Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Amerika Serikat vs Australia: Poche Usung Spirit MAGA untuk Jaga Momentum

Johan Panjaitan • Jumat, 19 Juni 2026 | 10:30 WIB
CEDERA: Wide attacker andalan AS, Christian Pulisic, berjuang pulih dari masalah betis untuk bisa tampil lawan Australia dini hari nanti (20/6). 
 (Photo by JUSTIN TALLIS / AFP) (Photo by JUSTIN TALLIS/AFP via Getty Images)
CEDERA: Wide attacker andalan AS, Christian Pulisic, berjuang pulih dari masalah betis untuk bisa tampil lawan Australia dini hari nanti (20/6). (Photo by JUSTIN TALLIS / AFP) (Photo by JUSTIN TALLIS/AFP via Getty Images)

 

SEATTLE, Sumutpos.jawapos.com– Di bawah arahan Mauricio Pochettino, slogan MAGA memiliki makna berbeda. Bukan Make America Great Again yang identik dengan dunia politik Amerika Serikat, melainkan Make American Soccer Great Again. Semangat itulah yang terus digaungkan pelatih timnas Amerika Serikat tersebut untuk membakar motivasi skuadnya di Piala Dunia 2026.

Hasilnya langsung terlihat. Tim berjuluk USMNT itu membuka langkah di Grup D dengan kemenangan meyakinkan 4-1 atas Paraguay pada 13 Juni lalu. Kini, kepercayaan diri tengah membuncah saat mereka bersiap menghadapi Australia pada matchday kedua di Lumen Field, Seattle, dini hari nanti.

Pochettino tidak hanya membangun taktik, tetapi juga identitas. Mantan pelatih Tottenham Hotspur dan Paris Saint-Germain itu berupaya menanamkan karakter bermain yang agresif, berani, dan pantang menyerah kepada anak asuhnya.

"Kita orang Amerika, kita tidak menerima omong kosong. Kurang lebih seperti itu pesan yang selalu disampaikan," ungkap gelandang Sebastian Berhalter kepada FOX News.

Baca Juga: HUT Bhayangkara ke-80, Polres Labusel Asah Profesionalisme Lewat Lomba Menembak

Meski berasal dari Argentina, Pochettino dinilai mampu memahami karakter sepak bola Amerika. Ia terus mendorong para pemain untuk bermain dengan keyakinan tinggi dan menunjukkan kebanggaan sebagai representasi negara tuan rumah.

"Dia selalu menekankan, inilah yang kami lakukan, inilah jati diri kami, inilah Amerika," lanjut Berhalter.

Perubahan pendekatan tersebut juga dirasakan Timothy Weah. Winger yang musim lalu memperkuat Olympique de Marseille itu menilai permainan AS kini jauh lebih agresif dibanding sebelumnya.

"Kami menjadi lebih agresif. Cara kami bermain dan melakukan pressing jauh lebih baik," ujarnya.

Kritik Terhadap MLS

Di tengah keberhasilan membangun atmosfer positif, Pochettino sempat memancing perdebatan setelah mengkritik sistem kompetisi Major League Soccer (MLS).

Menurutnya, ketiadaan promosi dan degradasi membuat kompetisi kehilangan tekanan kompetitif yang lazim ditemukan di banyak liga sepak bola dunia.

"Jika sebuah tim tidak memenangkan pertandingan selama berbulan-bulan dan tetap bertahan di liga yang sama, apa konsekuensinya?" kata Pochettino.

Pernyataan tersebut menuai respons beragam. Sebab, sistem franchise tanpa promosi dan degradasi juga diterapkan dalam kompetisi olahraga profesional lain di Amerika Serikat seperti NFL, NBA, dan MLB.

Model bisnis itu dianggap memberikan stabilitas investasi bagi pemilik klub karena nilai franchise tidak terancam turun akibat degradasi.

Baca Juga: Ini 14 Poin Penting Perjanjian Damai AS- Iran

"Itulah mengapa banyak investor Amerika lebih tertarik berinvestasi di Eropa," ujar mantan kiper timnas AS Brad Friedel kepada ESPN.

Berpacu Pulihkan Pulisic

Di tengah euforia kemenangan atas Paraguay, Pochettino masih dihadapkan pada satu pekerjaan penting: memastikan kondisi Christian Pulisic.

Kapten tim sekaligus bintang AC Milan itu hanya tampil pada babak pertama laga pembuka sebagai langkah pencegahan agar cedera betis yang sempat mengganggunya tidak semakin parah.

Hingga Kamis (18/6), Pulisic masih menjalani latihan terpisah dari skuad utama. Namun, harapan agar sang pemain bisa tampil menghadapi Australia belum sepenuhnya pupus.

"Kami benar-benar berharap Christian bisa kembali bermain," kata Brenden Aaronson.

Absennya Pulisic tentu akan menjadi kehilangan besar. Dalam laga melawan Paraguay, pemain yang dijuluki Captain America itu terlibat langsung dalam terciptanya dua gol awal AS.

Baca Juga: Penderita Penyakit Saraf Sebaiknya Tidak Konsumsi Jenis Makanan Ini

"Kehadirannya selalu memberikan dampak positif bagi tim," tambah Aaronson.

Dengan modal kemenangan besar di laga pembuka dan dukungan puluhan ribu pendukung di Seattle, Amerika Serikat berpeluang mengamankan tiket ke fase gugur lebih cepat. Namun Australia datang dengan misi yang sama: merusak pesta tuan rumah dan menjaga asa mereka tetap hidup di Grup D.

Bagi Pochettino, laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin. Ini adalah kesempatan lain untuk membuktikan bahwa proyek Make American Soccer Great Again sedang berjalan ke arah yang benar.(jpg/han)

Susunan Pemain:

AMERIKA SERIKAT (4-2-3-1): 24-Freese (g); 16-Freeman, 3-Richards, 13-Ream (c), 5-Robinson; 4-Adams, 17-Tilman; 2-Dest, 8-McKennie, 10-Pulisic; 20-Balogun
Pelatih: Mauricio Pochettino

 
AUSTRALIA (5-4-1): 18-Beach (g); 4-Italiano, 3-Circati, 19-Souttar (c), 21-Burgess, 5-Bos; 8-Metcalfe, 24-Okon-Engstler, 13-O’Neill, 17-Irankunda; 9-Mohamed Toure
Pelatih: Tony Popovich

 

Editor : Johan Panjaitan
#grup d #piala dunia 2026 #amerika serikat #australia