Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Swiss vs Bosnia-Herzegovina, Rossocrociati Tak Ingin Dihujani Kritik Lagi

Johan Panjaitan • Kamis, 18 Juni 2026 | 10:00 WIB
Kapten Timnas Swiss Granit Zhaka bakal beradu kreativitas dengan Kapten BosniaHerzegovina Sead Kolasinac pada matchday kedua grup B Piala Dunia 2026 Jumat (18/6) dini hari pukul 02.00 WIB. (chatGpt)
Kapten Timnas Swiss Granit Zhaka bakal beradu kreativitas dengan Kapten BosniaHerzegovina Sead Kolasinac pada matchday kedua grup B Piala Dunia 2026 Jumat (18/6) dini hari pukul 02.00 WIB. (chatGpt)

 

LOS ANGELES, Sumutpos.jawapos.com– Timnas Swiss datang ke laga kedua Grup B Piala Dunia 2026 dengan satu misi penting: menebus kekecewaan dan mengembalikan kepercayaan publik. Setelah gagal mengamankan kemenangan pada laga pembuka, Rossocrociati kini membidik tiga poin saat menghadapi Bosnia-Herzegovina di SoFi Stadium, Los Angeles, dini hari nanti.

Swiss sebenarnya hampir mengawali turnamen dengan hasil sempurna ketika menghadapi Qatar. Mereka sudah berada di ambang kemenangan sebelum petaka datang pada masa injury time. Gol bunuh diri Miro Muheim memaksa pertandingan berakhir imbang 1-1 dan membuat tiga poin yang sudah di depan mata menguap begitu saja.

Hasil tersebut memicu gelombang kritik dari suporter Swiss. Di media sosial, sejumlah pendukung melontarkan komentar pedas terhadap performa tim nasional mereka. Ada yang menyebut Swiss sebagai salah satu tim terburuk di turnamen, sementara yang lain menilai permainan mereka jauh dari harapan.

Baca Juga: B50 Siap Meluncur 1 Juli 2026, Diklaim Lebih Efisien dan Serap Jutaan Tenaga Kerja

Situasi itu membuat tekanan terhadap skuad asuhan Murat Yakin meningkat menjelang duel kontra Bosnia-Herzegovina.

Gelandang Swiss, Fabian Rieder, mengakui kekecewaan yang dirasakan para pendukung. Namun, ia menegaskan timnya tidak ingin larut dalam kritik dan bertekad menunjukkan kualitas sesungguhnya pada pertandingan kedua.

“Kami memiliki kualitas yang luar biasa dan semangat tim yang sangat baik. Kami ingin menunjukkannya pada pertandingan berikutnya untuk seluruh Swiss dan para suporter,” ujar pemain FC Augsburg tersebut.

Rieder yang tampil sebagai pemain pengganti saat menghadapi Qatar percaya timnya memiliki kemampuan untuk bangkit dan membuktikan bahwa hasil laga pertama hanyalah sebuah kecelakaan.

“Saya yakin kami memiliki banyak kualitas. Tim juga yakin akan hal itu, dan sekarang kami ingin meyakinkan para suporter,” tegas pemain berusia 24 tahun tersebut.

Menanti Kembalinya Dzeko

Di kubu Bosnia-Herzegovina, perhatian tertuju pada kondisi kapten sekaligus ikon tim, Edin Dzeko.

Penyerang veteran berusia 40 tahun itu masih menjadi tanda tanya setelah mengalami cedera bahu saat laga playoff melawan Italia. Cedera tersebut membuatnya absen dalam beberapa pertandingan uji coba sebelum Piala Dunia.

Saat Bosnia bermain imbang 1-1 melawan Kanada pada laga pembuka Grup B, Dzeko juga belum diturunkan dan hanya menyaksikan pertandingan dari bangku cadangan.

Baca Juga: ASUS ROG Luncurkan ROG Zephyrus Duo di Indonesia, Laptop Gaming Dual-Screen OLED Pertama di Dunia

Pelatih Bosnia-Herzegovina, Sergej Barbarez, mengungkapkan bahwa sebenarnya ia ingin memainkan Dzeko pada laga tersebut. Namun rencana itu berubah setelah bek andalan Sead Kolasinac mengalami cedera dan memaksa tim menggunakan slot pergantian pemain untuk kebutuhan lain.

Kini peluang Dzeko tampil menghadapi Swiss mulai terbuka.

“Sekarang dia sudah kembali berlatih secara normal. Kami berharap dia setidaknya cukup siap untuk pertandingan melawan Swiss,” kata Barbarez.

Jika Dzeko benar-benar tampil, kehadirannya bisa menjadi suntikan besar bagi Bosnia. Pengalaman, kepemimpinan, dan insting golnya masih menjadi senjata utama tim berjuluk Zmajevi itu.

Dengan sama-sama meraih hasil imbang pada pertandingan pertama, duel ini memiliki arti penting bagi kedua tim. Kemenangan akan membuka peluang besar untuk melangkah ke fase gugur, sementara hasil selain tiga poin bisa membuat posisi mereka semakin sulit menjelang laga terakhir grup.

Bagi Swiss, pertandingan ini bukan sekadar soal meraih kemenangan. Ini juga tentang memulihkan harga diri dan membuktikan kepada publik bahwa mereka masih layak diperhitungkan di panggung terbesar sepak bola dunia.

Sementara Bosnia-Herzegovina berharap kebangkitan Edin Dzeko dapat menjadi pembeda dalam duel yang diprediksi berlangsung ketat dan sarat tekanan tersebut. Dengan kepentingan yang sama besar, bentrokan di SoFi Stadium dipastikan menjadi salah satu laga paling menarik di Grup B.(jpg/han)

 

Perkiraan Pemain:

SWISS (4-3-3): 1-Kobel (g); 6-Zakaria, 4-Elvedi, 5Akanji, 13-Rodriguez; 20-Aebischer, 10-Xhaka (c), 8-Freuler; 11-Ndoye, 7-Embolo, 9-Manzambi

Pelatih: Murat Yakin

BOSNIA-HERZEGOVINA (4-4-2): 1-Vasilj (g); 7-Dedic, 18-Katic, 4Muharemovic, 5-Kolasinac (c); 20Bajraktarevic, 6-Tahirovic, 13-Basic, 19-Alajbegovic; 10-Demirovic, 25Lukic

Pelatih: Sergej Barbarez

Editor : Johan Panjaitan
#bosnia herzegovina #piala dunia #qatar #swiss