.
Baca Juga: Kulit dari Kaktus, Inovasi Ramah Lingkungan yang Mulai Dilirik Industri Fashion Dunia
Dukungan masif itu bahkan dimulai sebelum pertandingan berlangsung. Nama-nama pemain Meksiko disambut sorak sorai menggelegar ketika diperkenalkan. Sebaliknya, setiap nama pemain Afrika Selatan yang disebut langsung dibalas siulan dan cemoohan dari seluruh penjuru stadion.
Tekanan psikologis itu berlanjut sepanjang pertandingan. Setiap sentuhan pemain Meksiko disambut gemuruh dukungan, sementara setiap upaya serangan lawan langsung diiringi suara bising yang memekakkan telinga.
Kini giliran Korea Selatan yang harus menghadapi situasi serupa.
Pelatih Korea Selatan, Hong Myung-bo, mengakui dukungan publik tuan rumah bisa menjadi faktor pembeda dalam pertandingan nanti.
“Saya menonton pertandingan Meksiko. Saya melihat bagaimana mereka bermain dengan dukungan luar biasa dari suporter kandang. Itu tentu akan menjadi beban bagi kami,” ujarnya.
Meski demikian, Hong merasa timnya sedikit diuntungkan karena sudah pernah merasakan atmosfer Estadio Guadalajara saat menundukkan Republik Ceko 2-1 pada laga pertama.
“Setidaknya kami sudah pernah bermain sekali di stadion ini. Itu bisa membantu kami beradaptasi,” katanya.
Namun, ia tak menampik tekanan tetap akan sangat besar.
“Bermain melawan tim tuan rumah selalu menghadirkan tekanan tersendiri. Meksiko tampil sangat baik dan mereka mendapatkan dukungan besar dari para penggemarnya,” lanjut mantan bek legendaris Korsel tersebut.
Dilema Hong Myung-bo
Jelang duel krusial ini, Hong masih memikirkan komposisi ideal di lini belakang. Ia dihadapkan pada pilihan mempertahankan formasi tiga bek yang berpusat pada Kim Min-jae atau kembali menggunakan skema empat bek yang lebih akrab dimainkan para pemainnya di level klub.
Baca Juga: Ratusan Mahasiswa Bakar Ban di Depan Kodim 0201/Medan, Desak TNI Kembali ke Barak
Menurut Hong, fleksibilitas taktik menjadi kunci untuk bertahan di turnamen sebesar Piala Dunia.
“Mengandalkan satu taktik saja akan sangat sulit di Piala Dunia,” tegasnya.
Gelandang kreatif Korea Selatan, Lee Kang-in, juga menyadari betapa berat tantangan yang menanti timnya.
“Kami tahu betapa sulitnya menghadapi Meksiko di kandang mereka dalam pertandingan Piala Dunia,” kata pemain Paris Saint-Germain tersebut.
El Tri Penuh Percaya Diri
Di kubu tuan rumah, kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan membuat kepercayaan diri skuad asuhan Javier Aguirre meningkat tajam.
Gol Julian Quinones dan Raul Jimenez pada laga pembuka menjadi sinyal bahwa El Tri siap melangkah lebih jauh di turnamen ini.
“Kemenangan 2-0 mungkin bukan kemenangan besar, tetapi kami mendapatkan tiga poin yang sangat penting,” ujar Aguirre.
Meski puas dengan hasil tersebut, pelatih berpengalaman itu menegaskan fokus timnya kini sepenuhnya tertuju pada Korea Selatan.
“Prioritas kami sekarang hanya Korea. Kami ingin melangkah setahap demi setahap dan terus berkembang sepanjang turnamen,” katanya.
Kehilangan Pemain Kunci
Meksiko tetap memiliki pekerjaan rumah. Bek tengah andalan Cesar Montes dipastikan absen setelah menerima kartu merah saat menghadapi Afrika Selatan.
Sebagai solusi, kapten tim Edson Alvarez berpeluang ditarik lebih ke belakang untuk berduet dengan Johan Vasquez di jantung pertahanan.
Baca Juga: Kasus Kematian Warga di Areal PT Agrinas Labura Didalami, Polisi Periksa 10 Saksi
Selain itu, kondisi Julian Quinones juga masih dipantau setelah pemain sayap tersebut terlihat terpincang-pincang menjelang akhir laga pertama. Jika tidak pulih tepat waktu, Alexis Vega kemungkinan akan dipercaya tampil sejak menit awal.
Di pihak Korea Selatan, dua pemain yang sempat mengalami cedera, yakni Bae Jun-ho dan Kim Tae-hyeon, sudah kembali berlatih. Namun peluang keduanya tampil sejak awal masih belum pasti.
Rekor Tak Berpihak pada Korsel
Secara statistik, Korea Selatan memiliki catatan kurang mengesankan saat menghadapi Meksiko.
Taegeuk Warriors belum pernah mengalahkan El Tri sejak kemenangan tipis 1-0 pada Februari 2006. Dalam empat pertemuan setelahnya, Korea Selatan menelan tiga kekalahan dan hanya sekali bermain imbang.
Pertemuan terakhir kedua tim pada September 2025 juga menunjukkan betapa sulitnya menaklukkan Meksiko. Saat itu Korea Selatan nyaris meraih kemenangan sebelum gol Santiago Gimenez pada menit ke-94 memaksa laga berakhir imbang 2-2.
Dengan dukungan puluhan ribu suporter fanatik, rekor pertemuan yang lebih baik, serta status tuan rumah, Meksiko akan memasuki pertandingan sebagai favorit. Namun Korea Selatan memiliki pengalaman, disiplin, dan kualitas individu yang cukup untuk membuat kejutan.(jpg/han)
Prakiraan Pemain:
Meksiko (4-1-4-1): Rangel; Reyes, Alvarez, Vasquez, Gallardo; Lira; Alvarado, Gutierrez, Fidalgo, Quinones; Jimenez
Korea Selatan (3-4-2-1): S Kim; H Lee, M Kim, G Lee; Seol, Hwang, Paik, T Lee; K Lee, J Lee; Son
Editor : Johan Panjaitan