Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Tanjung Verde Berpeluang Lolos ke 32 Besar, Blue Sharks Menulis Sejarah di Panggung Dunia

Johan Panjaitan • Selasa, 23 Juni 2026 | 10:45 WIB
Para pemain Timnas Tanjung Verde di Piala Dunia 2026.(liputan6)
Para pemain Timnas Tanjung Verde di Piala Dunia 2026.(liputan6)

 

HOUSTON, Sumutpos.jawapos.com – Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan kisah yang mengingatkan bahwa sepak bola tidak selalu milik negara-negara besar. Di tengah dominasi kekuatan tradisional, Tanjung Verde muncul sebagai salah satu cerita paling menarik dalam turnamen kali ini.

Tim debutan asal Afrika Barat itu kini berada di ambang sejarah setelah tampil mengejutkan dalam dua pertandingan pertama Grup H. Dengan populasi hanya sekitar 550 ribu jiwa dan wilayah yang relatif kecil, Tanjung Verde berhasil membuktikan bahwa semangat, organisasi permainan, dan keberanian mampu menembus batas yang selama ini dianggap mustahil.

Tim berjuluk Blue Sharks tersebut memulai petualangan mereka dengan hasil yang langsung mengundang perhatian dunia. Menghadapi salah satu raksasa sepak bola Eropa, Spanyol, mereka mampu bertahan dengan disiplin tinggi dan memaksa laga berakhir tanpa gol.

Hasil itu sempat dianggap sebagai kejutan sesaat. Namun anggapan tersebut segera terpatahkan ketika Tanjung Verde kembali menunjukkan karakter kuat saat menghadapi Uruguay.

Baca Juga: Inggris Vs Ghana: Ujian Konsistensi The Three Lions

Dalam pertandingan yang berlangsung sengit, mereka berhasil menahan imbang wakil Amerika Selatan tersebut dengan skor 2-2. Gol Kevin Pina dan Helio Varela memastikan Tanjung Verde kembali meraih poin sekaligus mempertegas bahwa pencapaian mereka bukan kebetulan.

Dua hasil imbang melawan lawan yang secara tradisi dan kualitas berada di atas mereka membuat Tanjung Verde kini mengoleksi dua poin dan menempati posisi ketiga klasemen sementara Grup H. Posisi itu memang belum cukup untuk memastikan tiket ke fase gugur, tetapi peluang mereka masih sangat terbuka.

Bahkan, untuk ukuran tim debutan, peluang tersebut terbilang sangat menjanjikan.

Laga terakhir melawan Arab Saudi pada Sabtu (27/6) mendatang akan menjadi penentu arah perjalanan mereka di Piala Dunia. Kemenangan menjadi skenario paling ideal sekaligus paling sederhana.

Jika mampu mengalahkan Arab Saudi, Tanjung Verde akan memastikan langkah ke babak 32 besar tanpa perlu memikirkan hasil pertandingan lain. Bahkan, peluang finis sebagai juara grup masih terbuka tergantung hasil duel antara Spanyol dan Uruguay.

Namun jika pertandingan berakhir imbang, harapan belum sepenuhnya sirna. Tanjung Verde masih bisa melaju dengan catatan Spanyol mampu mengalahkan Uruguay. Dalam situasi tertentu, persaingan posisi kedua juga dapat ditentukan oleh selisih gol dan produktivitas serangan.

Baca Juga: Klasemen Sementara Moto3 2026

Skenario lain yang tak kalah menarik adalah jalur peringkat ketiga terbaik. Format Piala Dunia 2026 memberikan kesempatan tambahan bagi tim-tim yang finis di posisi ketiga untuk tetap lolos ke fase gugur. Meski perhitungannya jauh lebih rumit dan bergantung pada hasil grup lain, peluang itu tetap menjadi pintu yang bisa dimanfaatkan Blue Sharks.

Yang membuat perjalanan Tanjung Verde semakin istimewa adalah cara mereka mencapai titik ini. Mereka datang ke turnamen tanpa status unggulan, tanpa sorotan besar, dan tanpa ekspektasi tinggi.

Namun justru kondisi itu menjadi kekuatan tersendiri. Tanjung Verde bermain tanpa beban, tampil disiplin, dan mampu memaksimalkan setiap kesempatan yang datang.

Kini, mereka tidak lagi dipandang sebagai sekadar peserta pelengkap. Setelah mampu membuat Spanyol dan Uruguay kehilangan poin, Tanjung Verde telah menjelma menjadi ancaman nyata di Grup H.(jpc/han)

Duel melawan Arab Saudi diprediksi berlangsung ketat. Secara peringkat FIFA, kedua tim tidak terpaut jauh. Artinya, peluang kemenangan terbuka sama besar bagi masing-masing kubu.

Bagi Tanjung Verde, laga tersebut bukan hanya soal meraih tiga poin. Ini adalah kesempatan untuk menulis babak baru dalam sejarah sepak bola nasional mereka. Kesempatan untuk membuktikan bahwa negara kecil pun dapat bermimpi besar di panggung terbesar dunia.

Dan jika kisah indah itu berlanjut hingga babak 32 besar, maka Blue Sharks tak hanya menjadi kejutan Piala Dunia 2026, tetapi juga simbol bahwa dalam sepak bola, ukuran sebuah negara tidak selalu menentukan besarnya prestasi.

Editor : Johan Panjaitan
#grup h #tanjung verde #lolos #piala dunia