Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Belanda Vs Swedia: Van Dijk dkk Ditantang Redam Ketajaman Isak-Gyokeres

Johan Panjaitan • Jumat, 19 Juni 2026 | 21:45 WIB

 

 Virgil van Dijk dkk bakal memikul beban berat saat Belanda berjumpa Swedia dalam laga kedua Grup F Piala Dunia 2026 di NRG Stadium, Houston, Minggu (21/6) dini hari. (chatGpt)
Virgil van Dijk dkk bakal memikul beban berat saat Belanda berjumpa Swedia dalam laga kedua Grup F Piala Dunia 2026 di NRG Stadium, Houston, Minggu (21/6) dini hari. (chatGpt)

 

HOUSTON, Sumutpos.jawapos.com– Belanda memasuki laga kedua Grup F Piala Dunia 2026 dengan tekanan yang jauh lebih besar dibandingkan lawannya. Saat menghadapi Swedia di NRG Stadium, Houston, Minggu dini hari (21/6), Oranje tidak hanya memburu kemenangan, tetapi juga mempertahankan rekor prestisius yang telah bertahan selama dua dekade.

Hasil imbang 2-2 melawan Jepang pada laga pembuka meninggalkan banyak pekerjaan rumah bagi pasukan Ronald Koeman. Lini pertahanan yang biasanya kokoh terlihat rapuh setelah kebobolan dua gol, termasuk gol penyeimbang yang tercipta pada menit-menit akhir pertandingan.

Kini tantangan yang lebih berat sudah menanti. Kapten Belanda Virgil van Dijk bersama barisan belakang Oranje harus menghadapi duet paling berbahaya yang dimiliki Swedia saat ini: Alexander Isak dan Viktor Gyokeres.

Keduanya tampil impresif ketika Swedia menghancurkan Tunisia 5-1 pada laga pertama. Isak dan Gyokeres sama-sama mencatatkan nama di papan skor, sementara Isak menambahkan dua assist yang membuatnya terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan.

Yang membuat Belanda semakin waspada, performa duo penyerang tersebut diyakini belum mencapai titik terbaiknya.

Baca Juga: Polres Labuhanbatu Sosialisasikan Bahaya Narkoba dan Salurkan Bansos di Kampung Bebas Narkoba

“Mereka belum terlalu sering bermain bersama, jadi masih bisa lebih baik lagi,” ujar pelatih Swedia Graham Potter kepada TNT Sports.

“Mereka bekerja keras satu sama lain. Menyenangkan melihat mereka mencetak gol. Saya pikir keduanya fantastis,” lanjut mantan pelatih Chelsea dan Brighton itu.

Duel Lama Kembali Terulang

Pertarungan menarik diprediksi terjadi antara Isak dan bek Belanda Micky van de Ven. Keduanya memiliki sejarah yang belum lama terjadi.

Van de Ven merupakan pemain yang menyebabkan Isak mengalami patah tulang fibula pada Desember tahun lalu. Cedera tersebut membuat penyerang berusia 26 tahun itu harus menepi selama hampir tiga bulan dan sempat menghambat performanya di level klub.

Namun kini Isak telah kembali menemukan sentuhan terbaiknya. Dalam tiga pertandingan terakhir bersama tim nasional Swedia, ia mencatatkan dua gol dan dua assist.

“Kami seharusnya menjadi pembeda,” kata Isak mengenai kerja samanya dengan Gyokeres.

“Ketika kami berdua bermain bersama, bukan berarti kami harus bermain dengan cara tertentu. Yang terpenting adalah kami berkontribusi untuk tim,” tambahnya.

Selain Van de Ven, Van Dijk kemungkinan akan mendapat dukungan Jan Paul van Hecke untuk mengawal jantung pertahanan Belanda. Tugas mereka jelas: memastikan duet Isak-Gyokeres tidak mendapat ruang untuk berkembang.

Koeman di Bawah Sorotan

Di kubu Belanda, sorotan tajam mengarah kepada Ronald Koeman. Keputusannya menurunkan intensitas serangan saat menghadapi Jepang menuai kritik setelah lawan mampu mencuri gol penyeimbang pada menit ke-89.

Baca Juga: BookCabin Travel Fair 2026 Disambut Antusias Masyarakat Medan: Hadirkan Berbagai Promo Tiket dan Paket Perjalanan

Situasi tersebut membuat Oranje datang ke Houston dengan tekanan besar. Kekalahan akan membuat peluang lolos ke fase gugur menjadi semakin rumit.

Lebih dari itu, Belanda juga sedang mempertaruhkan rekor yang menjadi kebanggaan mereka. Sejak kalah 0-1 dari Portugal pada babak 16 besar Piala Dunia 2006, Oranje belum pernah lagi menelan kekalahan dalam waktu normal di ajang Piala Dunia.

Rekor yang telah bertahan selama 20 tahun itu kini berada dalam ancaman.

Koeman menyadari betul bahwa timnya harus menunjukkan peningkatan signifikan jika ingin keluar dari tekanan sekaligus menghindari kejutan dari Swedia yang tengah diliputi kepercayaan diri tinggi.

“Saya sadar kami harus bermain lebih baik,” tegas pelatih berusia 63 tahun tersebut.

Bagi Swedia, kemenangan akan membuka jalan menuju babak 32 besar lebih cepat. Namun bagi Belanda, laga ini lebih dari sekadar perebutan tiga poin. Ini adalah pertaruhan harga diri, peluang lolos, dan rekor panjang yang selama dua dekade belum pernah ternoda.(jpg/han)

PERKIRAAN PEMAIN:
BELANDA (4-3-3): 1-Verbruggen (g); 22-Dumfries, 4-Van Dijk (c), 6-Van Hecke, 15-Van de Ven; 21-De Jong, 14-Reijnders, 8-Gravenberch; 24-Summerville, 18-Malen, 11-Gakpo
Pelatih: Ronald Koeman


SWEDIA (3-5-2): 23-Nordfeldt (g); 2-Lagerbielke, 4-Hien, 3-Lindelof (c); 21-Bernhardsson, 10-Nygren, 16-Karlstrom, 18-Ayari, 5-Gudmundsson; 9-Isak, 17-Gyokeres
Pelatih: Graham Potter

 

Editor : Johan Panjaitan
#grup f #piala dunia 2026 #swedia #belanda