Sumutpos.jawapos.com– Amerika Serikat terus menunjukkan progres signifikan di Piala Dunia 2026. Kemenangan 2-0 atas Australia bukan hanya memastikan langkah mereka ke fase gugur, tetapi juga memantik pujian dari salah satu legenda sepak bola dunia, Zlatan Ibrahimovic.
Tim asuhan Mauricio Pochettino tampil semakin meyakinkan di hadapan publik sendiri. Gol bunuh diri Cameron Burgess membuka jalan kemenangan, sebelum Alex Freeman menggandakan keunggulan lewat sundulan terarah yang memastikan tiga poin penting bagi Stars and Stripes.
Hasil tersebut mencatat sejarah tersendiri. Untuk pertama kalinya sejak edisi 1930, Amerika Serikat berhasil meraih dua kemenangan beruntun di ajang Piala Dunia—sebuah pencapaian yang mempertegas peningkatan kualitas mereka di level tertinggi.
Dukungan Ibrahimovic: AS Punya Modal Besar
Zlatan Ibrahimovic, yang dikenal dengan pernyataan-pernyataannya yang tegas dan tanpa kompromi, menilai Amerika Serikat kini layak diperhitungkan sebagai kandidat juara.
Baca Juga: Laka Beruntun di Sumbul Dairi, 2 Tewas dan 7 Luka-Luka, Diduga Truk Alami Rem Blong
Menurutnya, faktor tuan rumah, dukungan publik yang masif, serta momentum positif menjadi kombinasi yang sangat berbahaya bagi lawan mana pun.
“Jika Anda sebelumnya tidak percaya, saya akan mengulanginya: mulailah percaya. Mereka memiliki dukungan dari seluruh negeri, dan ketika Anda memiliki dukungan ini, sulit untuk mengalahkan Anda,” ujar Ibrahimovic kepada Fox Sports.
Ia juga menilai performa Australia bukanlah tolok ukur sesungguhnya, namun tetap menggarisbawahi efektivitas permainan Amerika Serikat yang tampil dominan sepanjang laga.
“Yang penting adalah apa yang terjadi sekarang. Momentum yang mereka miliki, itulah yang mereka butuhkan. Mereka harus terus membawa kepercayaan diri dari pertandingan ke pertandingan,” tambahnya.
Momentum Positif di Tangan Pochettino
Di bawah arahan Mauricio Pochettino, Amerika Serikat menunjukkan identitas permainan yang lebih terstruktur, disiplin, dan efisien. Keberhasilan melaju ke fase gugur lebih awal bahkan membuka peluang rotasi pemain pada laga terakhir fase grup.
Baca Juga: Spanyol vs Arab Saudi: Ajang Pembuktian Kualitas Saudi Pro League di Panggung Dunia
Ibrahimovic menilai kondisi tersebut sebagai keuntungan tambahan yang dapat dimaksimalkan untuk menjaga kebugaran skuad jelang fase krusial turnamen.
“Pertandingan ketiga, mereka bisa mengistirahatkan beberapa pemain karena sudah lolos. Itu situasi yang bagus,” ujarnya.
Meski masih terlalu dini untuk menempatkan Amerika Serikat sebagai favorit utama juara, performa yang mereka tunjukkan mulai menggeser persepsi banyak pihak. Bermain di rumah sendiri, dengan kepercayaan diri yang terus meningkat, mereka perlahan menjelma menjadi kekuatan yang tidak bisa diremehkan.(jpc/han)
Editor : Johan Panjaitan