Sumutpos.jawapos.com-Laga yang berpotensi menentukan peta persaingan Grup L Piala Dunia 2026 akan tersaji di Gillette Stadium, Foxborough, Rabu (24/6) pukul 03.00 WIB. Inggris dan Ghana sama-sama datang dengan bekal kemenangan pada laga pembuka, sehingga duel ini menjadi momentum penting untuk membuka jalan menuju babak gugur.
Bagi Inggris, pertandingan ini bukan sekadar kesempatan menambah tiga poin. Ini adalah ujian konsistensi bagi skuad asuhan Thomas Tuchel yang tampil dalam dua wajah berbeda saat menaklukkan Kroasia 4-2 pada laga perdana.
The Three Lions sempat terlihat rapuh pada babak pertama. Namun, respons luar biasa setelah turun minum menunjukkan kualitas yang membuat mereka layak disebut sebagai salah satu kandidat juara dunia. Harry Kane kembali membuktikan kapasitasnya sebagai predator kotak penalti lewat dua gol, sementara Jude Bellingham tampil sebagai penggerak utama permainan yang mengubah arah pertandingan. Marcus Rashford kemudian menyempurnakan kemenangan dengan gol penutup yang menegaskan superioritas Inggris.
Baca Juga: Audiensi Kanwil Imigrasi Sumut di Langkat, Ondim Dorong Hadirnya Kantor Imigrasi untuk Layani Warga
Kini, tantangan berikutnya adalah menjaga level permainan tersebut sejak menit pertama. Tuchel tampaknya tidak akan melakukan banyak perubahan. Anthony Gordon dan Noni Madueke diperkirakan tetap mengisi lini serang sejak awal pertandingan, sedangkan Bukayo Saka dan Rashford siap memberikan dampak instan dari bangku cadangan.
Di lini tengah, Inggris mendapat kabar menggembirakan setelah Declan Rice dipastikan dalam kondisi fit. Gelandang Arsenal itu sebelumnya ditarik keluar saat menghadapi Kroasia sebagai langkah antisipasi semata, bukan karena cedera serius. Sementara itu, John Stones diperkirakan tetap menjadi pilihan utama di jantung pertahanan meski sempat mendapat kritik atas performanya pada laga pertama.
"Kami menunjukkan karakter yang kuat saat melawan Kroasia, tetapi kami harus tampil konsisten sejak awal pertandingan. Ghana adalah tim yang disiplin dan sangat terorganisasi. Kami tidak boleh kehilangan fokus sedikit pun," ujar Thomas Tuchel.
Di seberang lapangan, Ghana datang dengan kepercayaan diri yang juga sedang meningkat. Kemenangan tipis 1-0 atas Panama memang memberikan tiga poin berharga, tetapi performa The Black Stars belum sepenuhnya meyakinkan.
Gol kemenangan Caleb Yirenkyi yang lahir pada masa injury time menyelamatkan Ghana dari hasil imbang. Sepanjang pertandingan, mereka beberapa kali berada di bawah tekanan dan kesulitan mengembangkan permainan. Meski demikian, kedisiplinan yang ditanamkan Carlos Queiroz mulai terlihat, terutama dalam organisasi pertahanan tim.
Baca Juga: Klasemen Sementara Moto3 2026
Menghadapi Inggris, Ghana berharap Thomas Partey dapat kembali menjadi pengendali permainan di lini tengah. Pengalaman dan ketenangan gelandang senior tersebut diyakini mampu membantu tim menghadapi tekanan dari para pemain Inggris yang memiliki kualitas individu di atas rata-rata.
Namun, Ghana juga dibayangi kekhawatiran di sektor penjaga gawang. Lawrence Ati-Zigi masih diragukan tampil setelah mengalami cedera pada pertandingan pembuka. Absennya sang kiper tentu dapat menjadi kerugian besar ketika harus menghadapi lini serang Inggris yang sedang berada dalam performa tinggi.
"Menghadapi tim seperti Inggris membutuhkan konsentrasi penuh selama 90 menit. Mereka memiliki kualitas luar biasa di setiap lini. Kami harus bertahan dengan lebih baik dan memanfaatkan setiap peluang yang kami dapatkan," kata Carlos Queiroz.
Secara kualitas skuad, Inggris memang lebih diunggulkan. Kedalaman pemain, pengalaman di turnamen besar, serta ketajaman lini depan menjadi modal utama mereka untuk meraih kemenangan kedua secara beruntun.
Baca Juga: Drama The Trauma Code: Heroes on Call Dikanarkan Berlanjut ke Season 2
Namun Ghana bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Kedisiplinan, semangat juang, dan kemampuan mereka memanfaatkan celah sekecil apa pun berpotensi menghadirkan kesulitan bagi The Three Lions.
Jika berhasil menang, Inggris akan menempatkan satu kaki di babak 16 besar sebelum menghadapi Panama pada laga terakhir grup. Sebaliknya, Ghana membutuhkan hasil positif untuk membuktikan bahwa proyek pembangunan tim yang sedang mereka jalankan mampu bersaing dengan kekuatan elite sepak bola dunia.(jpg/han)
Perkiraan Pemain:
INGGRIS (4-2-3-1): Pickford; James, Konsa, Stones, O'Reilly; Rice, Anderson; Madueke, Bellingham, Gordon; Kane
Pelatih: Thomas Tuchel
GHANA (4-2-3-1): Asare; Mensah, Opoku, Adjetey, Senaya; Yirenkyi, Partey; Semenyo, Nuamah, Sulemana; Ayew
Pelatih: Carlos Queiroz
Editor : Johan Panjaitan